Natal dan Kepedulian

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kamis besok tanggal 25 Desember, hari Natal. Tahun 2025 ini perayaan Natal di tengah bencana alam Sumatera. Natal dipenuhi oleh suasana keprihatinan mendalam. Ada momen yang menguatkan akan pentingnya solidaritas, empati, dan harapan.

Fokus perayaan Natal bisa bergeser dari kemewahan tradisi ke makna Natal yang paling hakiki, yaitu kehadiran di tengah penderitaan dan kerelaan untuk peduli kepada sesama.

Natal  kembali menghampiri dengan sukacita, doa, dan cahaya lilin yang menyemarakkan gereja-gereja di seluruh Indonesia. Namun, tahun ini, sukacita itu bertemu dengan duka besar di Sumatera. Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menimbulkan korban jiwa dalam jumlah yang sangat besar.

Apakah  umat mudah melupakan inti Natal itu sendiri?

Kata teman pemeluk agama Nasrani, Allah hadir bersama manusia. Kehadiran itu bukan kemegahan, melainkan kesederhanaan. Ia hadir di palungan, dekat dengan mereka yang tersisih, berkekurangan, dan tidak memiliki ruang untuk berlindung.

Gereja di berbagai daerah sering menjadi salah satu pihak yang paling cepat merespons bencana: menggalang bantuan, mengirimkan logistik, menyediakan ruang aman bagi anak-anak, hingga mengutus relawan. Tindakan-tindakan ini bukan sekadar aksi sosial, kata teman wujud iman yang bekerja.

Katanya, Natal tahun ini dapat menjadi momentum untuk mengalihkan sebagian energi perayaan menjadi energi kepedulian.

 

***

 

Dalam bahasa umum, energi kepedulian terhadap korban bencana alam adalah kekuatan kolektif . Ada aksi nyata seperti donasi (sembako, pakaian, alat tulis, mainan edukatif). Teman  menjadi relawan nedis. Ia ikut melakukan penyaluran bantuan logistik dan medis.

Ini dianggap gerakan gotong royong dan edukasi lingkungan. Tujuan meringankan beban korban dan mempercepat pemulihan.

Teman bilang untuk mengurangi penderitaan fisik dan psikologis korban.

Inilah  kekuatan kepedulian sosial.

Dalam konteks kemanusiaan, penanganan bencana bukan hanya urusan pemerintah atau lembaga khusus. Masyarakat, komunitas, dan individu memiliki peran penting dalam mempercepat pemulihan dan mengurangi dampak yang dirasakan para korban. Inilah yang menjadi fondasi dari semangat bangkit bersama, sebuah nilai yang menunjukkan bahwa gotong royong sebagau kekuatan terbesar bangsa ini.

 

***

 

Menurut teman, kepedulian sosial umat Kristiani berakar pada ajaran kasih Kristus, yaitu mengasihi Tuhan dan sesama, yang diwujudkan melalui tindakan nyata seperti membantu yang miskin, yatim piatu, dan tertindas, serta membangun keadilan dan keharmonisan sosial, bukan hanya kesalehan pribadi.

Ini mencakup pelayanan material (bantuan pangan, kesehatan) dan spiritual (doa, pembinaan), pemberdayaan masyarakat, serta menjaga keutuhan ciptaan (lingkungan). Ini sebagai wujud iman yang hidup dan mempraktikkan hukum kasih dalam kehidupan sehari-hari.

Teman menyebut dasar teologis dan Alkitabiah

adalah kasih kepada sesama seperti diri sendiri (Matius 22:39). Ini adalah perintah utama, yang menuntut tindakan nyata bagi yang membutuhkan.

Teman bilang Yesus mengajarkan peduli pada yang miskin (Matius 26:11) dan memberikan contoh pelayanan langsung kepada mereka.

Bahkan diajarkan jemaat mula-mula hidup dalam kebersamaan, menjual harta, dan membagi sesuai kebutuhan (Kisah Para Rasul 2:44-47).

Alkitab juga mendorong kebaikan hati, bermurah hati kepada orang miskin, membela yang lemah, dan mengutuk penindasan.

Bentuk Implementasi Kepedulian Sosialnya memberi makan orang lapar, memberi minum orang haus (Yohanes 21:15-17).

