SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur terus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya melalui penguatan UMKM dan pelibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan positif.
Dalam peringatan HUT ke-185 Lingkungan Bence dan HUT ke-80 RI, DPRD Jatim dan DPRD Kota Kediri mengadakan kegiatan jalan santai yang juga menjadi ajang promosi dan penguatan UMKM lokal serta potensi seni budaya daerah seperti wayang kulit. Kegiatan ini juga bertujuan membangun semangat wirausaha dan gotong royong, khususnya di kalangan generasi muda.
Selain itu, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jatim juga menyoroti pentingnya strategi yang efektif dalam program pemberdayaan ekonomi masyarakat guna menurunkan tingkat kemiskinan, termasuk kemiskinan ekstrem. Anggota Banggar DPRD Jatim, Khofidah, menekankan pentingnya penyusunan data penduduk miskin dan miskin ekstrem by name by address, sesuai Instruksi Presiden No. 4 Tahun 2022. Saat ini, Pemprov Jatim masih menggunakan data agregat dari BPS, yang dinilai tidak cukup untuk evaluasi program secara akurat.
Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menjelaskan bahwa Pemprov Jatim sebenarnya telah menggunakan pendekatan by name by address melalui program P3KE, meski masih dalam proses penyempurnaan. Ia juga menyampaikan bahwa Pemprov Jatim telah mendapatkan insentif fiskal dari pemerintah pusat sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan menurunkan angka kemiskinan ekstrem menjadi 0,82 persen, dan terus berkomitmen menuju target zero extreme poverty di Jawa Timur.
Secara keseluruhan, sinergi antara DPRD dan Pemprov Jatim menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat ekonomi masyarakat dan menuntaskan kemiskinan secara menyeluruh melalui data yang akurat, program strategis, serta kegiatan pemberdayaan berbasis potensi lokal.sby-01/raf
Editor : Redaksi