Dua Kali Sidang, Nadiem Absen

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sidang terdakwa eks Menteri Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, dengan agenda dakwaan, ditunda lagi hingga 5 Januari 2026 mendatang. Ini karena Nadiem sedang masa pemulihan usai operasi.
Sidang terdakwa eks Menteri Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, dengan agenda dakwaan, ditunda lagi hingga 5 Januari 2026 mendatang. Ini karena Nadiem sedang masa pemulihan usai operasi.

i

Dokter Rutan Salemba Jakarta Melihat Mantan Menteri Jokowi, Sakit Alami Pendarahan

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Sidang terdakwa eks Menteri Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, dengan agenda dakwaan, ditunda lagi hingga 5 Januari 2026 mendatang. Ini kali kedua Nadiem absen sidang dengan alasan sakit.

Hal itu diputuskan Hakim usai Nadiem Makarim kembali tidak hadir dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pada hari Selasa (23/12/2025). Ini karena ia masih sakit pascaoperasi.

Dokter Muhammad Yahya Sobirin mengatakan Nadiem mengalami pendarahan.

Hal itu disampaikan Yahya saat dihadirkan jaksa untuk menjelaskan kondisi Nadiem, dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (23/12/2025). Yahya menjelaskan, Nadiem mengalami pendarahan pada 9 Desember 2025.

"Jadi saya sebagai dokter penanggung jawab di cabang rutan Salemba Jakarta Selatan. Jadi sementara waktu itu pasien mengalami sakit, jadi saya melakukan pemeriksaan pertama kali kepada beliau," kata Yahya.

"Kemudian saya membuat surat rekomendasi untuk dibawakan ke rumah sakit karena terjadi pendarahan pada tanggal 9 Desember 2025," sambungnya.

Yahya mengatakan Nadiem memerlukan istirahat pascaoperasi selama 21 hari. Atas dasar pertimbangan tersebut, hakim pun menjadwalkan ulang sidang dakwaan Nadiem Makarim, pada Senin (5/1/2026).

"Siap, pascaoperasi pas 21 hari," ujar Yahya.

"Saya kira cukup, ya. Penasihat hukum dibenarkan bahwa memang harus diistirahatkan selama 21 hari setelah pascatindakan," kata hakim.

"Saya kira demikian ya untuk terdakwa Nadiem. Kita berikan kesempatan untuk menjalani masa perawatan selama 21 hari dan akan dibuka kembali persidangan di hari Senin, tanggal 5 Januari 2026. Kita berharap semoga terdakwa bisa sehat dan bisa menjalani persidangan," sambung hakim.

 

Jalani Masa Pemulihan

Mulanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjelaskan, Nadiem Makarim harus menjalani masa pemulihan usai operasi, selama 21 hari, dan baru dapat dihadirkan ke persidangan pada 2 Januari 2026 mendatang.

"Berdasarkan surat keterangan dokter pascaoperasi itu bisa dikatakan pulih ketika 21 hari setelah operasi, artinya sekitar 2 Januari 2026 baru bisa dihadirkan," ungkap jaksa dalam persidangan, Selasa,

2 Januari 2026 di hari Jumat ya? Berarti hari ini belum bisa dihadirkan ya?" tanya hakim kepada jaksa.

"Siap Yang Mulia," jawab jaksa.

Saat disinggung hakim terkait, kemungkinan dapat menghadirkan Nadiem dalam persidangan, jaksa mengatakan pihaknya mengikuti saran dokter, yakni pada 2 Januari 2026.

"Dari penuntut umum terhadap penyampaian dari dokter untuk menghadirkan terdakwa di hari apa?" tanya hakim lagi.

"Izin Yang Mulia, mengingat karena surat dakwaan itu, artinya harus ditanyakan kepada terdakwa apakah dia mengerti atau tidak, kami mengikuti saran dokter untuk bisa kami hadirkan nanti di tanggal 2 Januari 2026," jawab jaksa.

tanggapan penasihat hukum Nadiem, majelis hakim kemudian berdiskusi dan  bersepakat sidang dakwaan Nadiem ditunda hingga Senin, 5 Januari 2026 mendatang.

"Majelis Hakim sudah bersepakat untuk selanjutnya menentukan hari sidang untuk perintah kepada Penuntut Umum menghadirkan terdakwa di hari Senin tanggal 5 Januari 2026. Saya kira sudah cukup waktu," ucap hakim.

