Jangan Tunggu Ambruk, Wakil Ketua DPRD Surabaya Desak Percepat Layanan Dandan Omah

author Al Qomaruddin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah salah satu rumah di Kendangsari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Surabaya yang sudah mendapat manfaat program Dandan Omah.
Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah salah satu rumah di Kendangsari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Surabaya yang sudah mendapat manfaat program Dandan Omah.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Lambannya eksekusi program Dandan Omah mendapat sorotan dari Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah. Ia mendesak agar program Dandan Omah yang sudah berjalan selama ini diakselerasi. Layanan bedah rumah tidak layak huni untuk warga Surabaya itu harus dipercepat.

Tidak perlu menunggu berbulan-bulan saat petugas turun mengecek, mendata, mengukur, dan mengestimasi konstruksi bedah rumah. Segera setelah didata bisa dieksekusi.

"Terutama yang sudah mengancam keselamatan penghuninya, pelayanan bedah rumah harus dipercepat," ungkap Laila Mufidah, Senin (20/10).

Laila menceritakan Warga di Kendangsari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Surabaya yang mana rumahnya tersebut masuk list Dandan Omah, dan petugas sudah mengecek kondisi rumah hingga mengukur bangunan. Namun ternyata bedah rumah itu tidak segera dieksekusi. Akibat lambannya penanganan program tersebut rumah warga itu keburu ambruk. Lantaran rumahnya yang ambruk keluarga ini harus kos selama tiga bulan d

"Kita mendorong kepekaan aparatur pemerintah lebih tinggi. Pasti petugas yang mendapat kepercayaan di lapangan paling paham. Selain itu, kami menghimbau agar RT dan RW harus sering turun ke masyarakat agar tahu kondisi terkini warganya," kata Laila

Apalagi saat memasuki musim hujan saat ini, warga yang sudah antre bertahun-tahun atau rumah dengan kondisi tidak layak huni, rapuh, dan bocor harus dieksekusi.

Baik dari kasat mata dan tim konstruksi bedah rumah dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) akan tahu. Begitu juga RT, RW, dan LPMK setempat yang harus lebih peka.

"Semua menuntut komitmen dan tanggung jawab bersama. Mari kita memenuhi hak dasar warga Surabaya tinggal di rumah yang nyaman. Tugas Pemkot secara teknis  merealisasikannya," kata Laila.

Pimpinan DPRD Surabaya ini akan mengawal ketat agar program Dandan Omah itu terealisasi secara presisi. Berjalan tepat sasaran. Dan yang paling penting tidak berlarut-larut.

Laila berharap wakil Pemkot di Kelurahan dan Kampung itu makin peka terhadap kondisi warganya. Tidak hanya terkait bedah rumah, tapi juga untuk intervensi program Pemkot lainnya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Kami lebih menginginkan program Dandan Omah itu tidak semata-mata giliran atau melihat antrean. Tapi lebih melihat kondisi tidak layak huni rumahnya. Tugas aparatur menjelaskan di lapangan," kata Laila.

Laila Program Dandan Omah atau bedah rumah tidak layak huni di Surabaya saat ini tengah berjalan. Sebanyak 2.069 rumah tidak layak huni akan dibedah selama 2025 ini. Jumlah ini meningkat dibanding tahun sebelumnya sebanyak 1.600 rumah.

Selain itu Laila mengapresiasi komitmen Pemkot untuk memberi layanan dasar akan hunian layak dan nyaman. "Kita di Dewan mengupayakan agar program yang bersentuhan masyarakat seperti Rutilahu tidak dirasionalisasi," katanya.

Saat ini bahkan pembahasan RAPBD 2026 tengah berlangsung di DPRD Surabaya. Diharapkan program Dandan Omah tahun depan menyasar lebih banyak lagi penerima manfaat.

Yang menarik, program Dandan Omah tahun depan tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemkot Surabaya. Pihak ketiga dan pengembang di Surabaya akan dilibatkan langsung dalam program Dandan Omah.

Tentu ini akan makin optimal Program dandan omah di Surabaya itu juga makin masif karena selama ini mendapat dukungan pusat. Pemerintah pusat juga mempunyai program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Pusat juga bisa mengcover tambahan bedah rumah sebanyak 187 unit.

