Istri Ajak Suami Korupsi Rp 24 Miliar

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Morin Yulia, salah satu pegawai bank pemerintah kabupaten Cirebon, beserta suaminya, ditangkap oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon, karena diduga korupsi Rp 24 Miliar.
Morin Yulia, salah satu pegawai bank pemerintah kabupaten Cirebon, beserta suaminya, ditangkap oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon, karena diduga korupsi Rp 24 Miliar.

i

Bergaya Hidup Mewah Beli Louis Vuitton dan MCM, Vespa Limited Edition, iPhone 12 Pro Max hingga Mobil Hyundai Stargazer 

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mantan staf administrasi dana dan jasa salah satu bank pemerintah di Kabupaten Cirebon, Morin Yulia, kini harus mendekam di balik jeruji besi. Ia ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Cirebon. Ini setelah menggelapkan uang perusahaan sebesar Rp24,6 miliar.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Cirebon menetapkan dua orang tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) senilai Rp24,6 miliar yang menyeret Morin Yulia. Jugac TS, suami Morin, dan ZT, kakak kandung Morin.

MY diduga menyalahgunakan jabatannya untuk menggasak uang negara dari rekening penampung bank tersebut.

Penetapan dua tersangka ini diumumkan, Rabu (8/10/2025) malam. Mereka adalah TS, suami Morin, dan ZT, kakak kandung Morin. Keduanya diduga turut menikmati hasil kejahatan yang dilakukan oleh Morin, dengan cara menerima, menguasai, dan menggunakan dana hasil penyalahgunaan rekening penampung Bank Pemerintah Kantor Cabang Sumber.

Kasus besar ini terbongkar setelah pihak bank melaporkan adanya transaksi mencurigakan. Dari hasil penyelidikan, Morin diketahui memanfaatkan jabatannya untuk membuat transaksi fiktif antarrekening penampungan agar tidak terpantau oleh sistem perbankan. Ia juga membuat dokumen dan narasi palsu untuk mengelabui pihak bank.

"Kasus ini terbongkar setelah adanya laporan dari pihak bank pemerintah. Kami akan terus melakukan pengembangan untuk memastikan apakah ada pihak lain yang terlibat," kata Kajari Kabupaten Cirebon, Yudhi Kurniawan, Kamis (8/10/2025).

 

Morin juga TPPU

Yudhi menjelaskan bahwa Morin bukan hanya melakukan penggelapan, tetapi juga terlibat dalam tindak pidana pencucian uang (TPPU). "Yang bersangkutan juga terbukti melakukan TPPU dari hasil praktik korupsi yang dijalankannya," tambahnya.

Uang hasil korupsi itu dipakai Morin untuk memenuhi gaya hidup mewah. Berdasarkan penelusuran Kejari Cirebon, Morin membeli mobil Hyundai Stargazer, motor Vespa limited edition seharga sekitar Rp61 juta, iPhone 12 Pro Max, serta tas dan dompet bermerek Louis Vuitton dan MCM dengan nilai mencapai belasan juta rupiah.

"Jadi tersangka ini membeli barang-barang mewah seperti tas dan dompet dari hasil korupsi yang dilakukannya," tegas Yudhi.

Selain itu, jaksa juga berhasil menyita uang tunai sebesar Rp131.929.000 dari Morin yang disinyalir hasil dari praktik korupsinya. Rekeningnya pun kini diblokir, dan hanya tersisa saldo sekitar Rp21 juta.

Namun, kasus ini belum berhenti di situ. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Morin masih menyimpan sejumlah aset mewah lain seperti rumah dan mobil di Purwokerto, Jawa Tengah. Saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, pihak Kejari Cirebon belum memberikan komentar lebih jauh.

"Kami akan terus melakukan pengembangan untuk memastikan apakah ada pihak lain yang terlibat," ujar Yudhi menegaskan.

