Lawan Hoax, Wakil Ketua DPRD Surabaya Dorong Penguatan Literasi Digital di Tengah Masyarakat

author Al Qomaruddin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni saat menjadi pembicara di universitas Universitas Bhayangkara (UBHARA) Surabaya.
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni saat menjadi pembicara di universitas Universitas Bhayangkara (UBHARA) Surabaya.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Kondisi geopolitik nasional maupun global penuh ketidakpastian, kita semua melihat bahwa terjadi gerakan instabilitas pemerintahan yang dikendalikan oleh hegemoni informasi dalam bentuk tagar di seluruh platform media sosial.

Fenomena demonstrasi yang bergulir beberapa waktu lalu memberi cermin baru bagi Kota Pahlawan.  Demonstrasi bukan lagi sekadar suara di jalanan, tetapi suara yang lahir dari jagat maya yakni media sosial, digerakkan oleh tagar, dan disulut oleh arus informasi yang kadang tak jelas kebenarannya (hoax).

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni, mengingatkan bahwa kondisi ini adalah alarm keras betapa pentingnya literasi digital. Hal tersebut disampaikannya seusai menjadi pembicara dalam kuliah tamu di universitas Bhayangkara Surabaya.

“Hari ini kita tidak lagi bisa memandang remeh. Fenomena demonstrasi menunjukkan bagaimana hashtag bisa menggerakkan massa. Maka literasi digital bukan sekadar program, melainkan kebutuhan mendesak,” tegas Fathoni, Selasa (16/9).

Politisi yang juga mantan aktivis ini menilai, Pemerintah Kota Surabaya perlu kembali menghidupkan program literasi digital yang pernah dijalankan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kota Surabaya.

Menurutnya, generasi muda harus dibekali kemampuan memilah, menyaring, dan menilai informasi.

“Jangan biarkan anak-anak muda kita terseret arus informasi yang menyesatkan. Jadikan mereka agent of truth, agen kebenaran yang berani melawan hoaks dan narasi manipulatif,” ujarnya penuh penekanan.

Fathoni mendorong pelibatan komunitas pemuda, seperti Pemuda Tangguh dan Karang Taruna, untuk menjadi ujung tombak gerakan literasi.

Bagi dia, literasi digital tak bisa hanya berhenti di ruang kelas atau seminar, tetapi harus hidup di tengah masyarakat.

Selain terus menghidupkan Taman Baca Masyarakat (TBM) yang ada di balai RW, Fathoni mengusulkan agar Pemkot juga menghadirkan perpustakaan dengan konsep yang lebih humanis, ramah keluarga, dan menyatu dengan alam di kawasan timur Surabaya, dekat RS Eka Candra Rini.

“Bayangkan sebuah ruang di mana anak-anak bisa bermain leluasa, sementara orang tua bisa dengan tenang membaca. Perpustakaan yang mudah diakses masyarakat sambil berekreasi,” tuturnya.

Menurut Fathoni, kombinasi literasi digital dan perpustakaan yang inklusif akan melahirkan warga Surabaya yang kritis, tangguh, sekaligus adaptif terhadap perubahan zaman.

“Inilah investasi jangka panjang. Karena membangun kota bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga membangun pikiran warganya,” pungkasnya.

Fathoni menambahkan, tentu fenomena ini harus semakin mendorong pemkot Surabaya untuk tiada henti melakukan upaya literasi digital, sehingga warga Surabaya tidak menjadi korban distrupsi informasi (hoax), karena agama sudah mengajarkan, kebohongan yang disiarkan berulang ulang akan diyakini sebagai kebenaran, upaya melawan hoax itu juga bagian dari perintah agama yang harus dan wajib dilakukan oleh seluruh umat beragama.

Dalam teori hegemoni Antonio Gramsci, salah satu upaya melawan hegemoni adalah terbentuknya intelektual organik.

"Dan penerima beasiswa pemuda tangguh memiliki kewajiban moral untuk menjadi kader pelopor dalam rangka meningkatkan kesadaran kolektif anak muda untuk menjadi agen pembaharu dalam melawan distruspi informasi, tentu dengan kegiatan-kegiatan pembekalan kondisi objektif bangsa oleh Bakesbang kota Surabaya," pungkas Fathoni.

Fathoni juga berharap Bakesbang Bakesbang kota Surabaya dapat mengambil alih peran yang maksimal, mengingat jaman terus bergerak, "maka kegiatan Bakesbang juga harus adaptif terhadap kondisi geopolitik global," katanya. Alq

Berita Terbaru

HUT ke-53 PDI Perjuangan, Deni Wicaksono Tegaskan Satyam Eva Jayate Jadi Jangkar Kebenaran Partai

HUT ke-53 PDI Perjuangan, Deni Wicaksono Tegaskan Satyam Eva Jayate Jadi Jangkar Kebenaran Partai

Sabtu, 10 Jan 2026 11:46 WIB

Sabtu, 10 Jan 2026 11:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan menjadi momentum konsolidasi ideologis dan penguatan kerja kerakyatan di tengah…

Dorong Sportainment Pelajar, Tri Hadir di Yamaha Fazzio Liga Tendang Bola 2026

Dorong Sportainment Pelajar, Tri Hadir di Yamaha Fazzio Liga Tendang Bola 2026

Jumat, 09 Jan 2026 20:11 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 20:11 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand Tri turut ambil bagian dalam ajang Liga Tendang Bola (LTB) 2026, sebuah l…

Legislator Golkar, Masih Kritik MBG

Legislator Golkar, Masih Kritik MBG

Jumat, 09 Jan 2026 19:09 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:09 WIB

Peristiwa Pemilihan Lokasi Dapur SPPG di Samping Peternakan Babi di Sragen, Resahkan Masyarakat      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Lagi, Wakil Ketua Komisi IX …

Biaya Armuzna Haji Tahun Ini Dihemat Rp180 Miliar

Biaya Armuzna Haji Tahun Ini Dihemat Rp180 Miliar

Jumat, 09 Jan 2026 19:07 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan adanya penghematan signifikan dalam anggaran penyelenggaraan ibadah haji 2026.…

Yaqut Cholil Qoumas, Anak Ulama Terkemuka, Tersangka Korupsi

Yaqut Cholil Qoumas, Anak Ulama Terkemuka, Tersangka Korupsi

Jumat, 09 Jan 2026 19:05 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, resmi ditetapkan sebagai tersangka. Dia diduga terlibat kasus dugaan korupsi…

PP Muhammadiyah dan PBNU Campuri Laporan ke Komika

PP Muhammadiyah dan PBNU Campuri Laporan ke Komika

Jumat, 09 Jan 2026 19:01 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:01 WIB

Pelapor Dugaan Penistaan Agama ke Pandji Pragiwaksono Bukan Sikap Resmi Persyarikatan           SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pimpinan Pusat Muhammadiyah me…