Terdampak Cuaca Ekstrem, Hasil Panen Cabai di Jombang Anjlok 50 Persen

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Petani cabai di Jombang sata sedang panen. SP/ JBG
Ilustrasi. Petani cabai di Jombang sata sedang panen. SP/ JBG

i

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Melihat potensi cuaca yang tidak menentu dan ekstrem mengakibatkan petani cabai di Jombang, Jawa Timur was-was. Pasalnya, imbas cuaca ekstrem tersebut  berdampak signifikan terhadap hasil panen cabai yang kini anjlok hingga 50 persen.

Meski demikian, tidak semua cabai dapat dipetik karena sebagian buah mengering di pohon akibat serangan hama yang dipicu cuaca yang sulit diprediksi. Untungnya, harga cabai masih terbilang cukup tinggi. 

Salah satunya, Witono, petani di Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh yang ikut mengeluh. “Biasanya sekali panen mendapatkan 6 kuintal cabai merah, tetapi karena terserang hama patek, hasilnya tinggal sekitar 3 kuintal,” tuturnya, Senin (01/12/2025).

Di lahan seluas 1 hektar miliknya tersebut, terdapat sekitar 21 ribu batang tanaman cabai. Dengan harga cabai di tingkat petani mencapai Rp51.000 per kilogram, peluang keuntungan masih terbuka.

“Biaya dari tanam hingga panen sekitar Rp25 juta. Kalau harga cabai bagus seperti sekarang, petani bisa dapat keuntungan berlipat,” jelas Witono. 

Menurutnya, cuaca ekstrem menjadi faktor utama tanaman mudah terserang penyakit. Untuk pencegahan, petani melakukan penyemprotan fungisida setiap tiga hari. 

Senada, Beny Saputro, seorang petani cabai di Desa Turipinggir, juga merasakan dampak cuaca yang tak menentu. Namun ia tetap bersyukur karena hasil panennya masih menguntungkan. 

“Meskipun cuacanya tidak menentu dan beberapa tanaman rusak, hasil panen masih cukup bagus. Yang paling melegakan, harga cabai tidak jatuh seperti tahun lalu,” ujarnya.

Beny yang mengelola 5.000 batang tanaman cabai mengaku dapat menghasilkan hingga 1,5 kuintal saat panen raya. Dengan modal sekitar Rp5 juta, ia kini mulai menikmati keuntungan. 

Meski cuaca ekstrem, keuletan petani cabai di Jombang dalam menghadapi cuaca ekstrem menjadi bukti pentingnya sektor pertanian dalam menjaga pasokan pangan serta stabilitas harga komoditas di pasar. jb-03/dsy

Berita Terbaru

Tumbal Loyalitas Buta, Membongkar Rantai Korupsi di Balik Pledoi Thariq Megah

Tumbal Loyalitas Buta, Membongkar Rantai Korupsi di Balik Pledoi Thariq Megah

Jumat, 25 Sep 2026 09:59 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 09:59 WIB

Oleh: Putut Kristiawan Dalam birokrasi kita, ada satu "aturan tak tertulis" yang kerap lebih ditakuti ketimbang undang-undang: titah atasan. Ketika loyalitas…

Usai Dipanggil KPK di KPPN, Pejabat PT KAI Bungkam Dalam Pengembangan Dugaan TPPU Maidi 

Usai Dipanggil KPK di KPPN, Pejabat PT KAI Bungkam Dalam Pengembangan Dugaan TPPU Maidi 

Jumat, 25 Sep 2026 09:29 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 09:29 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Manager Keuangan PT KAI Daop 8, Dewi Wahyu K, memilih bungkam usai diperiksa penyidik KPK terkait pengembangan perkara dugaan Tin…

Jumat Berkah : Hakim yang Adil Menurut Al-Qur’an

Jumat Berkah : Hakim yang Adil Menurut Al-Qur’an

Jumat, 25 Sep 2026 08:29 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:29 WIB

Allah SWT Allah tidak pernah melampaui batas dan tidak pernah berbuat aniaya (zalim) kepada siapa pun. Keadilan-Nya meliputi balasan amal perbuatan manusia di…

Mobil Cekli Nissan Novo Mesto, Slovenia, tak Dipasarkan ke Indonesia

Mobil Cekli Nissan Novo Mesto, Slovenia, tak Dipasarkan ke Indonesia

Jumat, 25 Sep 2026 08:27 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:27 WIB

SURABAYAPAGI.com - Mobil cekli akan diproduksi di pabrik Nissan di Novo Mesto, Slovenia, bersama Renault Twingo dan Dacia Spring. Nissan dijadwalkan…

Sekitar 1.000 Petani Temui Mentan Adukan Distribusi Pupuk

Sekitar 1.000 Petani Temui Mentan Adukan Distribusi Pupuk

Jumat, 25 Sep 2026 08:25 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menemui sekitar 1.000 petani asal Indramayu yang datang ke Kantor Pusat Kementerian Pertanian…

Menkeu Akui Balpres Impor, Rugikan Tukang Jahit

Menkeu Akui Balpres Impor, Rugikan Tukang Jahit

Jumat, 25 Sep 2026 08:22 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:22 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menkeu akui masuknya baju bekas impor ilegal atau balpres impor ke Indonesia, dapat merugikan tukang jahit hingga industri tekstil di dalam…