Pemkab Magetan Canangkan Program ‘Gemapatas’ Demi Percepatan PTSL 2026

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
ATR/BPN Jatim menggelar zoom di Kabupaten Gresik yang diikuti Kabupaten/Kota Se-Jawa Timur, pun Kabupaten Magetan mengikuti zoom di Kantor Desa Tanjungsepreh Kecamatan Maospati. SP/ MGT
ATR/BPN Jatim menggelar zoom di Kabupaten Gresik yang diikuti Kabupaten/Kota Se-Jawa Timur, pun Kabupaten Magetan mengikuti zoom di Kantor Desa Tanjungsepreh Kecamatan Maospati. SP/ MGT

i

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Dalam rangka mempercepat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, Jawa Timur mencanangkan Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (Gemapatas), di Balai Desa Tanjungsepreh, Maospati.

Dalam hal ini ATR/BPN Jatim menggelar zoom di Kabupaten Gresik yang diikuti Kabupaten/Kota Se-Jawa Timur, pun Kabupaten Magetan mengikuti zoom di Kantor Desa Tanjungsepreh Kecamatan Maospati, yang diikuti Bupati Magetan beserta Forkopimda, Kanwil BPN Jatim, OPD terkait, ATR/BPN Magetan, Camat se Magetan, Kades Tanjungsepreh.

Sementara itu, adanya pencanangan Gemapatas merupakan langkah awal pembentukan Desa Binaan, dalam rangka mewujudkan Jawa Timur menuju wilayah lengkap dengan slogan yang digaungkan, yaitu: ‘Pasang Patok, Anti Cekcok, Anti Caplok.’

Bupati Magetan Nanik Sumantri juga optimis dengan dimulainya gerakan ini, target program PTSL dapat diselesaikan lebih cepat. Mengingat Kabupaten Magetan mendapatkan kuota sebanyak 10 ribu sertifikat pada tahun 2026.

“Diharapkan jika gerakan Gemapatas kita mulai hari ini, maka Desember 2025 sudah selesai, dan bulan Januari 2026 sudah bisa dilakukan pemberkasan. Diharapkan pertengahan tahun 2026 program PTSL bisa selesai,” ujarnya, Selasa (11/11/2025).

Perlu diketahui, program Gemapatas tersebut merupakan komitmen pemerintah dalam memberikan layanan terbaik dan menciptakan ekosistem pertanahan yang adil dan transparan. Untuk masyarakat yang belum memasang patok, atau ingin memastikan batas tanahnya, karena tanah yang berpatok jelas adalah investasi masa depan yang aman. Sehingga BPN siap membantu memberikan pendampingan. mg-01/dsy

Berita Terbaru

Jokowi Seperti Mulai Sindir Megawati

Jokowi Seperti Mulai Sindir Megawati

Minggu, 01 Feb 2026 20:52 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 20:52 WIB

Sejak Tahun 2022, Puan Maharani Umumkan Ketum DPP PDIP Megawati Baru akan Hadir jika PDIP Gelar Acara-acara Besar dan Penting. Puan Akui Megawati Tugaskannya…

Menkeu Nyatakan Fundamental Perekonomian Masih 'Bagus'

Menkeu Nyatakan Fundamental Perekonomian Masih 'Bagus'

Minggu, 01 Feb 2026 20:49 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 20:49 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak akan 'kebakaran' saat pembukaan perdagangan pekan depan pada Senin esok (2/2). Menurut…

Pengamat Politik: Masih Saktikah Jokowi

Pengamat Politik: Masih Saktikah Jokowi

Minggu, 01 Feb 2026 20:08 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menurut saya, ada dua keyakinan soal Jokowi, sekarang ini.  Jokowi masih sakti untuk meloloskan PSI ke parlemen. Dan yang kedua, …

Pengamat Politik Nilai Jokowi Lakukan Gertakan Politik

Pengamat Politik Nilai Jokowi Lakukan Gertakan Politik

Minggu, 01 Feb 2026 20:06 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 20:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Saya menilai pernyataan Jokowi di Rakernas PSI seperti orang yang khawatir. Justru saya melihat teriakan Jokowi dalam pidatonya,…

KPK Usut Penukaran Uang Asing Miliaran RK di Luar Negeri

KPK Usut Penukaran Uang Asing Miliaran RK di Luar Negeri

Minggu, 01 Feb 2026 20:05 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 20:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Aktivitas mantan Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023 Ridwan Kamil di luar negeri, mulai diusut. Komisi Pemberantasan Korupsi…

Orang-orang Curang

Orang-orang Curang

Minggu, 01 Feb 2026 20:03 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 20:03 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Menurut Alkitab, orang-orang yang curang adalah mereka yang melakukan ketidakjujuran dalam berdagang (menggunakan timbangan…