SurabayaPagi, Surabaya – Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, mendorong percepatan transformasi digital pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Timur sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto.
Arahan tersebut menekankan pentingnya pemberdayaan UMKM sebagai penggerak ekonomi nasional. Upaya itu diwujudkan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, dan komunitas.
Salah satu implementasinya terlihat dalam kegiatan AIM ASEAN Roadshow Kota Surabaya yang digelar di Gedung Jatim Expo, Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 750 pelaku UMKM dari Surabaya dan sekitarnya.
Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan usaha, sekaligus menjembatani kesenjangan antara akses teknologi dan penerapannya di lapangan. Dari kegiatan tersebut, ditargetkan sekitar 30–40 persen peserta mampu mulai mengadopsi tools digital dalam operasional bisnis mereka.
Tiar Karbala menilai tantangan utama UMKM bukan pada pengenalan teknologi, melainkan pada kesenjangan antara paparan teknologi dan implementasi nyata.
“Banyak UMKM sudah dikenalkan dengan teknologi, tetapi belum didukung literasi digital, pendampingan, akses pembiayaan, serta ekosistem yang memadai,” ujarnya.
Ia menegaskan, adopsi teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) membutuhkan dukungan ekosistem yang kuat. Pemerintah, menurutnya, berperan sebagai penggerak kolaborasi lintas sektor agar transformasi digital berjalan inklusif dan berkelanjutan.
“Masalah utamanya bukan ketersediaan teknologi, tetapi kesiapan pengguna, akses, dan literasi. Karena itu, inovasi harus diimbangi dengan perlindungan,” tambahnya.
Sementara itu, Co-Founder Kasir Pintar, Sitti Raisya Fitri, menyampaikan bahwa teknologi digital telah memberikan solusi nyata bagi UMKM, terutama dalam pengelolaan keuangan.
Dengan aplikasi kasir digital dan sistem pencatatan terintegrasi, pelaku usaha dapat mencatat transaksi secara akurat, memantau arus kas, serta mengambil keputusan berbasis data secara real-time.
“Ketika teknologi sesuai kebutuhan dan ekosistem mendukung, adopsi digital bisa langsung meningkatkan keberlanjutan usaha,” jelasnya.
Di Jawa Timur, UMKM memiliki peran dominan dalam perekonomian daerah. Berdasarkan data Kementerian UMKM per 31 Oktober 2025, jumlah UMKM di Jawa Timur mencapai 4,58 juta unit dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 5,33 persen.
Namun, sebagian besar pelaku usaha masih berada pada tahap awal digitalisasi dan belum optimal memanfaatkan teknologi lanjutan seperti AI, pengolahan data, maupun sistem manajemen digital.
Kegiatan AIM ASEAN Roadshow juga diisi dengan diskusi, berbagi pengalaman, serta pelatihan teknis yang berlangsung sepanjang hari. Materi pelatihan disusun secara praktis agar dapat langsung diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak yang membuka acara tersebut menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat UMKM melalui kolaborasi berbagai pihak.
Ia juga mendorong pelaku UMKM untuk mulai memanfaatkan teknologi digital, termasuk AI, guna meningkatkan efisiensi dan daya saing usaha.
“Teknologi dapat membantu pelaku usaha bekerja lebih cepat dan mudah. Ini menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem UMKM,” kata Emil.
Program AIM ASEAN merupakan inisiatif regional yang dijalankan ASEAN Foundation bersama AVPN untuk memperluas literasi teknologi dan pemanfaatan AI di Asia Tenggara. Di Indonesia, program ini dilaksanakan bersama KUMPUL Impact sebagai mitra pelaksana.
Kegiatan ini turut didukung sejumlah instansi, antara lain Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur, Dinas Koperasi dan Perdagangan Kota Surabaya, serta dinas terkait di Kabupaten Gresik dan Sidoarjo.
Melalui kegiatan ini, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga membangun jejaring kolaborasi serta meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi demi memperkuat daya saing di tengah perubahan pasar yang semakin cepat. Byb
Editor : Redaksi