Khusus untuk program Dandan Omah tak ada efisiensi. Karena menyangkut hunian dasar warga. Dalam pembahasan perubahan anggaran juga tak ada rasionalisasi untuk program masyarakat ini. Dandan Omah diyakini akan makin optimal karena bisa dibantu CSR pihak swasta. Pimpinan DPRD mengapresiasi upaya Pemkot untuk menggandeng pihak ketiga dalam pemenuhan hak dasar hunian layak bagi warganya.

Membangun kota dengan gotong royong semua stakeholder. Sebagai kota industri dan perdagangan, banyak perusahaan ada di Kota Pahlawan. Jika mereka ikut ambil bagian dalam program Dandan Omah akan makin optimal.

Tidak menggantungkan anggaran APBD untuk Dandan Omah. APBD 2025 lalu telah  dianggarkan Rp 89 M untuk Dandan Omah. Program ini di bawah Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP).

Saat ini, ada  7.789 warga Surabaya masuk dalam list antrean program Dandan Omah Pemkot Surabaya. Mereka mengajukan diri agar tempat tinggalnya yang dinilai tidak layak dibongkar total dalam program Bedah Rumah.

Selain lewat aplikasi, Bedah Rumah juga bisa diajukan melalui Musrenbang Kelurahan. Alq

Berita Terbaru

Ribuan Warga Girang, Pemkot Mojokerto Percepat Pencairan BPNT APBD Jelang Puasa

Ribuan Warga Girang, Pemkot Mojokerto Percepat Pencairan BPNT APBD Jelang Puasa

Jumat, 13 Feb 2026 21:33 WIB

Jumat, 13 Feb 2026 21:33 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto -Pemerintah Kota Mojokerto mencatat percepatan yang signifikan dalam proses penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) APBD …

Reses di Bojonegoro, Ony Setiawan Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Kesenian dan Digital

Reses di Bojonegoro, Ony Setiawan Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Kesenian dan Digital

Jumat, 13 Feb 2026 20:46 WIB

Jumat, 13 Feb 2026 20:46 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Bojonegoro – Anggota DPRD Jawa Timur dari Komisi B, Ony Setiawan, menggelar reses atau kegiatan serap aspirasi bersama warga Bojonegoro, d…

Pedagang Pasar Kota Madiun Tuduh Ada Maladministrasi, Siap Gugat ke PTUN

Pedagang Pasar Kota Madiun Tuduh Ada Maladministrasi, Siap Gugat ke PTUN

Jumat, 13 Feb 2026 19:26 WIB

Jumat, 13 Feb 2026 19:26 WIB

SURABAYA PAGI, ‎Madiun – Paguyuban Pedagang Pasar se-Kota Madiun gugat Pemkot Madiun ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) atas dugaan maladministrasi dan pem…

Perkuat Ekonomi Desa, Bank Jatim dan Kemendes PDT RI Tandatangani Perjanjian Kerja Sama

Perkuat Ekonomi Desa, Bank Jatim dan Kemendes PDT RI Tandatangani Perjanjian Kerja Sama

Jumat, 13 Feb 2026 18:57 WIB

Jumat, 13 Feb 2026 18:57 WIB

SurabayaPagi, Surbaya PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) secara resmi telah melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan…

Forum Roundtable 2026, IHH Healthcare Malaysia Dorong Akses Layanan Lintas Negara

Forum Roundtable 2026, IHH Healthcare Malaysia Dorong Akses Layanan Lintas Negara

Jumat, 13 Feb 2026 18:47 WIB

Jumat, 13 Feb 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – IHH Healthcare Malaysia terus memperluas kolaborasinya dengan Indonesia melalui Indonesia Partners Roundtable Sessions 2026. Forum i…

Puncak Peringatan Bulan K3 Nasional, PLN UIT JBM Kampanyekan Gaya Hidup Sehat Lewat Fun Run

Puncak Peringatan Bulan K3 Nasional, PLN UIT JBM Kampanyekan Gaya Hidup Sehat Lewat Fun Run

Jumat, 13 Feb 2026 16:59 WIB

Jumat, 13 Feb 2026 16:59 WIB

SurabayaPagi, Malang – Puncak peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional tahun 2026, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (…