Kiai NU "Bertengkar", Apa yang Kau Cari

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
H. Raditya M Khadaffi
H. Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Mengikuti "pertengkaran" atau polemik antar Kiai di PBNU, satu bulan terakhir ini, sebagai warga nahdliyin saya bertanya apa yang kau cari Pak Kiai?

What are you looking for?" atau What do you seek?. Ini dalam bahasa gaulnya.

Itu, sebuah pertanyaan mendalam yang menanyakan tujuan hidup, makna, atau sesuatu yang diinginkan seseorang, termasuk kiai kiai pengurus PBNU.

Saya bertanya seperti itu untuk menggali motivasi dan arah hidup mereka dalam konteks rohani atau pendidikan. Ini adalah pertanyaan reflektif untuk menemukan esensi dari pencarian seseorang, apakah itu kebenaran, ilmu, kebahagiaan, atau tujuan akhir.

Dalam lingkup spiritual, pertengkaran itu apa untuk mencari Tuhan, atau mencari makna hidup yang lebih dalam, seperti pertanyaan Yesus kepada murid-murid-Nya.

Saya juga menanyakan apa yang ingin dicapai para kiai dalam proses belajarvpendidikan dan pengajaran yang bermanfaat).

Saya merenung

 tentang apa yang sebenarnya mereka kejar? Apakah itu harta, jabatan, kebahagiaan, atau jati diri? Konon soal proyek tambang. Walahualam.

 

***

 

Hari Sabtu lalu, Ponpes Tebuireng Jombang menggelar silaturahmi untuk Mustasyar dan Ketua Umum PBNU.

KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya tampak hadir di lokasi dan mengaku siap memenuhi apapun permintaan kiai sepuh NU meski tidak tahu apa tujuan pemanggilan dirinya.

"Apapun yang nanti diminta saya siap. Apapun yang ditanyakan, saya siap jawab," ujar Gus Yahya kepada wartawan usai mengawali kunjungan di Ponpes Tebuireng dengan berziarah ke makam pendiri NU, KH Hasyim Asy'ari, Sabtu (6/12/2025).

Untuk diketahui, PP Tebuireng menggelar silaturahmi untuk Mustasyar dan Ketua Umum PBNU. Undangan silaturahmi ini ditandatangani Pengasuh PP Tebuireng KH Abdul Hakim Machfudz atau Gus Kikin.

Pertemuan Mustasyar dan Ketua Umum PBNU di Ndalem Kasepuhan PP Tebuireng ini digelar tertutup. Pantauan wartawan di lokasi, ada sejumlah kiai sepuh NU yang hadir.

Antara lain, mantan Ketum PBNU KH Said Aqil Sirodj, Pengasuh Ponpes Lirboyo Kediri KH Anwar mansyur dan Pengasuh Ponpes Al-Falah Ploso Kediri KH Nurul Huda Djazuli.

 Gus Yahya tiba di Ponpes Tebuireng, Desa Cukir, Diwek, Jombang sekitar pukul 11.30 WIB. Begitu tiba di lokasi, Ketum PBNU ini langsung menuju makam masyayikh Tebuireng di belakang pesantren.

Di dalam makam, Gus Yahya didampingi Katib A'am PBNU KH Said Asrori, KH Muhammad Aunullah A'la Habib, serta anggota Syuriyah KH Ali Akbar Marbun. Kemudian, Sekjen PBNU Amin Said Husni dan Bendahara Umum Sumantri Suwarno.

Saat berziarah, Gus Yahya memilih bersimpuh di samping pusara makam KH Hasyim Asy'ari. Ketum PBNU ini terus menundukkan kepala selama membaca tahlil saat menggelar doa bersama.

Gus Yahya menyampaikan kedatangannya ke PP Tebuireng dalam rangka memenuhi panggilan para kiai sepuh. Namun, ia belum mengetahui tujuan dari undangan tersebut. Setelah bersimpuh di samping pusara makam KH Hasyim Asy'ari, apa lagi yang kau cari Pak Kiai?

