SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Setelah tak jabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dan kini jadi Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) Moeldoko, mengeluh. Apa lagi bila tak mengeluhkan perihal status insentif kendaraan listrik yang dinilai menggantung sehingga berdampak negatif bagi pelaku usaha, khususnya pemilik dealer.
Seharusnya, kata Moeldoko, pemerintah dapat bersikap tegas menyatakan sikap terkait sebuah kebijakan. Jika keputusan dibuat menggantung, baginya itu dapat merugikan banyak pihak.
"Menurut saya jauh lebih cepat diumumkan lebih bagus, karena selama ini kan digantung nih. Oh nanti akan ada insentif, ditunggu kapan. Akhirnya enggak beli-beli, sehingga dealer-dealer yang ada di daerah itu pada mules semua. Karena menunggu, masyarakat enggak ada yang beli," kata Moeldoko dalam acara EVolution Indonesia Forum CNN Indonesia di Jakarta, Selasa (3/2).
"Mendingan sudah diumumkan tidak ada lagi, selesai sudah. Di situ dunia industri akan mengkalkulasi, customer akan mengkalkulasi," katanya lagi.
Pernyataan ini berkaca dari rencana pemberian insentif motor listrik pada 2025 yang sebelumnya sempat dijanjikan, tetapi urung terjadi.
Kondisi itu dinilai membuat masyarakat menahan diri membeli motor listrik sehingga pasar motor listrik menyusut drastis. n cnn/ec/rmc
Editor : Moch Ilham