"Saya kira demikian ya, untuk terdakwa Nadiem kita beri kesempatan untuk menjalani masa perawatan selama 21 hari dan akan dibuka kembali persidangan di hari Senin tanggal 5 Januari 2026. Kita berharap semoga terdawak bisa sehat dan menjalani persidangan," lanjut hakim.

 

Pernyataan Keluarga Nadiem

 Nadiem dijadwalkan untuk mendengarkan dakwaan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook, pada Selasa (16/12) pekan lalu, namun harus ditunda karena terdakwa yang masih dirawat pascaoperasi.

Sidang kembali dijadwalkan pada hari ini, Selasa (23/12), dan harus kembali ditunda lantaran Nadiem masih dalam proses pemulihan.

Korps Adhyaksa membenarnya, pendiri Gojek tersebut memang sedang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Jakarta.

"Nadiem masih dibantarkan," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung Anang Supriatna dikutip, Jumat (19/12/2025).

Meski demikian, dia mengklaim kejaksaan belum bisa memastikan apakah Nadiem sudah akan bisa hadir dalam sidang tundaan pembacaan dakwaan, Selasa depan. Toh, hakim juga membuka opsi pelaksanaan sidang jarak jauh atau menggunakan teknologi panggilan video.

 Menurut dia, Nadiem memang sempat menjalani operasi usai ditetapkan sebagai tersangka kasus Laptop Chromebook. Pada saat itu, keluarga memberikan pernyataan kalau Nadiem harus menjalani operasi tahap kedua untuk mengobati penyakit ambiennya.

Anang mengatakan, usai operasi tersebut, penyakit Nadiem tak kunjung membaik. Kali ini, eks menteri Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) tersebut mengalami infeksi pada ususnya.

"Di dalam usus, dalam apa gitulah. Ada infeksi," ujar dia. "Yang bersangkutan pascaoperasi masih butuh perawatan di rumah sakit." n erc/jk/cr5/rmc

Berita Terbaru

MA Batalkan Vonis Bebas PN Gresik, PPAT Resa Andrianto Divonis Penjara

MA Batalkan Vonis Bebas PN Gresik, PPAT Resa Andrianto Divonis Penjara

Minggu, 14 Jun 2026 14:16 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 14:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Perkara yang sempat menyita perhatian publik di Gresik akhirnya mencapai babak akhir. Mahkamah Agung (MA) RI membatalkan putusan b…

Petani di Jember Merugi Gagal Panen, Puluhan Hektare Jagung dan Padi Ludes Diserang Tikus

Petani di Jember Merugi Gagal Panen, Puluhan Hektare Jagung dan Padi Ludes Diserang Tikus

Minggu, 14 Jun 2026 14:12 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 14:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Dalam beberapa pekan terakhir, para petani jagung dan padi di wilayah Jember, Jawa Timur mulai merugi lantaran gagal panen akibat…

Gandeng BRI dan Polytron, PLN Group Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik di Jawa Timur

Gandeng BRI dan Polytron, PLN Group Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik di Jawa Timur

Minggu, 14 Jun 2026 14:08 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 14:08 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Dalam upaya mempercepat transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan, PLN Group Jawa Timur menggandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI) d…

Menuju MBG Berkualitas, DPRD Gresik Dorong Standarisasi Dapur dan Perlindungan Tenaga Kerja

Menuju MBG Berkualitas, DPRD Gresik Dorong Standarisasi Dapur dan Perlindungan Tenaga Kerja

Minggu, 14 Jun 2026 14:07 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 14:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Komitmen pemerintah dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus mendapat dukungan dan pengawalan serius dari DPRD K…

Gelar Apel Pasukan dan Peralatan, PLN UID Jatim Perkuat Sinergi Mitra Dengan

Gelar Apel Pasukan dan Peralatan, PLN UID Jatim Perkuat Sinergi Mitra Dengan

Minggu, 14 Jun 2026 14:02 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 14:02 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur menggelar Apel Gelar Peralatan dan Personel Kontrak Harga Satuan Jasa (KHS) K…

Scoot Genjot Ekspansi dan Strategi Pemasaran untuk Rebut Pasar Penerbangan Indonesia

Scoot Genjot Ekspansi dan Strategi Pemasaran untuk Rebut Pasar Penerbangan Indonesia

Minggu, 14 Jun 2026 14:00 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 14:00 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – Maskapai berbiaya rendah (low cost carrier/LCC) Scoot memperkuat penetrasi pasar Indonesia melalui strategi pemasaran berbasis lokal, s…