SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) andalan Presiden Prabowo Subianto, kini bakal didanai lagi melalui Danantara.
Menurut Wakil Kepala BGN Nanik Sudarti Deyang, Danantara akan membiayai para peternak ayam petelur dan pedaging untuk memastikan agar kebutuhan telur dan daging ayam untuk program MBG bisa terpenuhi. Dengan demikian, hal ini diharapkan dapat mencegah terjadi lonjakan harga yang menyebabkan inflasi.
Danantara, lanjut Nanik, saat ini tengah mengkaji rencana ini secara mendalam sebelum memutuskan pelaksanaan proyek.
Namik, menyampaikan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) telah menyiapkan anggaran Rp 20 triliun untuk mendukung pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG). Anggaran ini digunakan untuk membiayai para peternak ayam pedaging dan petelur di seluruh Indonesia.
"Jadi, anggaran sebesar Rp20 triliun itu untuk membiayai para peternak, bukan Danantara yang membangun peternakan sendiri," kata Wakil Kepala BGN Nanik Sudarti Deyang dalam keterangannya, dikutip Selasa (18/11/2025).
Dana program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk 2026 dianggarkan sebesar Rp335 triliun.
Dana ini akan digunakan untuk pemenuhan gizi nasional Rp 255 triliun dan dukungan manajemen Rp 12,4 triliun.
Pada tahun 2025, pagu anggarannya adalah Rp71 triliun.
Anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2025 dari APBN awalnya sebesar Rp71 triliun, namun pemerintah mengusulkan tambahan sebesar Rp100 triliun sehingga totalnya menjadi sekitar Rp171 triliun, meskipun kemungkinan tidak semua akan terserap sepenuhnya. Hingga November 2025, realisasi anggaran telah mencapai sekitar Rp43,47 triliun, yang sebagian besar telah tersalurkan untuk mendukung program
Penyerapan anggaran makan bergizi gratis (MBG) . Dan selama delapan bulan pada tahun ini baru terserap Rp 13 triliun. Padahal, pagu anggarannya sepanjang 2025 senilai Rp 71 triliun.
Terintegrasi Libatkan BUMN
Nanik menjelaskan proyek ini dirancang sebagai ekosistem terintegrasi yang akan melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di hulu dan peternakan kecil di hilir. Tujuannya untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga telur dan ayam.
Nanik menyebut berdasarkan informasi dari Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria, infrastruktur, lokasi, dan jadwal pembangunan masih dalam tahap studi.
Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 20 triliun untuk membangun peternakan ayam pedaging dan petelur terintegrasi di seluruh Indonesia.
Amran mengatakan, pembangunan tersebut ditujukan untuk memastikan kebutuhan daging ayam dan telur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) terpenuhi.
"Kemudian, peternakan ayam, pedaging, dan telur terintegrasi itu ada anggaran khusus Rp 20 triliun. Kita akan buat seluruh Indonesia untuk mensuplai BGN. Kita mensuplai, jangan sampai telur dan ayamnya ke depan shortage atau kekurangan. Jadi kita siapkan dari sekarang," katanya usai Rapat Koordinasi Hilirisasi Perkebunan dan Industri di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta.
Amran mengatakan anggaran tersebut berasal dari BPI Danantara. Rencananya program ini akan berjalan pada Januari 2026. n erc/jk/rmc
Editor : Moch Ilham