SURABAYAPAGI.com, Jakarta - SAIC Motor melalui merek MG resmi memperkenalkan MG4 Anxin Edition pada ajang Guangzhou Auto Show 2025, sekaligus menjadikannya salah satu mobil penumpang produksi massal pertama yang mengusung teknologi baterai semi-solid-state. Kehadiran model ini menjadi langkah strategis MG dalam menghadirkan inovasi baterai generasi terbaru ke pasar mobil listrik kompak, sekaligus memperkuat posisinya di tengah persaingan kendaraan listrik yang semakin ketat.
Berdasarkan laporan CarNewsChina, MG4 Anxin Edition menggunakan baterai lithium-ion berbasis mangan hasil pengembangan bersama antara SAIC dan QingTao Energy. Baterai berkapasitas 53,95 kWh ini mampu menawarkan jarak tempuh hingga 530 km berdasarkan standar uji CLTC, serta diklaim memiliki kepadatan energi dan stabilitas termal yang lebih unggul dibandingkan baterai konvensional. Teknologi ini menggunakan struktur elektrolit padat lebih dari 90 persen, membuatnya lebih aman dan tahan terhadap stres eksternal.
Dalam pengujian ketahanan, baterai semi-solid-state MG ini mampu melewati uji penetrasi jarum dari sepuluh arah tanpa menyebabkan percikan api ataupun asap—sebuah indikator penting yang menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek keselamatan. Selain itu, performa baterai di suhu rendah juga terbilang stabil. Pada suhu -7°C, jarak tempuh dapat dipertahankan hingga 75 persen, sementara pada -15°C baterai masih menyimpan lebih dari 85 persen kapasitas energi. Meski penerapan baterai teknologi baru ini meningkatkan bobot kendaraan menjadi sekitar 1.500 kilogram atau sekitar 15 kilogram lebih berat dari model standar, MG4 Anxin Edition tetap menjaga efisiensi dengan menggunakan motor listrik tunggal pada roda depan yang menghasilkan tenaga 120 kW dan torsi 250 Nm, dengan akselerasi 0–50 km/jam hanya dalam waktu 3 detik.
Secara tampilan, MG4 Anxin Edition mempertahankan desain sporty khas MG4. Eksteriornya masih menonjolkan profil hatchback modern dengan garis tegas dan lampu belakang bar penuh yang menjulur dari sisi ke sisi. Desain depannya sedikit terinspirasi dari MG Cyberster, memberikan sentuhan futuristik tanpa menghilangkan identitas MG4 yang lincah. Dimensi kendaraannya tetap sama, yakni panjang 4.395 mm, lebar 1.842 mm, tinggi 1.551 mm, dan jarak sumbu roda 2.750 mm. Walaupun tampilan luar tidak banyak berubah, interiornya mendapatkan peningkatan besar. MG4 Anxin Edition kini mengusung layar tengah yang lebih besar, yaitu 15,6 inci menggantikan layar 12,3 inci pada model sebelumnya. Tombol fisik di bawah layar juga dihilangkan demi menciptakan kesan kabin yang lebih minimalis. Selain itu, selector transmisi dialihkan dari knob putar ke tuas yang terpasang pada kolom kemudi, memberikan kemudahan operasional. Konsol tengah juga dilengkapi pengisian daya nirkabel 50 watt, sementara sistem kokpit pintar MG–Oppo yang ditenagai chip Snapdragon 8155 hadir untuk meningkatkan kecepatan respons, konektivitas, serta pengalaman pengguna secara keseluruhan.
Dari sisi harga, MG4 Anxin Edition dipasarkan di Tiongkok dengan banderol 102.800 yuan, dengan harga promosi awal sebesar 99.800 yuan. Jika dikonversi dengan kurs estimasi 2.270 rupiah per yuan, maka harga promosi tersebut setara sekitar Rp226 juta. Varian Anxin Edition ini melengkapi jajaran MG4 yang mencatat penjualan 11.480 unit pada Oktober, menambah daya tarik bagi konsumen yang mencari mobil listrik kompak dengan teknologi baterai yang lebih aman dan efisien. Peluncuran MG4 Anxin Edition sekaligus menjadi penanda kemajuan signifikan dalam komersialisasi baterai semi-solid-state di industri otomotif Tiongkok. Pemerintah setempat bahkan tengah menyusun penyelarasan istilah teknis untuk teknologi baterai tersebut dan berencana menyebutnya sebagai “solid-liquid battery” guna membedakannya dari baterai solid-state murni yang masih dalam tahap pengembangan. Perubahan istilah ini bertujuan memberikan kejelasan bagi konsumen dan pelaku industri di tengah pesatnya inovasi serta beragam pendekatan teknologi yang muncul dari berbagai produsen kendaraan listrik. jkt-01/raf
Editor : Redaksi