Gubernur Riau "Dibela" Ustaz Abdul Somad

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ekspresi Abdul Wahid, Gubernur Riau usai dirinya ditetapkan menjadi tersangka pemerasan oleh KPK, Rabu (5/11/2025).
Ekspresi Abdul Wahid, Gubernur Riau usai dirinya ditetapkan menjadi tersangka pemerasan oleh KPK, Rabu (5/11/2025).

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK menduga Gubernur Riau Abdul Wahid mencurigai adanya operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar di Provinsi Riau sehingga Abdul bersembunyi sebelum akhirnya ditangkap KPK.

Pendakwah Ustaz Abdul Somad membantah berita yang menyebut Gubernur Riau Abdul Wahid terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Da'i asal Pekanbaru, Riau itu menyebut gubernur Riau sekadar dimintai keterangan.

"Berita yang betul itu, Kadis PUPR dan KUPT (kepala unit pelaksana teknis) OTT, Gubernur Riau dimintai keterangan, itu yang betul," kata Ustaz Abdul Somad dalam video yang dilihat Surabaya Pagi, Kamis (6/11/2025).

Dalam video yang beredar di media sosial, Ustaz Abdul Somad menyebutkan kalau yang ditangkap tangan oleh KPK adalah Kepala Dinas PUPR dan Kepala UPT. Sementara Gubernur Riau Abdul Wahid hanya dimintai keterangan saja.

Abdul Somad diketahui merupakan salah satu tokoh yang mendukung pasangan Abdul Wahid – SF Hariyanto dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Riau 2024 lalu. Pasangan ini berhasil menang dengan perolehan suara lebih dari 1,2 juta dan dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada Februari 2025 di Istana Merdeka, Jakarta.

 

Sembunyi di Sebuah Kafe

Wakil Ketua KPK Johanis Tanak  mengatakan Abdul Wahid bersembunyi saat pelaksanaan OTT itu. Tanak menjelaskan, meski bersembunyi dari pengejaran penyidik, Abdul Wahid akhirnya ditangkap di sebuah kafe.

"Tim KPK selanjutnya bergerak mencari Saudara AW (Abdul Wahid) yang diduga bersembunyi. Bahwa kemudian tim KPK berhasil mengamankan Saudara AW di salah satu kafe di Riau," kata Tanak dalam konferensi pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (5/11/2025).

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan Abdul Wahid sembunyi di sebuah kafe setelah lembaga antirasuah menangkap Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPRPKPP) Riau yang membawa sejumlah uang.

Uang itu diduga akan diserahkan kepada Abdul Wahid.

"Kami menduga bahwa memang sudah janjian. Kemudian janjian jam segini kok enggak datang, enggak ada. Kemungkinan dia sudah mulai curiga hingga akhirnya tim datang ke lokasi," ujar Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (5/11).

Sementara itu, Asep mengatakan kafe yang didatangi tim KPK tersebut berada tidak jauh dengan rumah Abdul Wahid.

Ia menjelaskan kafe yang diduga menjadi tempat persembunyian Abdul Wahid berada dalam jajaran bangunan yang sama dengan rumahnya.

 

Bakal Serahkan uang ke Abdul Wahid

Dalam kesempatan yang sama, Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa pada awal OTT, tim KPK di lapangan terlebih dahulu menangkap para Kepala UPT Wilayah I-VI Dinas PUPR PKPP Riau. Adapun para Kepala UPT tersebut merupakan pihak yang diduga bakal menyerahkan uang yang telah dikumpulkan kepada Abdul Wahid.

"Nah, memang yang tim melakukan penangkapan itu adalah Kepala UPT yang awal, yang membawa uang itu dulu yang kita tangkap," ujar Asep.

Para Kepala UPT itu telah menjadwalkan pertemuan dengan Abdul Wahid. Namun, karena Kepala UPT tak datang juga, Abdul kemudian curiga adanya peristiwa OTT.

"Kami menduga bahwa memang sudah janjian, sudah janjian. Kemudian, 'loh kok janjian jam segini, kok nggak datang, nggak ada'," ucap dia.

"Kemungkinan dia (Abdul Wahid) sudah mulai curiga dengan itu akhirnya karena tim juga datang ke lokasi," sebutnya.

Asep menyebutkan lokasi kafe itu tidak berjauhan dengan rumah Abdul. Kafe itu berada di jejeran rumah Abdul Wahid.

"Jadi di rumahnya itu tidak berjauhan dengan, jadi jejeran mungkin kalau nanti ke Pekanbaru. Karena saya baru dari sana bisa dicek. Jadi Kafe itu bukan kafe yang jauh bukan, kafe itu ada di jejeran itunya, nanti bisa lihat jejeran-jejeran," ucap dia.

"Jadi ada jalan apa namanya jalan kalau kita, backdoornya lah jalan pintu ke belakangnya gitu," tambahnya.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Abdul Wahid sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan terhadap para bawahannya di Dinas PUPR PKP. ec/jk/rmc

Berita Terbaru

Belum Tentu Emil Dardak, Golkar Jatim Siapkan Kader Sendiri Maju Pilgub 2031

Belum Tentu Emil Dardak, Golkar Jatim Siapkan Kader Sendiri Maju Pilgub 2031

Minggu, 29 Mar 2026 18:02 WIB

Minggu, 29 Mar 2026 18:02 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Partai Golkar Jawa Timur mulai memanaskan mesin politik jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2031. Meski sempat melirik nama Wakil G…

Besok, LKPJ Gubernur Khofifah Mulai dibahas DPRD Jatim

Besok, LKPJ Gubernur Khofifah Mulai dibahas DPRD Jatim

Minggu, 29 Mar 2026 17:31 WIB

Minggu, 29 Mar 2026 17:31 WIB

Surabayapagi.com, Surabaya - Kinerja Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tahun 2025 akan dibahas serius melalui Panitia Khusus (Pansus) Laporan…

Tak Kantongi Izin PBG, LBH Bandeng Lele Kirim Surat ke DPRD, Minta Perum Grand Zam-Zam Segera Ditutup

Tak Kantongi Izin PBG, LBH Bandeng Lele Kirim Surat ke DPRD, Minta Perum Grand Zam-Zam Segera Ditutup

Minggu, 29 Mar 2026 16:40 WIB

Minggu, 29 Mar 2026 16:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Tekanan terhadap keberlangsungan Perumahan Grand Zam-Zam Residence kian menguat. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandeng Lele L…

Pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Polres Blitar Terus Lakukan Patroli di Tempat Wisata

Pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Polres Blitar Terus Lakukan Patroli di Tempat Wisata

Minggu, 29 Mar 2026 16:31 WIB

Minggu, 29 Mar 2026 16:31 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar. Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta keselamatan masarakat pasca Hari Raya Idul Fitri…

Jatim Teken Kerja Sama PSEL, Sampah Diolah Jadi Energi di Surabaya Raya dan Malang Raya

Jatim Teken Kerja Sama PSEL, Sampah Diolah Jadi Energi di Surabaya Raya dan Malang Raya

Minggu, 29 Mar 2026 16:25 WIB

Minggu, 29 Mar 2026 16:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) bersama t…

Gerakan Bike to Work Digulirkan, ASN Diajak Gowes Setiap Jumat

Gerakan Bike to Work Digulirkan, ASN Diajak Gowes Setiap Jumat

Minggu, 29 Mar 2026 15:19 WIB

Minggu, 29 Mar 2026 15:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari resmi mencanangkan gerakan bike to work atau berangkat kerja dengan bersepeda bagi Aparatur S…