Pemkab Magetan Waspadai Bahaya Medsos Berpotensi Picu Provokatif

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pemantapan Kewaspadaan Nasional dalam Pencegahan Intoleransi melalui Moderasi Beragama dan Pengawasan Aliran Kepercayaan di Pendopo Kecamatan Ngariboyo. SP/ NGW
Pemantapan Kewaspadaan Nasional dalam Pencegahan Intoleransi melalui Moderasi Beragama dan Pengawasan Aliran Kepercayaan di Pendopo Kecamatan Ngariboyo. SP/ NGW

i

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Menindaklanjuti media sosial yang biasa menjadi sarana positif dan negatif, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan mulai mewaspadai derasnya arus informasi di media sosial yang dinilai berpotensi memicu intoleransi dan radikalisme di tengah masyarakat.

Pasalnya, konten bernuansa provokatif dan kebencian disebut jauh lebih cepat viral dibandingkan pesan damai dan moderasi. Dan diketahui, untuk kondisi toleransi masyarakat Magetan sejauh ini sebenarnya tergolong sangat baik. Bahkan, indeks toleransi Kabupaten Magetan tahun 2025 tercatat mencapai angka 84,27.

“Artinya bahwa toleransi kita ini sudah cukup kuat, tetapi kita juga tidak boleh terlena,” ujar Plh Kepala Bakesbangpol Magetan, Joko Trihono, Kamis (28/05/2026).

Meski, kehidupan masyarakat Magetan selama ini dikenal guyub dan menjunjung tinggi semangat gotong royong lintas agama. Warga dari agama berbeda kerap saling membantu saat ada kegiatan keagamaan maupun sosial kemasyarakatan. Namun dibalik kondisi harmonis tersebut, Joko mengingatkan adanya ancaman baru yang muncul dari perkembangan media sosial dan digitalisasi yang semakin masif.

“Dengan adanya berbagai media sosial yang perkembangannya cukup besar, dengan digitalisasi yang sudah tidak terbendung, artinya kita juga harus mewaspadai hal-hal itu sehingga tidak sampai merusak toleransi yang sudah terbangun,” tegasnya.

Tak hanya itu, konten yang memancing kemarahan dan ketakutan disebut cenderung lebih cepat menyebar dibandingkan pesan-pesan damai. Menurutnya, intoleransi dan radikalisme biasanya tumbuh akibat minimnya literasi, kesenjangan informasi, serta kurangnya ruang dialog sehat di masyarakat. Karena itu, penguatan moderasi beragama dan nilai kebangsaan dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga harmoni sosial.

Sehingga, Pemkab Magetan berharap masyarakat semakin aktif menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh informasi provokatif yang berpotensi memecah kerukunan warga. “Moderasi beragama bukan berarti mengurangi keyakinan kita, tetapi menjalankan ajaran agama dengan bijak, toleran, dan seimbang,” pungkas Joko Trihono. mg-01/dsy

Berita Terbaru

Gerak KPK di Madiun Meluas, Geledah Dinkes hingga Datangi TPA Winongo

Gerak KPK di Madiun Meluas, Geledah Dinkes hingga Datangi TPA Winongo

Rabu, 07 Okt 2026 20:35 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 20:35 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.com, Madiun -  Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengacak-acak Kota Madiun, Rabu (7/10/2026). Kali ini, tim antirasuah mend…

Limbah Usaha Kuliner Resahkan Warga Kejuron, Plt Wali Kota Madiun Ancam Tutup Tempat Usaha Bandel

Limbah Usaha Kuliner Resahkan Warga Kejuron, Plt Wali Kota Madiun Ancam Tutup Tempat Usaha Bandel

Rabu, 07 Okt 2026 20:32 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 20:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun tak main-main terhadap pelaku usaha yang merusak lingkungan. Usaha kuliner di kawasan Kejuron…

Semangat Hari Kesaktian Pancasila, PLN UIT JBM Perkuat Keandalan Listrik di Surabaya

Semangat Hari Kesaktian Pancasila, PLN UIT JBM Perkuat Keandalan Listrik di Surabaya

Rabu, 07 Okt 2026 20:02 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 20:02 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Semangat Hari Kesaktian Pancasila diwujudkan PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) melalui aksi nyata menjaga k…

Berburu Kelezatan Autentik Sop Iga dan Rawon Kota Delta di Pawon Jenggolo

Berburu Kelezatan Autentik Sop Iga dan Rawon Kota Delta di Pawon Jenggolo

Rabu, 07 Okt 2026 18:35 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 18:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Pawon Jenggolo kembali mencuri perhatian para pencinta kuliner lewat penawaran menu andalan di Lime Restaurant Favehotel Sidoarjo m…

Diduga Mabuk, Pengamen Asal Pasuruan Aniaya Kakek Penjual Sate Berusia 69 Tahun di Blitar

Diduga Mabuk, Pengamen Asal Pasuruan Aniaya Kakek Penjual Sate Berusia 69 Tahun di Blitar

Rabu, 07 Okt 2026 17:33 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:33 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - AK 69 penjual Sate di warungnya, berteriak kesakitan karena terkena tusukan Sajam pada leher kiri dan kepalanya, teriak an Kakek di…

Serba Serbi Manten Expo Nusantara 2026 Menyala di Lippo Plaza Sidoarjo

Serba Serbi Manten Expo Nusantara 2026 Menyala di Lippo Plaza Sidoarjo

Rabu, 07 Okt 2026 17:31 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Pameran pernikahan terbesar dan terlengkap, yang dititel Serba-Serbi Manten Expo Nusantara 2026, sangat memukau dan menyita p…