Dorong Kolaborasi Strategis, Pemkab Upayakan Hapus Kemiskinan Ekstrem di Jember

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kegiatan membersihkan lahan PTPN X di Desa Klatakan, Kecamatan Tanggul, Jember, Jawa Timur. SP/ JBR
Kegiatan membersihkan lahan PTPN X di Desa Klatakan, Kecamatan Tanggul, Jember, Jawa Timur. SP/ JBR

i

SURABAYAPAGI.com, Jember - Sebagai salah satu langkah strategis menghapus kemiskinan di wilayah Jember, Jawa Timur, kini Bupati Muhammad Fawait atau Gus Fawait mendorong kolaborasi strategis antara dua badan usaha milik negara (BUMN), yakni PTPN dan Perum Perhutani. Pasalnya, meski tren kemiskinan di Jember menunjukkan penurunan, persoalan tersebut belum sepenuhnya terselesaikan. 

Sehingga dengan adanya kolaborasi tersebut dapat mengatasi kemiskinan ekstrem yang masih terkonsentrasi di wilayah pinggir hutan dan perkebunan. Pihaknya juga menyebut jika kemiskinan sebagai pekerjaan rumah (PR) yang telah berlangsung lebih dari satu dekade, sehingga perlu menjadi fokus utama Pemkab Jember.

“Penurunannya ada, tetapi belum menyentuh akar masalah. PR kita masih besar, terutama di wilayah sabuk hijau, di pinggir perkebunan dan hutan,” ujar Bupati Gus Fawait, Selasa (14/04/2026).

Lebih lanjut, untuk fokus intervensi, menurutnya kini diarahkan pada masyarakat yang tinggal di sekitar lahan milik negara. Ia menilai keberadaan PTPN dan Perhutani di Jember seharusnya memberi dampak langsung terhadap kesejahteraan warga sekitar. Hal tersebut, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan nol persen kemiskinan ekstrem pada 2029. Pemerintah Kabupaten Jember tengah berikhtiar untuk ikut mencapai target tersebut.

“Kita punya dua BUMN besar di sini. Keberadaan mereka harus bisa membantu mengurai kemiskinan yang menumpuk di pinggir perkebunan dan hutan,” jelas Fawait.

Fawait mengungkapkan, terdapat sekitar 36 ribu hingga 38 ribu hektare lahan yang berpotensi dikelola masyarakat secara legal. Namun, ia menekankan agar hak kelola tersebut diprioritaskan bagi warga pinggir hutan yang masuk kategori miskin ekstrem berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Selain itu, Fawait menyoroti keberadaan lahan-lahan tidur milik PTPN, baik di kawasan perkebunan maupun wilayah perkotaan. Ia mendorong agar pengelolaan lahan tersebut melibatkan pihak ketiga dengan kewajiban menyerap tenaga kerja lokal. Menurut dia, pemanfaatan lahan di kawasan perkotaan juga dapat diarahkan untuk menghidupkan sektor ekonomi informal. Dengan begitu, mampu menahan laju kemiskinan baru. jr-02/dsy

Berita Terbaru

Kali Ditutup, Tambak Warga Terancam: Petambak Mengare Minta JIIPE Jangan Korbankan Wong Cilik

Kali Ditutup, Tambak Warga Terancam: Petambak Mengare Minta JIIPE Jangan Korbankan Wong Cilik

Senin, 02 Nov 2026 19:11 WIB

Senin, 02 Nov 2026 19:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Pengembangan kawasan industri semestinya membawa manfaat bagi masyarakat. Namun, ketika pembangunan justru membuat saluran air m…

MilkLife Strikers Tembus Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

MilkLife Strikers Tembus Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

Senin, 02 Nov 2026 18:57 WIB

Senin, 02 Nov 2026 18:57 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Strikers memastikan tiket ke final Singa Cup 2026 setelah finis sebagai pemuncak klasemen Grup A. Meski menelan kekalahan 0…

Dapat Anggaran Rp50,8 M, Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Tidak Optimal

Dapat Anggaran Rp50,8 M, Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Tidak Optimal

Senin, 02 Nov 2026 18:05 WIB

Senin, 02 Nov 2026 18:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Komisi D DPRD Jawa Timur menilai rancangan anggaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim tahun 2027 belum sesuai dengan kondisi…

BeautyFest Asia Surabaya 2026 Perluas Pengalaman Kecantikan lewat Workshop, Wellness dan Lifestyle

BeautyFest Asia Surabaya 2026 Perluas Pengalaman Kecantikan lewat Workshop, Wellness dan Lifestyle

Senin, 02 Nov 2026 17:46 WIB

Senin, 02 Nov 2026 17:46 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- BeautyFest Asia Surabaya 2026 by Popbela.com sukses digelar selama tiga hari, pada 30 Oktober–1 November 2026, di Convention Hall, T…

Sah!! Ning Ita Resmi Jabat Ketua DPC Gerindra Kota Mojokerto

Sah!! Ning Ita Resmi Jabat Ketua DPC Gerindra Kota Mojokerto

Senin, 02 Nov 2026 17:05 WIB

Senin, 02 Nov 2026 17:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota…

Luas Tanam Naik 2.000 Hektare, Produksi Tembakau di Ngawi Tembus 3.420 Ton

Luas Tanam Naik 2.000 Hektare, Produksi Tembakau di Ngawi Tembus 3.420 Ton

Senin, 02 Nov 2026 15:42 WIB

Senin, 02 Nov 2026 15:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Kondisi kemarau panjang mendorong sejumlah petani memanfaatkan lahan  pertanian mereka untuk membudidayakan tembakau. Sehingga, Dinas …