Potret Indonesia, Orang Super Kaya dan Miskin

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
H. Raditya M Khadaffi
H. Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Itu potret Indonesia sekarang. Masih ada kesenjangan sosial dan ekonomi. Presiden Prabowo Subianto, kini menggaungkan serakahnomics,  bukan konglomerat lagi.

Kayaknya ada pergeseran paradigma memaknai orang super kaya di Indonesia.

Seorang legislator mengusulkan  orang super kaya dan kaya saatnya dikenakan Pajak Khusus

dengan Skema Progresif  dari 2 persen Hingga 10 persen.

"Soal pajak kekayaan orang kaya, ini mungkin belum pernah dipikirkan oleh Dirjen Pajak. Selama ini kan mereka punya penghasilan dari dividen, capital gain, sewa properti, dan sebagainya," ujar Eric dalam rapat DPR-RI, hingga Kamis (28/11).

Legislator itu membuat kriteria batasan orang kaya adalah mereka yanh memiliki kekayaan minimal US$1 juta atau setara Rp16,5 miliar. Lalu akumulasi kelompok kaya terus meningkat. Bergelimang harta dari dividen, capital gain, sewa properti, bunga obligasi hingga penjualan aset. Celakanya, para kaum tajir melintir itu, tak kena pajak.

Menurut politisi yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur XI, banyak masyarakat yang memiliki harta lebih dari Rp 200 miliar dan jumlahnya bertambah.

"Nah, kalau enggak salah di Indonesia ini banyak orang yang punya uang banyak. Orang yang punya uang di atas Rp 200 miliar banyak banget. Dan kayaknya setiap tahun-setiap tahun akan nambah," tambahnya.

Sementara jumlah penduduk miskin di Indonesia tercatat 23,85 juta orang per Maret 2025. Ini menurut Badan Pusat Statistik (BPS). Angka ini merupakan yang terendah dalam dua dekade terakhir dan turun 0,2 juta jiwa dari September 2024.Jumlah penduduk miskin: 23,85 juta jiwa (Maret 2025)

Persentase penduduk miskin: 8,47% (Maret 2025.

 

***

 

Bank Dunia melaporkan jumlah orang miskin di Indonesia meningkat signifikan usai organisasi tersebut mengubah standar garis kemiskinannya per Juni 2025. Berdasarkan laporan bertajuk June 2025 Update to the Poverty and Inequality Platform, Bank Dunia resmi mengadopsi perhitungan purchasing power parity (PPP) 2021 dalam menentukan garis kemiskinan. Sebelumnya, Bank Dunia masih menggunakan perhitungan PPP 2017. Adapun, PPP merupakan pengukuran perbandingan biaya yang dibutuhkan untuk membeli suatu barang atau jasa di satu negara dengan di Amerika Serikat. Misalnya, US$1 di New York tentu memiliki daya beli yang berbeda dengan US$1 di Jakarta. PPP memungkinkan perhitungan keterbandingan tingkat kemiskinan antarnegara yang memiliki tingkat biaya hidup yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, nilai PPP berbeda untuk setiap negara.

Adapun jumlah penduduk Indonesia sebanyak 285,1 juta berdasarkan Susenas 2024 Badan Pusat Statistik (BPS). Dengan demikian berdasarkan standar Bank Dunia, 68,2% penduduk miskin Indonesia setara dengan 194,4 juta orang atau sekitar setiap 3 orang penduduk Indonesia, 2 orang di antaranya miskin. Masya Allah.

 

***

 

Dengan data perbankan saya catat kepemilikan aset dan simpanan cenderung terkonsentrasi pada segelintir orang kaya.  Sementara kelompok menengah ke bawah semakin tersisihkan, yang mengindikasikan pelebaran jurang pendapatan yang ekstrem.

Dengan data itu, saya anggap jurang antara orang kaya dan miskin terletak dari perbedaan akses terhadap sumber daya dan peluang. Ini yang menghasilkan jurang dalam pola pikir, terutama pola pikir finansial.

Perbedaan ini berdampak  perbedaan struktural dalam kehidupan sosial seperti kesehatan, pendidikan, dan partisipasi ekonomi.

Saya amati Orang kaya memiliki akses yang lebih besar terhadap sumber daya, termasuk pendidikan berkualitas, layanan kesehatan, dan modal untuk investasi, yang memungkinkan mereka untuk terus mengembangkan kekayaan mereka..

 

***

 

Saya terhenyak membaca sebuah penelitian yang menemukan bahwa ekspresi wajah seseorang dapat mengungkapkan status sosialnya, apakah termasuk kategori orang kaya atau miskin.