Mendirikan poliklinik/layanan kesehatan gratis untuk umum (Kristen/non-Kristen).

Memberi perlindungan bagi tunawisma dan yang membutuhkan.

Kepedulian termasuk doa bersama, dukungan emosional, dan pelayanan pastoral.

Teman pernah usul ke Gereja jika anggaran dekorasi gereja mencapai jutaan rupiah, sebagian dapat dialihkan untuk membeli kebutuhan dasar para korban bencana. Jika keluarga dapat menyiapkan hampers dan konsumsi perayaan, tentu sebagian kecil dapat disisihkan untuk membantu kebutuhan mendesak warga terdampak.

Saya dan teman punya gambaran yang sama tentang cerita Natal dalam suasana bencana alam di Sumatera.

Latar belakang penderitaan daerah-daerah yang dilanda bencana, seperti banjir dan longsor di Provinsi Sumatra Utara (Sumut), Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) dan Provinsi Aceh pasti ada warga terdampak menyambut Natal dalam kondisi memprihatinkan.

Natal di tengah bencana bisa dimaknai sebagai refleksi akan kasih Allah yang hadir dalam kesederhanaan dan penderitaan manusia.

Saya gambarkan musik Natal besok adalah tawa, kehangatan Natal adalah persahabatan, semangat Natal adalah cinta.

Natal tahun 2025 di tengah bencana menjadi saat ini semoga bisa menjadi momentum luar biasa untuk wujudkan semangat kasih dan kepedulian. Merry Christmas!” ([email protected])

Berita Terbaru

Sambut Gavriel Novanto di Pandaan, Ketua DPD AMPI Jatim: Komitmen Kembali ke Akar Sejarah Adalah Kunci Pembaharuan

Sambut Gavriel Novanto di Pandaan, Ketua DPD AMPI Jatim: Komitmen Kembali ke Akar Sejarah Adalah Kunci Pembaharuan

Kamis, 17 Sep 2026 15:40 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 15:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Dewan Pimpinan Daerah Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (DPD AMPI) Jawa Timur menyambut hangat kehadiran Calon Ketua Umum DPP…

Ledakan Dahsyat Pabrik di Lamongan, 1 Meninggal dan 6 Luka Berat

Ledakan Dahsyat Pabrik di Lamongan, 1 Meninggal dan 6 Luka Berat

Kamis, 17 Sep 2026 14:42 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 14:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Ledakan dahsyat terjadi di PT Superior Prima Sukses, yang berada di Desa Warukulon RT 03 RW 03, Kecamatan Pucuk, Kabupaten…

Jalur Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu Ditutup Sementara Demi Keselamatan

Jalur Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu Ditutup Sementara Demi Keselamatan

Kamis, 17 Sep 2026 14:30 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Menindaklanjuti kebakaran hutan yang melanda kawasan lereng Gunung Lawu sejak Senin (14/09/2026), Perhutani Kesatuan Pemangkuan…

Dampak Kekeringan Terus Meluas, 5 Desa di Ponorogo Mulai Krisis Air Bersih

Dampak Kekeringan Terus Meluas, 5 Desa di Ponorogo Mulai Krisis Air Bersih

Kamis, 17 Sep 2026 14:29 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 14:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Menindaklanjuti fenomena kekeringan saat musim kemarau yang terus meluas turut melanda 5 desa yang tersebar di sejumlah kecamatan…

Antisipasi Flu Like Syndrome, Dinas Kesehatan Kota Batu Imbau Terapkan PHBS

Antisipasi Flu Like Syndrome, Dinas Kesehatan Kota Batu Imbau Terapkan PHBS

Kamis, 17 Sep 2026 14:18 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 14:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Sebagai langkah mengantisipasi Flu Like Syndrome, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu mengimbau masyarakat menerapkan Pola Hidup Bersih…

Okupansi Hotel di Banyuwangi Turun 10 Persen Gegara Kawah Ijen Terbakar

Okupansi Hotel di Banyuwangi Turun 10 Persen Gegara Kawah Ijen Terbakar

Kamis, 17 Sep 2026 14:12 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 14:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Imbas kebakaran huran dan lahan (karhutla) di Gunung Ijen turut mempengaruhi sektor pariwisata Banyuwangi. Sejumlah hotel di…