SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Imbas terdampak erupsi Gunung Semeru membuat sejumlah petani meringis. Pasalnya, ratusan hektare lahan pertanian di Kabupaten Lumajang rusak parah dan terancam gagal panen akibat tersapu awan panas Gunung Semeru.
Bahkan sebagian lahan tak lagi bisa ditanami karena tertimbun material vulkanik yang tebal. Kini, hamparan yang seharusnya berwarna hijau berubah menghitam, menjadi tumpukan pasir vulkanik. Beberapa lahan bahkan hilang tak tersisa.
Diketahui, kurang lebih 105 hektare lahan pertanian terdampak erupsi Gunung Semeru. Selain tanaman rusak, sebagian tanah sawah terkubur material vulkanik sehingga tidak dapat ditanami kembali. Kondisi itu terlihat di bekas lahan pertanian warga di Dusun Gumuk Mas, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.
"Untuk dampak erupsi Gunung Semeru mengakibatkan 105 hektare lahan pertanian warga terdampak," ujar Manajer Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Dwi Nur Cahyo, Rabu (26/11/2025).
Sementara itu, salah satu petani, Matjuri, mengaku tanaman cabainya rusak akibat paparan abu vulkanik Semeru. Pucuk cabai rusak sehingga harus dirawat ekstra jika ingin terhindar dari gagal panen.
"Bagian pucuk tanaman cabainya rusak terkena abu vulkanik. Sehingga jika menghindari gagal panen harus dirawat secara ekstra," ujar Matjuri.
Diketahui, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang mencatat sejumlah komoditas ikut terdampak erupsi, mulai padi, cabai, tomat, salak, tebu, hingga kopi.
Selain itu, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama BPBD Lumajang juga turut memastikan proses pendataan, pemantauan, dan rencana pemulihan ekonomi dilakukan secara terkoordinasi agar warga yang kehilangan sumber penghasilan tetap terlindungi. lj-01/dsy
Editor : Desy Ayu