Penelitian dari Universitas Toronto itu menggunakan subjek foto hitam putih dengan ekspresi netral dan tidak menggunakan aksesori apapun. Fotonya berjumlah 80 foto pria dan 80 wanita.

Menurut penelitian yang diterbitkan Journal of Personality and Social Psychology itu, orang kaya memiliki wajah yang cenderung bahagia dan tidak cemas. Sebaliknya, orang miskin cenderung dengan wajah yang tertekan.

"Hubungan antara kekayaan dan kelas sosial sudah banyak dibahas dalam penelitian terdahulu. Namun studi ini menemukan bahwa perbedaan kekayaan seseorang bisa tercermin dari wajah setiap orang," ujarnya.

Penelitian itu mengatakan orang dengan uang yang banyak akan cenderung bahagia. Mereka juga tidak cemas dibandingkan dengan orang yang harus memenuhi kebutuhannya.

Beberapa peneliti berpendapat bahwa disparitas pendapatan itu sendiri mungkin bukan masalah utama. Persoalannya, kata mereka, bukanlah adanya kesenjangan antara kaya dan miskin, namun adanya ketidakadilan.

Beberapa orang diperlakukan secara istimewa dan yang lain secara tidak adil.

Dapat saya anggap, masalah kemiskinan dan ketidakadilan adalah tantangan bagi  Presiden ke-8 Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dengan program Asta cita bermuatan delapan misi strategis saya program  pro rakyat. Semoga cita cita mencapai visi "Indonesia Maju" menuju "Indonesia Emas 2045, bisa terwujud mulai dengan  Asta cita yang pro rakyat. ([email protected])

Berita Terbaru

Demi Keselamatan, KAI Daop 7 Madiun Perketat Pengawasan Operasional Lewat Sidak Malam

Demi Keselamatan, KAI Daop 7 Madiun Perketat Pengawasan Operasional Lewat Sidak Malam

Senin, 12 Okt 2026 16:01 WIB

Senin, 12 Okt 2026 16:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun terus memperketat pengawasan operasional dan menegaskan komitmennya,…

Kantor Imigrasi Blitar Permudah Pengurusan Paspor melayani Masyarakat Lewat PASPORIA di CFD

Kantor Imigrasi Blitar Permudah Pengurusan Paspor melayani Masyarakat Lewat PASPORIA di CFD

Senin, 12 Okt 2026 15:59 WIB

Senin, 12 Okt 2026 15:59 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar menghadirkan layanan PASPORIA (Paspor Ceria) di kawasan Car Free Day (CFD) Tulungagung, pada…

Peringati HUT ke-81 Provinsi Jawa Timur, Pemkot Mojokerto Perkuat Semangat Pembangunan Berkelanjutan

Peringati HUT ke-81 Provinsi Jawa Timur, Pemkot Mojokerto Perkuat Semangat Pembangunan Berkelanjutan

Senin, 12 Okt 2026 15:49 WIB

Senin, 12 Okt 2026 15:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto menggelar upacara peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Lapangan Sasana Praja Abhipraya B…

Lewat Agregator COOSAE, Pemkot Batu Perkuat Akses Pasar Petani Lebih Luas

Lewat Agregator COOSAE, Pemkot Batu Perkuat Akses Pasar Petani Lebih Luas

Senin, 12 Okt 2026 15:47 WIB

Senin, 12 Okt 2026 15:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Guna menghubungkan pasokan hasil panen petani dengan pasar modern secara berkelanjutan, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terus…

Viral! Aksi Penistiaan Agama, Pemuda di Bondowoso Tempelkan Alat Vitalnya ke Al-Quran

Viral! Aksi Penistiaan Agama, Pemuda di Bondowoso Tempelkan Alat Vitalnya ke Al-Quran

Senin, 12 Okt 2026 15:18 WIB

Senin, 12 Okt 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Baru-baru ini jagad maya dihebohkan dengan unggahan video yang menampilkan pemuda menempelkan alat vitalnya ke kitab suci…

Niat Baik Serahkan Agunan Berujung "Bencana" SLIK OJK, Bank BUMN Digugat di PN Sidoarjo

Niat Baik Serahkan Agunan Berujung "Bencana" SLIK OJK, Bank BUMN Digugat di PN Sidoarjo

Senin, 12 Okt 2026 15:03 WIB

Senin, 12 Okt 2026 15:03 WIB

​SURABAYA PAGI, ​Sidoarjo — Pengalaman pahit harus dialami oleh Agus Jayadi yang akrab disapa Agus Galembo, seorang pengusaha ayam hidup (broker LB) asal Si…