Minimalisir Gagal Landing, Bandara Banyuwangi Pasang Sistem Navigasi Baru

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Foto udara. Bandara Blimbingsari Banyuwangi, Jawa Timur. SP/ BYW
Foto udara. Bandara Blimbingsari Banyuwangi, Jawa Timur. SP/ BYW

i

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Demi menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang, Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav Indonesia) akan memasang sistem navigasi modern di Bandara Banyuwangi untuk meminimalisir gagal landing.

Sistem tersebut berupa Instrument Landing System (ILS) dan Doppler Very High Frekuensi Omni-directional Range (DVOR). Dan terkait rencana pemasangan sistem navigasi modern tersebut bertujuan untuk meningkatkan layanan navigasi penerbangan di Bandara Banyuwangi. 

Untuk pemasangan sistem navigasi modern tersebut membantu pesawat udara mendarat dengan lebih tepat di tengah landasan pacu (runway), terutama saat kondisi jarak pandang rendah (low visibility). Sementara DVOR (Doppler Very High Frekuensi Omni-directional Range), berfungsi untuk menuntun pesawat menuju arah bandara.

"Sistem navigasi ini akan lebih memaksimalkan keselamatan penerbangan di Bandara Banyuwangi. Karena dengan alat ini kemungkinan gagal landing itu kecil, bahkan dalam kondisi cuaca kurang baik sekalipun,” ujar Direktur Utama Airnav Indonesia, Capt. Avrianto Suratno, Selasa (11/11/2025).

Manager Fasilitas Teknik Airnav Cabang Surabaya, An Naufal, mengatakan ada tiga komponen yang akan dipasang dalam sistem ILS. Yaitu Localizer yang berfungsi memberikan informasi titik tengah runway, Glide Path yang memberikan informasi sudut pendaratan 3 derajat, serta Middle Mark untuk menentukan jarak pesawat.

“Ini akan menjadi daya tarik bagi maskapai untuk masuk ke Bandara Banyuwangi,” ujarnya.

Adanya sistem navigasi moderen tersebut akan mendukung pengembangan Bandara Banyuwangi sekaligus mendukung pembelajaran dan pelatihan siswa sekolah pilot di Banyuwangi, yakni Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi, dan Bali International Flight Academy (BIFA) Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mendukung penuh rencana pemasangan sistem navigasi udara modern tersebut di Bandara Banyuwangi. Lantaran. peningkatan fasilitas navigasi ini diharapkan menjadikan Bandara Banyuwangi sebagai salah satu bandara terbaik di kawasan timur Jawa, sekaligus memperkuat posisi Banyuwangi sebagai destinasi wisata dan pendidikan penerbangan yang unggul. Sehingga, kian banyak maskapai yang tertarik untuk membuka rute penerbangan di bandara Banyuwangi. by-01/dsy

Berita Terbaru

Rugikan Negara Rp3,6 M, Tunjangan DPRD Ponorogo Sempat Jadi Temuan BPK Tahun 2022

Rugikan Negara Rp3,6 M, Tunjangan DPRD Ponorogo Sempat Jadi Temuan BPK Tahun 2022

Jumat, 07 Agu 2026 13:38 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 13:38 WIB

PONOROGO– Dugaan korupsi tunjangan perumahan pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Ponorogo tahun 2023-2026, yang menyeret Mantan Ketua DPRD Sunarto dan Kabag K…

SMA Negeri 1 Porong Unggul Prestasi, Luhur Budi Pekerti Undang Wali Murid dalam Sosialisasi Program Sekolah

SMA Negeri 1 Porong Unggul Prestasi, Luhur Budi Pekerti Undang Wali Murid dalam Sosialisasi Program Sekolah

Jumat, 07 Agu 2026 11:17 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 11:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – SMA Negeri 1 Porong, Kabupaten Sidoarjo, mengundang seluruh para wali murid kelas X-1 sampai X-12 dalam acara Sosialisasi Program S…

Kuatkan Nilai Kebangsaan di Era Disrupsi, BHS Ajak Masyarakat Sebarkan Semangat Empat Pilar

Kuatkan Nilai Kebangsaan di Era Disrupsi, BHS Ajak Masyarakat Sebarkan Semangat Empat Pilar

Jumat, 07 Agu 2026 10:19 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 10:19 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Di tengah derasnya arus informasi digital yang mengalir tanpa batas, ruang-ruang diskusi tentang nilai kebangsaan menjadi semakin…

Kontrak Impor Minyak dari Rusia, Dilakukan Negara, Bukan Lagi Pertamina

Kontrak Impor Minyak dari Rusia, Dilakukan Negara, Bukan Lagi Pertamina

Jumat, 07 Agu 2026 09:32 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 09:32 WIB

  SURABAYAPAGI.com – Pemerintah Indonesia berencana membuat kontrak impor minyak jangka panjang dari Rusia. Saat ini proses impor tersebut sudah masuk tahap ke…

Mendagri, 79 Pemda Butuh Dana Alokasi Umum Rp 14 triliun

Mendagri, 79 Pemda Butuh Dana Alokasi Umum Rp 14 triliun

Jumat, 07 Agu 2026 09:30 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 09:30 WIB

SURABAYAPAGI.com – 79 pemerintah daerah butuh tambahan dana alokasi umum dari pemerintah pusat. Jumlahnya mencapai Rp 14 triliun. Mendagri Tito juga bilang s…

UMKM Ajukan KUR Hingga Rp 100 juta tak Perlu Agunan Tambahan

UMKM Ajukan KUR Hingga Rp 100 juta tak Perlu Agunan Tambahan

Jumat, 07 Agu 2026 09:28 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 09:28 WIB

SURABAYAPAGI.com – Pemerintah melalui Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan plafon hingga R…