Indomaret-Alfamart, dan Political Will

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
H. Raditya M Khadaffi
H. Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Retail raksasa seperti Indomaret dan Alfamart, disorot dua menteri. Satu memberi pembelaan.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia Cak Imin menyoroti keberadaan retail-retail raksasa di desa. Ia menyebut retail raksasa seperti Indomaret dan Alfamart membunuh ekonomi rakyat dan UMKM.

"Kita tahu betul retail-retail raksasa yang masuk ke kampung-kampung kita, bahkan membunuh ekonomi rakyat dan membunuh para pelaku UMKM.

"Terus terang raksasa ritel ini bernama Indomaret dan Alfamart yang betul betul membawa ancaman dan bahaya bagi tumbuhnya usaha kecil dan menengah kita," kata Cak Imin saat sambutan dalam acara '1 Tahun Pemberdayaan Masyarakat', di Menara Danareksa, Jakarta Pusat, Selasa .

Ia menyebut upaya tersebut terkadang membuat ekonomi bertumbuh dan berkembang. Namun, kata dia, terkadang ekonomi di desa tetap lesu.

Sementara Menteri UMKM Maman Abdurrahman  merespons pernyataan Menko bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Maman menilai persoalan tersebut hanya tentang proporsionalitas.

"Mungkin begini, kalau saya sih melihatnya azasnya azas proporsionalitas ya," kata Maman kepada wartawan di salah satu hotel kawasan Jakarta Pusat, Senin (3/11/2025).

Maman menjelaskan, keberadaan Alfamart maupun Indomaret tidak bisa dilihat dari satu sudut pandang yakni dianggap membunuh UMKM. Menurutnya, kehadiran dua ritel itu tentu harus diimbangi dengan situasi dan kondisi setiap wilayah.

"Secara prinsip kalau terkait kehadiran Alfamart maupun Indomaret ini kan kita nggak bisa, ini kan kasuistik ya. Artinya, situasi di kabupaten A atau provinsi A tidak bisa disamakan dengan provinsi B atau kabupaten C gitu lho. Artinya proporsionalitas saja," ucapnya.

Terlebih, kata Maman, bahwa izin yang diajukan oleh pihak ritel-ritel tersebut ketika ingin membuka gerai ada kebijakan dari pemerintah daerah. Dia menilai bahwa keberadaan Indomaret maupun Alfamart disesuaikan dengan lokasi wilayah masing-masing. Nah, dua menteri berbeda pandangan kaitan ritel raksasa dengan UMKM.

 

***

 

Memang ijin pendirian ritel-ritel raksasa  tersebut merupakan kebijakan dari pemerintah daerah. Tapi kini pemerintah pusat membuat koperasi desa merah putih, masuk akal , keberadaan Indomaret maupun Alfamart diusik Cak Imin. Sebab keberadaan bisa menutup ekspansi koperasi desa merah putih di suatu wilayah.

Secara obyektif, koperasi desa merah putih, baru dimunculkan. Ia tumbuh bukan dari lembaga bisnis yang kokoh seperti dua raksasa ritel ini. Apalagi "brand" koperasi selama ini recordnya jarang yang berhasil mewujudkan usaha bisnis yang sangat profitable seperti yang telah ditorehkan manajemen Indomaret maupun Alfamart.

Pertanyaan realistisnya, menutup gerai gerai  Indomaret maupun Alfamart, sama artinya membuat masalah baru. Termasuk  pengangguran.

Menolak ritel raksasa yang telah ada dimana-mana saat ini political will pembatasan izin oleh pemerintah daerah. Selain memperkuat manajemen koperasi desa. Sekaligus meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah-langkah ini bertujuan untuk melindungi ekonomi lokal dan usaha kecil dari dominasi ritel besar seperti Indomaret dan Alfamart.

Komprominya, menurut akal sehat saya mensinergikan kopdes merah putih dengan gerai gerai Indomaret dan Alfamart, yang sudah terlanjur luas. Usulan saya ini mesti ada political will dari pemerintah pusat.

Kegunaan political will ini komitmen dan tekad nyata dari Presiden Prabowo untuk mengambil tindakan dan membuat keputusan yang berfokus pada kepentingan masyarakat dan pencapaian tujuan pembangunan nasional Asta Citanya. ([email protected])

Berita Terbaru

UNESA Taklukkan UM 2-0, Kampiun Campus League Futsal Regional Surabaya

UNESA Taklukkan UM 2-0, Kampiun Campus League Futsal Regional Surabaya

Selasa, 20 Okt 2026 22:14 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 22:14 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) keluar sebagai juara Campus League 2026 Futsal Regional Surabaya setelah menundukkan Universitas N…

HUT ke-62 Golkar, Mashudi Tekankan Sinergi dengan Pemkab Madiun

HUT ke-62 Golkar, Mashudi Tekankan Sinergi dengan Pemkab Madiun

Selasa, 20 Okt 2026 22:07 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 22:07 WIB

SURABAYA PAGI, ‎Madiun – DPD Partai Golkar Kabupaten Madiun menegaskan komitmennya untuk mengawal kebijakan pemerintah daerah agar berpihak kepada masyarakat. S…

Dua Kali Mediasi Buntu, Keluarga Bocah Korban Kecelakaan di Madiun Tuntut Keadilan

Dua Kali Mediasi Buntu, Keluarga Bocah Korban Kecelakaan di Madiun Tuntut Keadilan

Selasa, 20 Okt 2026 21:59 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 21:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Keluarga M. Sofian Arif Nugroho, bocah berusia 6 tahun yang meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di Desa Nglandung, K…

Hendak Berobat, Ibu Empat Anak di Ponorogo Meninggal di Atas Motor

Hendak Berobat, Ibu Empat Anak di Ponorogo Meninggal di Atas Motor

Selasa, 20 Okt 2026 18:56 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 18:56 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo– Lu’luatun Nikmah, warga Desa Banggel, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia di atas sepeda mo…

ASUS ProArt P14 dan P16 Hadir di Indonesia, Harga Tembus Rp114 Juta

ASUS ProArt P14 dan P16 Hadir di Indonesia, Harga Tembus Rp114 Juta

Selasa, 20 Okt 2026 18:30 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 18:30 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – ASUS resmi menghadirkan laptop kreator ProArt P14 (H7407BA) dan ProArt P16 (H7607BA) di Indonesia dengan mengandalkan kemampuan p…

Masyarakat Proaktif Laporkan Alih Fungsi LSD

Masyarakat Proaktif Laporkan Alih Fungsi LSD

Selasa, 20 Okt 2026 18:02 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 18:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang (P2CKTR) menegaskan aturan ketat…