Legislator: Transportasi Publik Hambat Kedatangan Wisatawan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Minimnya koneksi transportasi publik di beberapa daerah wisata di Indonesia, membuat dalam 8 bulan pertama di Tahun 2025, Indonesia Hanya dikunjungi 10 juta wisatawan.
Minimnya koneksi transportasi publik di beberapa daerah wisata di Indonesia, membuat dalam 8 bulan pertama di Tahun 2025, Indonesia Hanya dikunjungi 10 juta wisatawan.

i

Selama 8 bulan Pertama di Tahun 2025, Indonesia Hanya Dikunjungi 10 Juta Turis, Sementara Malaysia Didatangi 28,2 Juta Wisatawan 

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menyoroti transportasi publik yang terhubung, membuat wisatawan bisa enggan datang ke tempat tempat wisata. Sorotan legislator Gerindra ini disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Pemasaran Pariwisata Digital di Pasuruan.

Bambang menyampaikan pernyataan itu saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Diseminasi Pemasaran Pariwisata Digital yang digelar Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Komisi VII DPR RI di Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (14/10/2025).

Menurut Bambang Haryo, transportasi publik yang efisien menjadi salah satu faktor penting agar wisatawan domestik maupun mancanegara tertarik berkunjung ke berbagai destinasi di Indonesia.

"Destinasi wisata kita sangat butuh akses transportasi publik yang terintegrasi. Turis asing sering enggan datang karena negara tetangga sudah punya sistem transportasi yang memadai, langsung terkoneksi dengan destinasi wisata," ujarnya.

 

Bali Minim Transportasi Umum

Dia mencontohkan kondisi di Bali yang kini mengalami kepadatan dan ketidaknyamanan akibat minimnya transportasi umum.

"Bali sekarang overload karena semua wisatawan, baik domestik maupun asing, harus memakai kendaraan pribadi. Ini harus segera dibenahi," ujarnya.

Ia optimistis Indonesia mampu bersaing secara global jika pemerintah serius memperbaiki fasilitas publik penunjang pariwisata.

"Potensi kita luar biasa, ada ribuan destinasi wisata alam dan budaya. Negara lain bisa menargetkan puluhan juta turis, masa kita kalah dengan potensi sebesar ini," ujarnya.

Ia menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat promosi wisata dengan menyarankan supaya hotel, restoran dan pelaku ekonomi kreatif di daerah aktif menjadi corong promosi destinasi lokal.

"Kita punya 300 ribu restoran dan ratusan ribu hotel yang bisa jadi corong promosi. Bahkan tenaga kerja Indonesia (TKI) pun bisa berperan, satu TKI menargetkan dua wisatawan saja, kita sudah bisa datangkan jutaan turis," ujar dia.

 

Ketertarikan Turis ke Malaysia

Saat ini Indonesia menyambut 10 juta turis selama 8 bulan pertama di 2025, sedangkan di Malaysia ada 28,2 juta wisatawan yang berkunjung. Ketertarikan turis lebih besar untuk berkunjung ke Malaysia daripada Indonesia, bukan karena negara ini kalah indah.

Menurut Wakil Direktur Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum Universitas Indonesia Deni Danial Kesa, MBA, PhD, Malaysia menempatkan pariwisata sebagai isu nasional. Sedangkan pariwisata Indonesia masih dilakukan tidak daerah tanpa ada integrasi.

"Itu bukan sekadar angka, tapi perbedaan dalam memasarkan pariwisata. Malaysia menjadikan pariwisata sebagai proyek nasional, sedangkan Indonesia memperlakukannya sebagai kumpulan inisiatif daerah yang berjalan sendiri," kata Deni dalam perbincangan dengan

Akibatnya, koordinasi dan konsistensi pemasaran pariwisata Indonesia tidak berjalan seiringan. Tiap daerah membuat program pariwisata sendiri, mengabaikan pentingnya menciptakan 'experience Indonesia.' Selain itu, tidak ada kelanjutan, sehingga pesona Indonesia mudah hilang.

Selain marketing, kelemahan lain adalah masalah administrasi dan dukungan transportasi.

 Menurut Deni, sulitnya mengakses hal-hal pendukung wisata ini tidak cocok bagi kebutuhan wisatawan modern. Akibatnya, wisatawan lebih suka ke Malaysia yang punya layanan lebih terintegrasi.

