Saat Peringati Hakordia di Wilayahnya, Tapi Malah di OTT KPK Disangka Korupsi Rp 5,75 Miliar
SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya menghadiri acara peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) yang berlangsung di Nuwo Balak Gunungsugih, Selasa (9/12/2025). KPK mengamankan Ardito berkaitan dengan kasus suap proyek
Dari video berdurasi 37 detik yang beredar Bupati Ardito Wijaya tampak mengenakan baju PDH coklat dengan peci hitam.
Dia sempat menyapa dan bersalam-salaman dengan para ASN. Dia juga sempat menerbangkan burung bersama para pegawainya di depan Nuwo Balak.
Berdasarkan unggahan dilihat Surabaya Pagi pada akun instagram @Pemkab_Lamteng, Ardito nampak mengikuti acara Hakordia tersebut mengenakan seragam dinas PNS cokelat atau pakaian dinas harian (PDH) khaki. Ia tiba mengenakan kopiah khas warna hitam seraya menenteng sebuah buku catatan.
Di momen itu, Ardito selaku kepala daerah turut terekam memberikan sambutan kepada peserta kegiatan mayoritas merupakan ASN di lingkungan Pemkab Lampung Tengah. Bukan cuma itu, ia juga sempat menyalami beberapa ASN dengan senyuman lebar.
Masih dalam unggahan tersebut, Ardito turut menyematkan pin "Anti Korupsi" dan memberikan penghargaan kepada sejumlah ASN. Kemudian ia juga tampak swafoto bersama dengan jajaran Forkopimda Lampung Tengah dengan latar spanduk bertuliskan "Hakordia".
Selain itu, Bupati Ardito bersama pimpinan Forkopimda Lampung Tengah mengabadikan momen acara Hakordia tersebut dengan melepaskan burung merpati bersama-sama di pelataran lokasi acara.
Memasuki detik-detik akhir video, tampak jelas layar LED kegiatan bertulis "HAKORDIA, Hari Anti Korupsi Sedunia 2025. Berantas Korupsi Untuk Kemakmuran Rakyat". Tulisan itu turut dilengkapi foto Ardito Wijaya selaku Bupati Lampung Tengah bersama sang wakil bupati.
Terkait kegiatan OTT tersebut, KPK mengungkapkan telah menangkap lima orang di wilayah Kabupaten Lampung Tengah, Lampung. Salah satunya Bupati Ardito Wijaya.
Perkara Dugaan Suap
“Setelah dilakukan pemeriksaan intensif pada tahap penyelidikan dan telah ditemukan unsur dugaan peristiwa pidananya, maka perkara ini naik ke tahap penyidikan, yang kemudian setelah ditemukan kecukupan alat bukti, KPK menetapkan 5 orang sebagai tersangka,” ujar Plh Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Mungky Hadipratikto di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (11/12). KPK mengungkap Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya diduga telah menerima fee Rp 5,75 miliar dari kasus suap proyek.
Mungky menjelaskan, kasus yang menjerat kelima tersangka adalah perkara dugaan suap. Menurut hasil penyidikan, Ardito Wijaya selaku Bupati Lampung Tengah. Dia mematok fee 15% hingga 20�ri setiap proyek yang ada di wilayahnya untuk memperkaya diri.
Dia menambahkan, atas perbuatan para tersangka, KPK menjeratnya dengan pasal berlapis. AW, ANW, RHS, dan RHP selaku pihak penerima, disangkakan telah melanggar ketentuan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12 B UU No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas UU No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
KPK Jaring Lima orang
Sebelumnya sempat heboh kabar sejumlah pejabat di Lampung Tengah
terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin malam.
KPK telah menjaring lima orang terkait operasi tangkap tangan (OTT) perkara suap proyek di Lampung Tengah. KPK turut menyita barang bukti berupa uang tunai hingga emas.
"Tim juga mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai, dalam bentuk rupiah dan juga logam mulia dalam bentuk emas," kata Jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/12/2025).
Budi menjelaskan kegiatan tangkap tangan ini berkaitan dengan proyek pengadaan di Lampung Tengah. Pihak yang telah diamankan merupakan penyelenggara negara dan swasta.
"Kegiatan tertangkap tangan ini terkait dengan proyek-proyek pengadaan di wilayah Lampung Tengah dan yang diamankan pada kemarin pihak dari penyelenggara negara dan juga pihak swasta," ujarnya.
Ardito langsung dibawa ke gedung KPK dan tiba pada malam hari sekitar pukul 20.15 WIB.
"Alhamdulillah sehat. Di rumah aja," sebut Ardito saat tiba.
KPK sendiri telah selesai melakukan gelar perkara atau ekspos terkait OTT tersebut. KPK telah menetapkan tersangka terkait kasus ini.
"KPK juga telah melakukan ekspos di mana sudah ditetapkan pihak-pihak yang menjadi tersangka dalam perkara ini. Sehingga dalam 1x24 jam sudah ditetapkan status hukum terhadap pihak-pihak yang kemarin diamankan," kata Budi.
KPK belum menjelaskan identitas para tersangka. Konferensi pers terkait OTT Bupati Lampung Tengah akan disampaikan ke publik.
Peringatan Hakordia Lepaskan Burung
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo menginformasi ihwal kegiatan OTT tersebut. Tim lembaga antirasuah menangkap lima orang di wilayah Lampung, selanjutnya dibawa ke Jakarta.
Budi melanjutkan, rangkaian kegiatan OTT tersebut bermula dari permintaan keterangan terhadap sejumlah pihak di wilayah Jakarta dan Lampung, Selasa (9/12/2025).
Kemudian tim KPK melakukan kegiatan tangkap tangan atas dugaan tindak pidana korupsi di wilayah Kabupaten Lampung Tengah, Rabu (10/12/2025). "Salah satunya Bupati Lampung Tengah (Ardito Wijaya)," imbuh Budi.
Dalam video yang diterima Surabaya Pagi Ardito bersama para Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Lampung Tengah melaksanakan peringatan Hakordia dengan cara melepaskan burung merpati.
Ardito mengenakan pakaian setelan berwarna cokelat dengan mengenakan peci hitam. Suasana riuh diiringi tepuk tangan tergambar dalam video tersebut.
"Iya kemarin Pak Ardito hadir diacara itu (Hakordia)," kata seorang ASN di Kabupaten Lampung Tengah yang tidak ingin disebutkan namanya.
Dokter dan Politikus
Ardito Wijaya (lahir 23 Januari 1980) adalah seorang dokter dan politikus Indonesia yang menjabat sebagai Bupati Lampung Tengah periode 2025–2030. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Bupati Lampung Tengah periode 2021–2025.
Dari beberapa sumber, inilampung.com mendapat informasi bila seusai memimpin acara Hari Anti Korupsi di rumah dinasnya, Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Ardito Wijaya berpamitan kepada keluarganya.
“Iya, tadi Ardito pamit sama keluarganya. Tidak jelas kenapa. Tapi setelah itu dia berangkat ke Jakarta. Wajahnya kelihatan galau bener," ucap salah satu sumber.
Menurut pantauan, Bupati Lamteng Ardito berangkat dari Bandara Raden Inten II Branti, Lampung Selatan, sekira pukul 15.35 WIB. Pukul 16.20 WIB diketahui ia telah berada di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, sebagaimana terpantau dari tayangan sebuah tiktok.
Sebuah sumber mengemukakan, Ardito bergegas ke Jakarta untuk segera datang ke Gedung KPK di Kuningan. n erc/il/jk/cr6/rmc
Editor : Moch Ilham