Pengabdian Kepada Masyarakat

Dosen Universitas Hang Tuah & PGRI Adi Buana Dampingi Petani Tambak Wonorejo Kelola Mujair & Belanak Bernilai Tinggi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Permasalahan hasil tangkapan sampingan (HTS) tambak yang memiliki nilai jual yang rendah di Kelurahan Wonorejo, Rungkut, Surabaya, kini menemukan solusi inovatif. Melalui program pengabdian kepada masyarakat yang didanai Program Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat dan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi tahun 2025 melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) dengan Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) tahun 2025, tim dosen lintas perguruan tinggi mendampingi Kelompok Petani Tambak Truno Djoyo untuk mengolah ikan mujair dan belanak menjadi produk olahan bernilai jual tinggi, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi warga pesisir.

Program ini diketuai oleh apt. Astrid Kusuma Putri, S.Farm., M.Farm., bersama 2 tim dosen dari Universitas Hang Tuah, yaitu Dr. Ir. Nuhman, M.Kes., CISHR. dan Dr. apt. Oki Nugraha Putra, S.Farm., M.Farm., serta 2 tim dosen dari Universitas PGRI Adi Buana Surabaya yaitu Dicky Surya Putra Pradana, S.E., M.M. dan Bdn. Setiana Andarwulan, S.ST., M.Kes. Tim pengabdian masyarakat berfokus pada tiga aspek utama: produksi, legalitas, dan pemasaran.

 

Pengawetan Ikan dengan Garam dan Daun Waru (Hibiscus tiliaceus)

Selama ini, ikan mujair hasil sampingan panen tambak kerap dibuang karena ukurannya kecil dan harga jualnya rendah. Padahal, jumlahnya bisa mencapai 100–150 kg sekali panen. Melihat peluang tersebut, tim pengabdian memperkenalkan teknik pengawetan ikan dengan garam dan ekstrak air daun waru (Hibiscus tiliaceus), tanaman lokal yang memiliki sifat antimikroba dan antioksidan alami.

Selain pengolahan, petani juga diajarkan cara penggunaan oven pengering berbasis listrik dan liquid petroleum gas (LPG) untuk pengeringan ikan hasil pengawetan, serta teknik pengemasan menggunakan impulse sealer serta, agar produk tahan lama dan memenuhi standar keamanan pangan.

 

Legalitas dan Pemasaran Digital

Tim pengabdian masyarakat juga melakukan pendampingan pengurusan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) sebagai syarat legalitas edar. Dengan legalitas ini, produk olahan ikan hasil tambak akan lebih mudah menembus pasar modern.

Lebih lanjut, petani tambak juga dilatih mengelola pemasaran digital melalui platform e-commerce Shopee, termasuk cara membuat akun toko online, mengunggah foto produk, hingga mengelola transaksi. Dengan langkah ini, pemasaran produk tidak hanya terbatas di pasar lokal, tetapi bisa menjangkau konsumen yang lebih luas.

 

Dampak Nyata bagi Warga

Program pengabdian ini terbukti memberi manfaat signifikan. Produk ikan asin yang sebelumnya tidak ada, kini menjadi diversifikasi baru di kelompok petani. Nilai jual ikan mujair dan belanak meningkat, daya simpan produk lebih panjang, dan peluang pasar semakin terbuka.

“Kami bersyukur mendapat pendampingan ini. Sekarang ikan kecil yang dulu dibuang bisa diolah jadi produk asin siap jual. Harapannya bisa menambah penghasilan keluarga,” ujar Suratno, Ketua Kelompok Petani Tambak Truno Djoyo.

 

Kontribusi bagi Pembangunan Berkelanjutan

Kegiatan ini mendukung agenda pembangunan berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (SDG 8) serta Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (SDG 12). Di tingkat perguruan tinggi, program ini juga meningkatkan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dengan melibatkan dosen dan mahasiswa secara langsung dalam aktivitas pemberdayaan masyarakat.

Sebagai luaran, selain produk olahan ikan asin, program ini juga menghasilkan modul pelatihan, poster edukasi, video kegiatan di kanal YouTube Universitas Hang Tuah, serta publikasi ilmiah di jurnal terindeks SINTA.

Dengan semangat kolaborasi, Universitas Hang Tuah bersama mitra perguruan tinggi lainnya menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dapat menjadi solusi konkret untuk persoalan masyarakat, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal berbasis potensi pesisir.

Berita Terbaru

Tak Dibatasi Usia, Perkuat Silaturrahmi Antar Alumni SDN Kapanjin Sumenep

Tak Dibatasi Usia, Perkuat Silaturrahmi Antar Alumni SDN Kapanjin Sumenep

Minggu, 22 Mar 2026 20:33 WIB

Minggu, 22 Mar 2026 20:33 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep-Merajut benang historis kebersamaan para alumni SDN Kapanjin era 80-an, bertempat di Hotel Myze kab. Sumenep. Suasana berbahagia ini,…

Raih Kemenangan di Hari yang Fitri, Masjid An-Nur Dukuhsari Jabon Gelar Sholat Idulfitri 1447 H/2026 M Sabtu Ini

Raih Kemenangan di Hari yang Fitri, Masjid An-Nur Dukuhsari Jabon Gelar Sholat Idulfitri 1447 H/2026 M Sabtu Ini

Sabtu, 21 Mar 2026 07:49 WIB

Sabtu, 21 Mar 2026 07:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Marilah Kita Merajut Tali Persaudaraan untuk meraih kemenangan dan keberkahan di Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/tahun 2026…

Terjebak Hampir 12 Jam, Nenek di Blitar Ditemukan Tewas Terjatuh Dalam Septic Tank

Terjebak Hampir 12 Jam, Nenek di Blitar Ditemukan Tewas Terjatuh Dalam Septic Tank

Jumat, 20 Mar 2026 13:36 WIB

Jumat, 20 Mar 2026 13:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Nenek di Blitar Ditemukan Tewas Lansia tewas  Karminem 60 warga Desa Krisik Kec.Gandusari Kabupaten Blitar, di temukan tewas dalam …

Kokola Group Konsisten Dampingi Mudik Gratis Jatim, Tebar Sharing Happylicious untuk 4.000 Pemudik

Kokola Group Konsisten Dampingi Mudik Gratis Jatim, Tebar Sharing Happylicious untuk 4.000 Pemudik

Jumat, 20 Mar 2026 12:37 WIB

Jumat, 20 Mar 2026 12:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Program Mudik Gratis Angkutan Lebaran tahun 2026/1447 H yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur tak…

Tersulut Emosi, Pelaku Bakar Rukonya Sendiri, Kerugian Tembus Puluhan Juta

Tersulut Emosi, Pelaku Bakar Rukonya Sendiri, Kerugian Tembus Puluhan Juta

Kamis, 19 Mar 2026 14:45 WIB

Kamis, 19 Mar 2026 14:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Warga di Blitar tergopoh gopoh padamkan api yang membakar sebuah Ruko milik Pasutri Adi Kurniawan dan Sri Sulastri warga Desa…

Program KURMA 2026, Adira Finance Fasilitasi 300 Pemudik dengan Bus ke Solo dan Yogyakarta

Program KURMA 2026, Adira Finance Fasilitasi 300 Pemudik dengan Bus ke Solo dan Yogyakarta

Kamis, 19 Mar 2026 14:13 WIB

Kamis, 19 Mar 2026 14:13 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk kembali menggelar program mudik gratis Kembali Seru Bersama (KURMA) 2026 untuk mendukung perjalanan …