Ribuan Santri Ikuti Apel HSN, PCNU Lamongan Desak Bupati Terbitkan Perbup Tentang Pesantren

author Muhajirin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua Tanfidziah PCNU Lamongan Gus Syahrul Munir memimpin Apel Upacara Hari Santri Nasional (HSN) 2025 di Lapangan Parkir Desa Kemantren Paciran. SP/MUHAJIRIN
Ketua Tanfidziah PCNU Lamongan Gus Syahrul Munir memimpin Apel Upacara Hari Santri Nasional (HSN) 2025 di Lapangan Parkir Desa Kemantren Paciran. SP/MUHAJIRIN

i

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Lamongan tumpah ruah mengikuti Apel Hari Santri Nasional (HSN) 2025 yang digelar PCNU Lamongan Lapangan Parkir Desa Kemantren Paciran Lamongan,  Selasa (22/10/2025). 

Dalam momentum penuh semangat kebangsaan itu, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lamongan menyerukan kepada Pemerintah Kabupaten Lamongan agar segera menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) tentang Penyelenggaraan Pesantren sebagai tindak lanjut Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2021 tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren, dan UU No 18 Tahun 2019 tentang pesantren 

Ketua Tanfidziyah PCNU Lamongan, Gus Syahrul Munir, dalam amanatnya menegaskan bahwa keberadaan Perda tersebut belum sepenuhnya bisa dijalankan tanpa adanya turunan berupa Perbup yang menjadi pedoman teknis di lapangan.

“Perda tentang pesantren sudah disahkan sejak 2021. Namun, sampai saat ini belum ada Perbup sebagai petunjuk pelaksanaan. Ini penting agar pesantren di Lamongan mendapatkan perlindungan dan dukungan nyata dari pemerintah daerah,” ujarnya di hadapan ribuan santri yang mengikuti apel.

Gus Syahrul panggilan akrabnya menambahkan, pesantren memiliki peran besar dalam mencetak generasi berakhlak, mandiri, dan cinta tanah air. Karena itu, pemerintah daerah harus memberi ruang lebih luas bagi pesantren dalam program pembangunan sumber daya manusia di Lamongan.

Apel Hari Santri Nasional tersebut juga diwarnai pembacaan Sholawat Nariyah, serta penampilan santri dari berbagai lembaga pendidikan Islam di bawah naungan Nahdlatul Ulama. Ribuan bendera merah putih dan panji pesantren dikibarkan sebagai simbol semangat “Jihad Santri Menjaga NKRI”.

Sementara itu, terpisah Ketua  DPRD Lamongan Moh. Freddy Wahyudi dikonfirmasi menyambut baik desakan PCNU. Menurutnya, pihak legislatif siap mendorong Bupati untuk segera menandatangani Perbup agar pelaksanaan Perda bisa berjalan maksimal.

“Kami di DPRD akan mengawal usulan ini, karena Perbup menjadi dasar implementasi bantuan dan fasilitasi untuk pesantren,” ujarnya. jir

Berita Terbaru

Ratusan Runner Ponorogo Ikuti UNIDA Gontor Fun Run 6,3 K, Syiar Sehat Jasmani 

Ratusan Runner Ponorogo Ikuti UNIDA Gontor Fun Run 6,3 K, Syiar Sehat Jasmani 

Sabtu, 11 Jul 2026 10:11 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 10:11 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Kawasan Jalan HOS Cokroaminoto, tepatnya di depan Toko La Tansa, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dipadati ratusan pelari pada Sabtu…

Ormas Gerakan Lingkungan Dukung Kortastipidkor Polri Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Ormas Gerakan Lingkungan Dukung Kortastipidkor Polri Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Jumat, 10 Jul 2026 21:13 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerakan untuk Lingkungan, Rusdi Legowo, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Korps Pemberantasan…

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Fraksi DPRD Pertanyakan SILPA Rp154,7 Miliar

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Fraksi DPRD Pertanyakan SILPA Rp154,7 Miliar

Jumat, 10 Jul 2026 19:50 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:50 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp154,79 miliar di tengah kebijakan efisiensi anggaran …

Sidang Kasus Maidi: Sekda Soeko Akui Minta Rp.50 Juta ke Thariq Megah 

Sidang Kasus Maidi: Sekda Soeko Akui Minta Rp.50 Juta ke Thariq Megah 

Jumat, 10 Jul 2026 19:11 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:11 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto mengakui pernah meminta uang sebesar Rp50 juta kepada mantan Kepala Dinas …

APROKI Ungkap Tantangan Sektor Konstruksi Jatim Serap hingga 210 Ribu Pekerja

APROKI Ungkap Tantangan Sektor Konstruksi Jatim Serap hingga 210 Ribu Pekerja

Jumat, 10 Jul 2026 18:47 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Industri konstruksi di Jawa Timur tak hanya menjadi penggerak pembangunan infrastruktur, tetapi juga berperan besar dalam menciptakan…

APCI Tolak Kemasan Rokok Seragam, Sebut Ancam Nasib 1,5 Juta Petani Cengkeh

APCI Tolak Kemasan Rokok Seragam, Sebut Ancam Nasib 1,5 Juta Petani Cengkeh

Jumat, 10 Jul 2026 18:44 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 18:44 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Rencana pemerintah menerapkan kebijakan penyeragaman kemasan rokok kembali menuai penolakan. Kali ini, keberatan datang dari Asosiasi…