 

***

 

Pak Kiai dalam tataran sosial dan budaya adalah figur sentral yang berperan sebagai pemimpin spiritual, pendidik, penjaga nilai, dan panutan teladan. Ia juga membimbing masyarakat (terutama santri) agar berakhlak mulia dan berbudaya. Termasuk mengintegrasikan nilai Islam dengan tradisi lokal. Karenanya, ucapannya sering menjadi rujukan moral dan sosial untuk menjaga keharmonisan dan identitas budaya di tengah modernisasi.

Dalam pandangan saya, kiai menjadi figur otoritas moral yang dipercaya masyarakat. Selain menjadi rujukan dalam menyelesaikan masalah, dan membimbing umat agar tetap berpegang pada nilai-nilai luhur.

Dengan kejadian ini saya malah bertanya mana

peran Kiai memelihara harmoni sosial, terutama meminimalisir konflik? Lha para Kiai NU sendiri kini "bertengkar".

Mana pemberian teladan atau Uswah Hasanah pak Kiai NU saat ini?. Saya diberi wejangan oleh guru spiritual saya bahwa Kiai bukan hanya guru, tapi juga teladan hidup. Ini karena para Kiai dikenal dengan kejujurannya, integritas, dan akhlak yang baik, terutama bagi santri. Apa yang kau cari Pak Kiai ? ([email protected])

Berita Terbaru

Ditawar hingga Lebih dari Rp1 M, Alun-alun Lamongan Penuh Surganya Bonsai

Ditawar hingga Lebih dari Rp1 M, Alun-alun Lamongan Penuh Surganya Bonsai

Selasa, 30 Jun 2026 11:53 WIB

Selasa, 30 Jun 2026 11:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Tak sekadar memanjakan mata, sebanyak ratusan pohon bonsai dengan aneka bentuk dan karakter memenuhi Alun-alun Lamongan. Bahkan,…

Desa Durung Banjar Sukses Melaksanakan Serah Terima Jabatan Kepala Desa Periode 2026 s.d. 2034

Desa Durung Banjar Sukses Melaksanakan Serah Terima Jabatan Kepala Desa Periode 2026 s.d. 2034

Selasa, 30 Jun 2026 11:36 WIB

Selasa, 30 Jun 2026 11:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Serah terima jabatan Kepala Desa Durung Banjar periode 2026–2034 telah resmi dilaksanakan di Pendopo Balai Desa Durung Banjar, Kec…

Gandeng Damri, Pemkab Madiun Fasilitasi Angkutan Operasional Bagi ASN

Gandeng Damri, Pemkab Madiun Fasilitasi Angkutan Operasional Bagi ASN

Selasa, 30 Jun 2026 11:33 WIB

Selasa, 30 Jun 2026 11:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Sebagai bagian dari fasilitas yang diberikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, pihaknya kini telah menyediakan angkutan…

Genjot Ekonomi Lokal, Pemkab Probolinggo Upayakan Kopi Pinang Jadi Produk Unggulan

Genjot Ekonomi Lokal, Pemkab Probolinggo Upayakan Kopi Pinang Jadi Produk Unggulan

Selasa, 30 Jun 2026 11:22 WIB

Selasa, 30 Jun 2026 11:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Sebagai salah satu langkah strategis menggenjot perekonomian lokal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo terus berkomitmen…

Lewat BUMD, Pemkab Bojonegoro Berupaya Perkuat Perekonomian Petani

Lewat BUMD, Pemkab Bojonegoro Berupaya Perkuat Perekonomian Petani

Selasa, 30 Jun 2026 11:16 WIB

Selasa, 30 Jun 2026 11:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Melalui keberadaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro Pangan Mandiri (BPM) yang memproduksi beras Rojo Nogo, saat ini…

Mulai Uji Jalan Radial Road Lontar, Pemkot Surabaya Upayakan Tak lagi Macet

Mulai Uji Jalan Radial Road Lontar, Pemkot Surabaya Upayakan Tak lagi Macet

Selasa, 30 Jun 2026 11:06 WIB

Selasa, 30 Jun 2026 11:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya untuk mengatasi kemacetan yang terjadi di kawasan Kota Pahlawan, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, sedang…