 

Juara Pariwisata Asia Tenggara

Malaysia menyambut 28,2 juta wisatawan mancanegara dalam delapan bulan pertama tahun ini. Jumlah itu lebih tinggi ketimbang turis asing yang datang ke Thailand dan Indonesia pada periode yang sama.

Angka kedatangan turis asing ke Malaysia itu menunjukkan peningkatan sebesar 14,5 persen dari tahun ke tahun. "Itu mencerminkan pertumbuhan positif dalam kedatangan turis asing di Malaysia," bunyi pernyataan Kementerian Pariwisata Malaysia, dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (10/10/2025).

Kementerian Pariwisata, Seni, dan Budaya Malaysia menambahkan bahwa data itu juga mencerminkan momentum yang kuat dan berkelanjutan pada periode pascapandemi. Sepanjang 2024, Malaysia menerima 38 juta wisatawan mancanegara, naik 31,1 persen dari tahun 2023 dan 8,3 persen lebih tinggi dari tingkat sebelum pandemi pada tahun 2019.

Para pengamat industri pariwisata mengatakan kebijakan visa yang lebih longgar, peningkatan infrastruktur, dan kampanye promosi pariwisata yang masif telah mendorong Malaysia ke puncak sebagai juara pariwisata Asia Tenggara.

Pemerintah Malaysia memang memperpanjang kebijakan bebas visa bagi turis China untuk lima tahun tambahan. Bahkan, ada kemungkinan kebijakan itu diperpanjang hingga 2036. n erc/jk/rmc

Berita Terbaru

Viral Dugaan Penyekapan Calon ART, Pemkot Tindaklanjuti Legalitas dan Izin Usaha

Viral Dugaan Penyekapan Calon ART, Pemkot Tindaklanjuti Legalitas dan Izin Usaha

Selasa, 27 Okt 2026 12:40 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti kasus dugaan penyekapan calon Asisten Rumah Tangga (ART) di kawasan Jalan Kedung Anyar, Kelurahan Sawahan, saat…

Polres Blitar Kota  Resmi Bentuk Satgas Pre-entip untuk Siagakan Satgas Polisi Jogo Sekolah

Polres Blitar Kota  Resmi Bentuk Satgas Pre-entip untuk Siagakan Satgas Polisi Jogo Sekolah

Selasa, 27 Okt 2026 12:40 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar- Polres Blitar Kota lakukan  pembentukan Satgas Pre-entiptive Strike Pilisi Jogo Sekolah, dengan menggelar upacara di pimpin langsung …

Diversi Kasus Kecelakaan Maut Bocah 6 Tahun di Madiun Buntu, Keluarga Korban Tolak Damai

Diversi Kasus Kecelakaan Maut Bocah 6 Tahun di Madiun Buntu, Keluarga Korban Tolak Damai

Selasa, 27 Okt 2026 12:34 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:34 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Upaya diversi dalam perkara kecelakaan lalu lintas yang menewaskan bocah berusia 6 tahun, M. Sofian Arif Nugroho, pada Selasa (26…

760 Ribu Perjalanan ke Surabaya per Hari, Fraksi PDIP Jatim Gagas Transportasi Terintegrasi

760 Ribu Perjalanan ke Surabaya per Hari, Fraksi PDIP Jatim Gagas Transportasi Terintegrasi

Selasa, 27 Okt 2026 11:33 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 11:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur meminta integrasi transportasi publik tidak berhenti pada penambahan rute dan pembangunan i…

Tindaklanjuti Tak Bayar Retribusi, Pemkot Surabaya Tertibkan Bangunan di Lahan Aset

Tindaklanjuti Tak Bayar Retribusi, Pemkot Surabaya Tertibkan Bangunan di Lahan Aset

Selasa, 27 Okt 2026 11:09 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 11:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti sejumlah bangunan yang berdiri di atas lahan aset Pemkot Surabaya seluas 7.668 meter persegi di Jalan Barata Jaya…

Pemkab Lumajang Pastikan Huntap Penyintas Erupsi Gunung Semeru Tepat Guna

Pemkab Lumajang Pastikan Huntap Penyintas Erupsi Gunung Semeru Tepat Guna

Selasa, 27 Okt 2026 11:01 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 11:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melihat masih ada hunian yang kosong setelah beberapa tahun ditempati penyintas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang memastikan…