SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sebagai upaya fokus perbaikan jalan dengan kualitas yang baik dan tahan lama, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menegaskan perbaikan jalan di sejumlah titik di wilayah setempat tidak boleh dilakukan dengan metode tambal sulam, melainkan wajib menggunakan metode pengaspalan ulang atau overlay.
Sambil menunggu program betonisasi sepanjang sekitar 500 meter pada 2026, perbaikan sementara harus dilakukan dengan overlay di beberapa titik jalan yang rusak, seperti di Kecamatan Krian, Sidoarjo. Lantaran, metode pengaspalan ulang dinilainya sangat baik untuk diterapkan pada ruas-ruas jalan dengan tonase besar kerap lewat, seperti di Jalan Setiabudi, Kecamatan Krian, serta Jalan Kemangsen dan Jalan Jabaran di Kecamatan Balongbendo.
“Ini jalur kendaraan berat dengan tonase tinggi. Tidak boleh lagi ditambal karena cepat rusak jika pondasinya tidak kuat. Minggu ini harus mulai dikerjakan agar minimal dua tahun ke depan tetap baik,” ujar Bupati Sidoarjo, Subandi, Rabu (18/02/2026).
Selain itu, Subandi menegaskan perbaikan jalan harus menggunakan metode sesuai demi meningkatkan keselamatan seluruh pengguna jalan. Ia juga menekankan agar proyek perbaikan jalan dilakukan secara transparan, menggunakan material berkualitas, dan tidak mengulang persoalan teknis seperti sebelumnya. Pengawasan, kata dia, menjadi kunci agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat
"Tidak boleh hanya ditambal sulam karena aspal akan cepat rusak. Minggu ini harus segera dikerjakan agar minimal dua tahun ke depan kondisinya tetap baik dan meningkatkan keselamatan masyarakat,” kata Subandi.
Selain kerusakan jalan, warga di sekitar tiga jalan tersebut juga mengeluhkan banjir saat hujan yang mempercepat kerusakan infrastruktur. Sehingga, Pemkab Sidoarjo juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp59 miliar untuk program normalisasi sungai di berbagai penjuru Sidoarjo. sd-01/dsy
Editor : Redaksi