Drama Kolosal "Surabaya Merah Putih"

Cak Yebe Ajak Generasi Muda Amalkan Spirit Menjaga Persatuan Bangsa

author Al Qomaruddin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dari kanan Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus WidyatmokoWali Kota Surabaya, Eri Cahyadi (tengah)  , dan Kapolrestabes Surabaya Lutfhie Sulistiawan saat membacakan narasi drama kolosal bertajuk "Surabaya Merah Putih 2025," yang digelar megah di depan
Dari kanan Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus WidyatmokoWali Kota Surabaya, Eri Cahyadi (tengah)  , dan Kapolrestabes Surabaya Lutfhie Sulistiawan saat membacakan narasi drama kolosal bertajuk "Surabaya Merah Putih 2025," yang digelar megah di depan

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Ribuan pengunjung memadati Car Free Day di Jl Tunjungan minggu Minggu (21/9) pagi. Mereka ingin langsung menyaksikan drama kolosal bertajuk "Surabaya Merah Putih 2025," yang digelar megah di depan Hotel Majapahit, Surabaya (eks Hotel Yamato).

Teatrikal kolosal perobekan bendera ini di ikuti oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi,  Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, Kapolrestabes Surabaya Lutfhie Sulistiawan, Sekretaris Daerah Kota Surabaya Lilik Arijanto, serta beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga tampil memerankan tokoh-tokoh pejuang, serta dimeriahkan oleh ratusan peserta, mulai dari seniman, pelajar Gen Z, komunitas sejarah, veteran perang kemerdekaan, hingga Paguyuban Sepeda Kuno Surabaya, turut memeriahkan pementasan ini.

"Surabaya Merah Putih” bukan hanya menjadi tontonan sejarah, tetapi juga renungan bersama. Dalam kesempatan itu Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, yang tampil dalam acara tersebut, menegaskan bahwa semangat perjuangan arek-arek Suroboyo harus menjadi pedoman dalam menjaga persatuan bangsa saat ini.

Dengan suara lantang dan penuh penghayatan, legislator Gerindra yang akrab disapa Cak Yebe ini membacakan narasi heroik peristiwa yang terjadi pada 19 September 1945 silam, saat bendera Belanda dirobek hingga menjadi merah putih.

Momen itu, Cak Yebe, adalah simbol keberanian dan kesadaran rakyat Surabaya bahwa kemerdekaan harus dipertahankan dengan segala pengorbanan.

“Perobekan bendera di Hotel Yamato adalah pesan abadi bahwa rakyat Surabaya tidak pernah tunduk pada penjajahan. Spirit ini harus diwariskan kepada generasi muda agar mereka tidak hanya mengenang, tetapi juga mengamalkan nilai persatuan dan keberanian dalam kehidupan berbangsa,” ujar cak Yebe.

Sebagai Ketua Komisi A DPRD Surabaya yang membidangi pemerintahan dan hukum, Cak Yebe menilai teatrikal ini sejalan dengan tugas DPRD dalam merawat nilai kebangsaan.

Ia menekankan bahwa DPRD tidak hanya berperan membuat regulasi, tetapi juga menjaga nilai persatuan dan nasionalisme masyarakat.

Tak hanya Cak Yebe, sejumlah pejabat penting Kota Pahlawan juga turut serta dalam teatrikal tersebut.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bahkan ikut berperan sebagai Residen Soedirman, tokoh penting dalam peristiwa sejarah perobekan bendera di Hotel Yamato. Kehadirannya menambah khidmat sekaligus semarak jalannya pertunjukan.

Acara teatrikal kolosal ini diikuti ratusan seniman, pelajar, dan komunitas sejarah, serta disaksikan ribuan warga yang memadati kawasan Hotel Majapahit. Puncak acara ditandai dengan momen perobekan warna biru bendera Belanda, yang disambut pekik “Merdeka!” dari penonton.

Bagi Cak Yebe, pekikan itu adalah pengingat bahwa semangat perjuangan tidak boleh padam. “Semangat arek-arek Suroboyo tidak boleh berhenti di masa lalu. Tugas kita adalah meneruskannya di masa kini, dalam menjaga demokrasi, persatuan, dan keadilan bagi seluruh warga Surabaya,” pungkasnya. Alq

Berita Terbaru

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Takmir Masjid At-Taqwa di Desa Bayubang Kecamatan Solokuro Lamongan Jawa Timur, dibuat murka oleh pelayanan PLN, lantaran…

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai langkah kongkrit dalam komitmen menjalankan instruksi Pemerintah Pusat untuk efesiensi energi, Pemkab Lamongan telah…

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang bersih dan t…

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

SURABAYA PAGI, Malang - BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan fitur antrean online pada Layanan Tanpa Kontak Fisik atau Lapak Asik mulai 1 April 2026 guna …

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Dugaan pencaplokan wilayah laut kembali mencuat di pesisir Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Kawasan yang b…

Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Gresik Digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya

Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Gresik Digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya

Kamis, 02 Apr 2026 15:34 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 15:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya mulai menyidangkan perkara dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa T…