Dinas Pendidikan Tulungagung Kaji Ulang Pemindahan Guru SD Terdampak Nihil Siswa

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Guru memandu siswa melakukan perkenalan diri di depan ruang kelas melalui permainan saling melempar bola dalam kegiatan MPLS. SP/Foto:antara
Guru memandu siswa melakukan perkenalan diri di depan ruang kelas melalui permainan saling melempar bola dalam kegiatan MPLS. SP/Foto:antara

i

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Menindaklanjuti perihal sejumlah guru SD negeri yang sekolahnya nihil atau tidak mendapatkan satupun murid baru pada tahun ajaran baru 2026/2027, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, melalui Dinas Pendidikan kaji pemindahtugasan sementara guru tersebut.

Pasalnya, imbas sebanyak empat SD negeri di daerah Tulungagung yang tidak ada murid, berdampak terhadap tunjangan sertifikasi guru kelas. Sehingga, saat ini pihaknya sedang menyiapkan solusi agar guru yang terdampak tetap dapat memenuhi beban mengajar. Salah satunya melalui penataan atau pemindahan penugasan ke sekolah lain yang membutuhkan guru.

"Karena kalau tidak ada siswa baru, otomatis tunjangan sertifikasi guru kelas I tidak bisa dicairkan. Kami akan mencarikan solusi, salah satunya dengan memindahkan guru ke SD negeri lain agar beban mengajarnya tetap terpenuhi," jelas Kepala Seksi Kelembagaan Bidang SD Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung Rifka Zuyun Umadah, Minggu (19/07/2026).

Diketahui, berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) terdapat 634 satuan pendidikan SD di daerah itu. Dari jumlah tersebut, empat sekolah tidak memperoleh peserta didik baru. Selain itu, minimnya peserta didik baru dipengaruhi beberapa faktor, antara lain kondisi geografis, sedikitnya lulusan Taman Kanak-kanak (TK) di wilayah setempat, serta menurunnya jumlah anak usia SD.

"Empat sekolah itu yakni SD Swasta Dlodo di Kecamatan Pucanglaban, SDN 4 Besuki di Kecamatan Besuki, SDN 5 Bungur di Kecamatan Karangrejo, dan SDN 1 Tenggong di Kecamatan Rejotangan," katanya.

Ditambah juga sekolah-sekolah tersebut turut menghadapi persaingan dengan satuan pendidikan negeri maupun swasta dalam penerimaan murid baru. Sehingga, tidak adanya siswa baru menyebabkan guru kelas I tidak dapat memenuhi ketentuan beban mengajar minimal 24 jam tatap muka per pekan yang menjadi syarat pencairan tunjangan sertifikasi. Oleh karenanya, dampak tersebut berpotensi berlanjut pada tahun ajaran berikutnya karena tidak ada peserta didik yang naik ke kelas selanjutnya. tl-01/dsy

Berita Terbaru

DPRD Jatim Kawal Proyek Strategis Transportasi, Hidayat: Infrastruktur Harus Berdampak pada Ekonomi Rakyat

DPRD Jatim Kawal Proyek Strategis Transportasi, Hidayat: Infrastruktur Harus Berdampak pada Ekonomi Rakyat

Minggu, 19 Jul 2026 18:13 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 18:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – DPRD Jawa Timur menyatakan siap mengawal percepatan pembangunan infrastruktur strategis yang menjadi hasil pembahasan Gubernur J…

Perkuat Kualitas Pelayanan Publik, Pemkab Lumajang Pastikan Perubahan APBD 2026 

Perkuat Kualitas Pelayanan Publik, Pemkab Lumajang Pastikan Perubahan APBD 2026 

Minggu, 19 Jul 2026 15:20 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 15:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang memastikan Perubahan Anggaran…

Pangkas Waktu Lebih Cepat, Petani Trenggalek Pakai Drone Untuk Semprot Sawah

Pangkas Waktu Lebih Cepat, Petani Trenggalek Pakai Drone Untuk Semprot Sawah

Minggu, 19 Jul 2026 15:19 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 15:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Penerapan teknologi kini mulai dirasakan di sektor pertanian. Bagaimana tidak, baru-baru ini para petani di Kabupaten Trenggalek…

Mulai Pilah dari Rumah, Pemkab Catat Produksi Sampah di Jombang Tembus 530 Ton per Hari

Mulai Pilah dari Rumah, Pemkab Catat Produksi Sampah di Jombang Tembus 530 Ton per Hari

Minggu, 19 Jul 2026 15:01 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 15:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Menindaklanjuti produksi sampah di Kabupaten Jombang mencapai sekitar 530 ton per hari, saat ini masalah tersebut telah menjadi…

Sepi Pembeli, Harga Daging Sapi di Pasar Porong Tembus hingga Rp140 Ribu/Kg

Sepi Pembeli, Harga Daging Sapi di Pasar Porong Tembus hingga Rp140 Ribu/Kg

Minggu, 19 Jul 2026 14:01 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 14:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pada umumnya, setelah Hari Raya Idul Adha harga daging umumnya cenderung turun karena pasokan melimpah. Namun tahun ini justru…

Usai MBG Kembali Beroperasi, Harga Ayam Melonjak di Kota Malang Alami Kenaikan

Usai MBG Kembali Beroperasi, Harga Ayam Melonjak di Kota Malang Alami Kenaikan

Minggu, 19 Jul 2026 13:51 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 13:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Diduga akibat beroperasinya kembali SPPG untuk melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sejumlah komoditas khususnya harga…