SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Di era sekarang ini, di mana informasi dan pengetahuan mudah diakses, muncul pula fenomena yang memprihatinkan, banyak orang yang berpura-pura alim dan berilmu, demi meraih keuntungan duniawi.
Fenomena ini bukan hal baru, bahkan telah dibahas oleh para ulama terdahulu, salah satunya Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya' Ulumuddin.
ia katakan, Islam sangat menekankan pentingnya ilmu pengetahuan.
Di awal buku Bidayatul Hidayah, Hujjatul Islam Imam al-Ghazali Rahimahullahu Ta’ala mengingatkan kaum Muslimin akan adanya sekelompok oknum yang terlihat alim, padahal mereka merupakan penghancur agama Islam.
“Ketahuilah bahwa sejatinya engkau sedang berupaya untuk menghancurkan agamamu, membinasakan dirimu, dan menjual akhiratmu dengan duniamu yang sangat murah.” tutur Imam al-Ghazali.
Beliau melanjutkan, “Sudah barang tentu apa yang kamu lakukan akan merugi, daganganmu akan bangkrut, dan ilmu yang engkau dapati justru akan membantumu untuk semakin durhaka, serta menjadi mitramu dalam kerugian.”
Siapakah mereka? Apa yang mereka lakukan hingga dihukumi merusak agama dan menjual akhirat? Mirisnya, ternyata mereka merupakan bagian dari kaum Muslimin. Agamanya Islam.
Imam al-Ghazali juga mengibaratkan mereka sebagaimana yang pernah dipetuahkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam. Ialah seseorang yang memberikan sebilah pedang kepada penjahat. Di tangan penjahat, pedang adalah alat untuk semakin memudahkan kekejian. Sarana untuk semakin menjadi buruk seiring berjalannya masa.
Masih merujuk pada penjelasan Imam al-Ghazali, gelaran buruk ini beliau tunjukkan kepada sebagian orang yang menuntut ilmu, namun keliru. Taujih ini lebih bersifat mengingatkan, agar kaum Muslimin tidak terbuai dengan capaian ilmu semata, tapi melupakan esensi dari ilmu yang mereka peroleh.
Ialah orang yang disebutkan oleh sang Imam dengan mengatakan, “Ialah orang yang menuntut ilmu dengan tujuan bersaing, berbangga-banggaan, agar terlihat menonjol di antara teman-temannya, mencari perhatian orang lain, menarik simpati orang lain, atau untuk menumpuk kekayaan duniawi.
Dalam Surah Al-Mujadalah [58] ayat 11, Allah SWT berfirman, "Allah SWT meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan."
Ilmu yang dimaksud di sini bukan hanya tentang ilmu agama, tetapi juga pengetahuan umum yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
Namun, terdapat bahaya yang mengintai dari orang-orang yang berpura-pura khusyu' atau ahli ibadah, namun nihil ilmu.
Mereka mungkin tampak alim di mata orang lain, tetapi sebenarnya mereka tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk mendukung penampilan mereka.
Ketidaktahuan ini dapat membawa mereka pada kesesatan dan menyesatkan orang lain. ([email protected])
Oleh:
Hj Lordna Putri
Editor : Moch Ilham