 

Dipindahkan ke Rekening TS

Kepala Seksi Intelijen Kejari Kabupaten Cirebon, Randy Tumpal Pardede, menambahkan bahwa Morin memindahkan dana hasil penyalahgunaan sebesar Rp24.672.746.091 ke dua rekening berbeda, yaitu rekening atas nama SW senilai Rp10.488.183.794 dan rekening atas nama ZT sebesar Rp14.184.562.297.

Dari kedua rekening tersebut, sebagian dana kemudian dialirkan ke rekening TS serta sejumlah rekening lainnya.

"Dana hasil kejahatan itu digunakan untuk membeli barang-barang berharga, berwisata, hingga melaksanakan ibadah umroh," ungkap Randy.

Uang hasil korupsi ada yang dipakai untuk beli mobil hingga tas dan dompet bermerek seperti Louis Vuitton dan MCM. Juga untuk membeli motor Vespa limited edition, hingga iPhone 12 Pro Max.

Kejaksaan juga telah menemukan bukti kuat keterlibatan TS dan ZT dalam tindak pidana tersebut. Keduanya kini ditahan selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Cirebon untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Dalam pengembangan perkara ini, tim penyidik turut menyita sejumlah aset, di antaranya satu unit tanah dan bangunan seluas 140 meter persegi di Kelurahan Sokanegara, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, dengan sertifikat hak milik Nomor 02617, serta satu unit ponsel Samsung Galaxy A56 warna pink.

Atas perbuatannya, kedua tersangka disangkakan melanggar Pasal 3 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 5 ayat (1) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Randy menegaskan penyidik masih terus mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini. "Kami juga menelusuri seluruh aset hasil tindak pidana untuk mendukung upaya pemulihan kerugian keuangan negara," katanya. n cb/erc/cr8/rmc

Berita Terbaru

Dorong Sportainment Pelajar, Tri Hadir di Yamaha Fazzio Liga Tendang Bola 2026

Dorong Sportainment Pelajar, Tri Hadir di Yamaha Fazzio Liga Tendang Bola 2026

Jumat, 09 Jan 2026 20:11 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 20:11 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand Tri turut ambil bagian dalam ajang Liga Tendang Bola (LTB) 2026, sebuah l…

Legislator Golkar, Masih Kritik MBG

Legislator Golkar, Masih Kritik MBG

Jumat, 09 Jan 2026 19:09 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:09 WIB

Peristiwa Pemilihan Lokasi Dapur SPPG di Samping Peternakan Babi di Sragen, Resahkan Masyarakat      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Lagi, Wakil Ketua Komisi IX …

Biaya Armuzna Haji Tahun Ini Dihemat Rp180 Miliar

Biaya Armuzna Haji Tahun Ini Dihemat Rp180 Miliar

Jumat, 09 Jan 2026 19:07 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan adanya penghematan signifikan dalam anggaran penyelenggaraan ibadah haji 2026.…

PP Muhammadiyah dan PBNU Campuri Laporan ke Komika

PP Muhammadiyah dan PBNU Campuri Laporan ke Komika

Jumat, 09 Jan 2026 19:01 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:01 WIB

Pelapor Dugaan Penistaan Agama ke Pandji Pragiwaksono Bukan Sikap Resmi Persyarikatan           SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pimpinan Pusat Muhammadiyah me…

Satu Pasien di Bandung Bergejala 'Super Flu', Meninggal

Satu Pasien di Bandung Bergejala 'Super Flu', Meninggal

Jumat, 09 Jan 2026 18:59 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 18:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Bandung - Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung melaporkan telah menangani 10 pasien yang mengalami gejala Influenza A H3N2 subclade K…

Bursa Taruhan Persebaya vs Malut United: Lek-lekan, Diprediksi Ketat

Bursa Taruhan Persebaya vs Malut United: Lek-lekan, Diprediksi Ketat

Jumat, 09 Jan 2026 18:56 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 18:56 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Menghadapi Malut United di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Sabtu (10/1/2026), bagi Persebaya Surabaya ini menjadi tantangan…