SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Izin prakarsa pendirian Ditjen Pesantren dari Presiden akan terbit bertepatan dengan Hari Santri 2025.
Kepastian ini disampaikan Wamenag Romo Syafi'i usai bertemu dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Rini Widyantini di kantor Kemenpan RB, Jakarta, Jumat (17/10/2025).
"Hari ini saya bersilaturahim ke Menpan RB, Ibu Rini. Alhamdulillah, ada kabar baik. Surat permohonan izin prakarsa pembentukan Ditjen Pesantren ditandatangani hari ini untuk dikirim ke Sekretariat Negara," ungkap Wamenag, dalam keterangan persnya.
Romo Syafi'i sangat yakin momentum Hari Santri Nasional, yang diperingati setiap 22 Oktober, akan menjadi waktu bersejarah bagi dunia pesantren. Ia berharap ini bisa jadi kado terindah untuk santri.
"Saya optimistis Hari Santri 2025 ada kado izin prakarsa pembentukan Ditjen Pesantren dari Presiden Prabowo," lanjutnya.
Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di Kementerian Agama (Kemenag RI) akan segera diresmikan tahun ini. Hal ini disampaikan oleh Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag Thobib Al-Asyhar dalam acara konferensi pers Hari Santri 2025.
"Kita juga akan menyambut kehadiran Ditjen Pesantren, Insyaallah tahun ini mudah-mudahan," ujarnya di Jakarta Pusat, Jumat (19/9/2025).
Meski demikian, tidak dijelaskan lebih rinci terkait waktu peresmian Ditjen Pesantren. Sebagaimana diketahui Kemenag RI membentuk Ditjen Pesantren sebagai unit eselon I yang baru setelah Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) dihapus karena digantikan Kementerian Haji dan Umrah.
Selama ini, pesantren dibidangi oleh pejabat eselon II Kemenag RI dengan nama Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD-Pontren) di bawah Ditjen Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag.
Pada kesempatan yang sama, Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Amien Suyitno yang juga hadir dalam konferensi pers tersebut menyampaikan bahwa pesantren ikut mendukung program Presiden Prabowo Subianto. Nantinya, pada pembukaan rangkaian acara Hari Santri 2025 akan digelar cek kesehatan gratis (CKG) serta makan bergizi gratis (MBG) di pesantren.
"Juga mendukung program Bapak Presiden terkait dengan makan bergizi gratis atau MBG di beberapa titik pondok pesantren," ujarnya Amien. n jk/rmc
Editor : Moch Ilham