SURABAYAPAGI.com, Magetan - Baru-baru ini warga di Desa Setren, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dihebohkan dengan lahirnya seekor anak sapi atau pedet dengan kondisi fisik yang tidak lazim. Tentu saja, fenomena tersebut membuat pemiliknya terkejut bukan main karena baru pertama kali menjumpai kejadian unik tersebut selama puluhan tahun ia menekuni dunia peternakan sapi.
Pasalnya pedet berjenis kelamin betina tersebut lahir dengan memiliki tiga mata, dua mulut, dua hidung, dua lidah, serta empat lubang hidung. Fenomena langka ini terjadi di kandang milik Parmin (57), seorang peternak setempat. Anak sapi tersebut merupakan keturunan dari indukan sapi jenis limosin hasil inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik yang dilakukan oleh petugas inseminator.
"Ini sapi limosin, hasil kawin suntik. Sudah bertahun-tahun saya pelihara, induknya juga sudah dua kali beranak," ujar Parmin, pemilik pedet unik di Magetan, Minggu (12/07/2026).
Dan meskipun kondisi fisik pedet limosin ini terbilang mengalami kelainan, Parmin menegaskan bahwa sebagian besar organ tubuh luar biasa pada anak sapinya itu dapat berfungsi dengan baik. Pedet tersebut memiliki struktur wajah yang bercabang, namun tetap bisa beraktivitas seperti anak sapi normal pada umumnya, termasuk saat makan dan minum.
Banyak warga yang penasaran dan ingin melihat langsung keunikan satwa tersebut. Bahkan, nilai jual pedet ini disinyalir bisa meroket karena kelangkaannya. Namun, Parmin menegaskan bahwa dirinya sudah membulatkan tekad untuk tidak akan menjual anak sapi limosin miliknya tersebut kepada siapa pun, berapa pun harga yang ditawarkan kelak. "Saya pelihara sendiri meski ada yang nawar satu miliar karena unik. Baru kali ini saya punya sapi seperti ini, jadi akan saya rawat. Ini keberuntungan buat saya," pungkas Parmin.
Bagi Parmin, kelahiran pedet ini adalah sebuah berkah spiritual yang harus dijaga. Kini, Parmin fokus memberikan perawatan intensif agar pedet unik pembawa keberuntungan tersebut dapat tumbuh sehat dan bertahan hidup hingga dewasa. mg-01/dsy
Editor : Redaksi