Didominasi Pasangan Muda Berpendidikan Rendah, Perceraian di Bojonegoro Tembus 1.607 Perkara

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Panitera Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro, Sholikin Jamik. SP/BJN
Panitera Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro, Sholikin Jamik. SP/BJN

i

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Baru-baru ini, peningkatan tren kasus perceraian kembali melonjak di Kabupaten Bojonegoro. Berdasarkan catatan Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro hingga Juni 2026, sebanyak 1.607 perkara perceraian, atau naik 174 perkara dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 1.433 perkara, yang mayoritas pasangan yang bercerai didominasi dari kelompok usia produktif (usia muda) dengan tingkat pendidikan relatif rendah.

Panitera PA Bojonegoro, Sholikin Jamik, mengungkapkan, perkara perceraian terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. Pada 2024 tercatat sebanyak 1.401 perkara, naik menjadi 1.433 perkara pada Juni 2025, dan kembali meningkat menjadi 1.607 perkara pada Juni 2026. “Pada 2026, sebanyak 491 perkara berasal dari pasangan dengan pendidikan terakhir SMP dan 673 perkara dari lulusan SMA,” jelasnya, Selasa (04/08/2026).

Selain faktor pendidikan, usia pasangan juga menjadi perhatian. Perceraian paling banyak terjadi pada pasangan berusia 18–30 tahun dengan 622 perkara, disusul usia 31–40 tahun sebanyak 549 perkara. Oleh karenanya, kasus pernikahan usia anak di bawah 17 tahun masih ditemukan, meski jumlahnya relatif kecil, yakni sekitar 0,3 persen dari total perkara.

“Karena itu, edukasi pranikah, konseling keluarga, dan pembinaan bagi pasangan muda harus terus diperkuat agar mampu menekan angka perceraian, khususnya di usia produktif,” katanya.

Berdasarkan lama usia pernikahan, perceraian paling banyak terjadi pada pasangan yang baru membina rumah tangga kurang dari lima tahun, yakni sebanyak 477 perkara. Sedangkan pasangan dengan usia pernikahan lima hingga sepuluh tahun tercatat sebanyak 422 perkara. Pihaknya menegaskan jika penyebab utama perceraian masih didominasi pertengkaran yang terjadi secara terus-menerus. Faktor tersebut menyumbang sekitar 45,9 persen dari seluruh perkara perceraian pada 2026.

Selain itu, berbagai faktor lain juga mengalami peningkatan, mulai persoalan ekonomi, kebiasaan mabuk, salah satu pihak meninggalkan pasangan, hadirnya orang ketiga, hingga kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Menurutnya, rendahnya tingkat pendidikan turut memengaruhi kemampuan pasangan dalam menyelesaikan konflik rumah tangga. bj-01/dsy

Berita Terbaru

Fu Liwen Diduga Berperan sebagai Pengawas dalam Sindikat Scamming Surabaya

Fu Liwen Diduga Berperan sebagai Pengawas dalam Sindikat Scamming Surabaya

Selasa, 15 Sep 2026 14:24 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 14:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Nama Fu Liwen menjadi salah satu dari 41 warga negara asing (WNA) yang didakwa dalam perkara dugaan sindikat penipuan daring atau s…

Menikmati Nuansa Petik Stroberi hingga Glamping di Desa Wisata Pandanrejo

Menikmati Nuansa Petik Stroberi hingga Glamping di Desa Wisata Pandanrejo

Selasa, 15 Sep 2026 14:10 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 14:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Tidak hanya menawarkan suasana pedesaan dan panorama pegunungan, kawasan Desa Wisata Pandanrejo di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu juga…

Kenali Potensi, Siapkan Karier: 650 ASN Kota Mojokerto Ikuti ProASN

Kenali Potensi, Siapkan Karier: 650 ASN Kota Mojokerto Ikuti ProASN

Selasa, 15 Sep 2026 14:10 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 14:10 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto kembali melaksanakan Profiling ASN melalui Program ProASN sebagai bagian dari tahapan penerapan ma…

Targetkan 600 Mahasiswa, Pemkot Batu Perkuat Program 1.000 Sarjana di 2027

Targetkan 600 Mahasiswa, Pemkot Batu Perkuat Program 1.000 Sarjana di 2027

Selasa, 15 Sep 2026 14:03 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 14:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Guna memperluas akses pendidikan tinggi dan memperkuat kualitas sumber daya manusia daerah, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu,…

Perkuat Stok Benih Tembakau Paiton 4, Diperta Probolinggo Gencarkan Penangkaran di Lahan Poktan

Perkuat Stok Benih Tembakau Paiton 4, Diperta Probolinggo Gencarkan Penangkaran di Lahan Poktan

Selasa, 15 Sep 2026 13:55 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 13:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Melalui penangkaran di lahan Kelompok Tani (Poktan) Sumber Abadi Desa Rawan Kecamatan Krejengan, Dinas Pertanian (Diperta)…

Stok Membusuk, Pedagang Ngeluh Cabai Rawit di Ponorogo Tembus Rp70 Ribu per Kg

Stok Membusuk, Pedagang Ngeluh Cabai Rawit di Ponorogo Tembus Rp70 Ribu per Kg

Selasa, 15 Sep 2026 13:42 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 13:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Melihat fenomena pasokan cabai rawit yang seret dan kualitas cabai yang banyak rusak, membuat sejumlah pedagang di Kabupaten…