Krisis Integritas Bangsa, Kemendikti Apresiasi Model Pendidikan Pesantren 

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Sainstek) RI, Brian Yuliarto, saat memberikan sambutan dalam reuni akbar alumni Gontor. 
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Sainstek) RI, Brian Yuliarto, saat memberikan sambutan dalam reuni akbar alumni Gontor. 

i

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Krisis integritas dan moral dinilai masih menjadi tantangan besar bagi bangsa Indonesia di tengah melimpahnya sumber daya alam. 

Menanggapi persoalan tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Sainstek) RI, Brian Yuliarto, menyebut perlunya penguatan pendidikan karakter yang kokoh.

Menurut Brian, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) bersama Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor telah konsisten mengambil peran penting dalam mencetak kader bangsa yang berintegritas.

Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan dalam acara Reuni Akbar Alumni PTD, IPD, ISID, dan UNIDA Gontor yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-63 UNIDA Gontor, Minggu (12/7/2026).

"Bangsa kita adalah bangsa yang sangat kaya. Hanya saja kita kekurangan orang yang pintar, orang-orang yang punya integritas, punya akhlak yang tidak goyah karena apa pun. Dan saya yakin Gontor adalah penjaga garda terdepan untuk menciptakan pemimpin-pemimpin yang memiliki integritas," ujar Brian dalam sambutannya.

Brian menambahkan, reputasi Gontor sebagai lembaga pendidikan pembentuk karakter sudah sangat melekat di masyarakat. Ia bahkan berharap nilai-nilai integritas alumni Gontor bisa mewarnai berbagai perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia.

"Saya melihat Gontor itu tidak perlu lagi dikenalkan. Semua orang begitu tahu ada lulusan Gontor langsung, 'Waduh, Gontor ya.' Karena begitu marwahnya, auranya adalah aura orang-orang yang mampu menjaga integritas. Saya titip kalau bisa diperbanyak yang masuk ITB, yang masuk UI, yang masuk UGM sehingga lembaga-lembaga pendidikan kita nantinya bisa diisi oleh orang-orang hebat yang mampu menjaga integritas," ungkapnya.

Merespons pandangan Mendikti Sainstek, Rektor UNIDA Gontor, Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, menjelaskan bahwa kunci dari pembentukan karakter tersebut terletak pada konsistensi penerapan sistem pesantren sebagai fondasi utama universitas.

Di UNIDA Gontor, seluruh mahasiswa diwajibkan untuk tinggal di dalam lingkungan kampus dan mendapatkan pengawasan serta pendampingan penuh selama 24 jam.

"Universitas Darussalam Gontor ini universitas pesantren. Sebagai kelanjutan dari sistem Pondok Modern Darussalam Gontor yang sudah berumur 100 tahun. Mahasiswa semuanya tinggal di dalam asrama, tidak boleh tinggal di luar dan dibina secara intensif oleh para dosen, para dekan, termasuk rektor berada di dalam kampus selama 24 jam," terang Prof. Hamid.

Lebih lanjut, Prof. Hamid memaparkan bahwa kualitas mahasiswa tidak hanya diukur dari pencapaian akademik semata. Kampus menerapkan sistem penilaian holistik yang menggabungkan indeks prestasi kumulatif akademik (IPK) dan indeks prestasi kumulatif kepengasuhan/karakter (IPKS). Penilaian mencakup kedisiplinan harian, aktivitas keagamaan, hingga keterlibatan dalam organisasi.

"Keteladanan intelektual saja tidak cukup untuk hidup di masyarakat. Karena itu mahasiswa tidak hanya dinilai melalui UTS dan UAS, tetapi juga seluruh aktivitasnya, mulai seminar, hafalan Al-Qur'an, puasa Senin-Kamis, hingga menjadi pengurus organisasi. Mahasiswa yang memiliki IPK dan IPKS yang seimbang kami anggap sebagai mahasiswa teladan," tambahnya.

Milad ke-63 UNIDA Gontor kali ini terasa monumental karena bertepatan dengan songsong peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.roh

Berita Terbaru

Apindo Minta Penghapusan Pajak JHT Dikaji Matang, Jangan Bebani APBN

Apindo Minta Penghapusan Pajak JHT Dikaji Matang, Jangan Bebani APBN

Minggu, 12 Jul 2026 19:27 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 19:27 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta pemerintah tidak terburu-buru menghapus pajak atas pencairan manfaat Jaminan Hari Tua…

BEI Kantongi 7 Emiten Baru hingga 10 Juli, Dana IPO Tembus Rp2,16 Triliun

BEI Kantongi 7 Emiten Baru hingga 10 Juli, Dana IPO Tembus Rp2,16 Triliun

Minggu, 12 Jul 2026 19:25 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 19:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Hingga 10 Juli 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak tujuh perusahaan resmi melantai di pasar modal melalui penawaran…

Goal Aksis Cimahi Juara U-15, Akademi Persib Dominasi U-18 di HYDROPLUS Soccer League All-Stars

Goal Aksis Cimahi Juara U-15, Akademi Persib Dominasi U-18 di HYDROPLUS Soccer League All-Stars

Minggu, 12 Jul 2026 19:23 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 19:23 WIB

SurabayaPagi, Kudus – Laga final HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 seri perdana menghadirkan persaingan ketat di sektor sepak bola putri. Goal Aksis …

Perannya Semakin Menguat, Jumlah yang Aktif Capai 1.628 Koperasi

Perannya Semakin Menguat, Jumlah yang Aktif Capai 1.628 Koperasi

Minggu, 12 Jul 2026 18:20 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 18:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Pemerintah Kabupaten Lamongan bersinergi dengan berbagai pihak, terus mengupayakan untuk meningkatkan kualitas tata kelola dan…

Ritel Lesu, Hippindo Minta Stimulus Pemerintah Jaga Daya Beli

Ritel Lesu, Hippindo Minta Stimulus Pemerintah Jaga Daya Beli

Minggu, 12 Jul 2026 18:14 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 18:14 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pelaku usaha ritel mulai merasakan perlambatan konsumsi masyarakat setelah berakhirnya momentum belanja Natal dan Tahun Baru (Nataru) s…

Resmi Kukuhkan Pengurus, MUI Jatim Komitmen Dakwah Digital dan Kesehatan Mental Masyarakat

Resmi Kukuhkan Pengurus, MUI Jatim Komitmen Dakwah Digital dan Kesehatan Mental Masyarakat

Minggu, 12 Jul 2026 18:09 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 18:09 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur resmi mengukuhkan kepengurusan masa khidmat 2025–2030 di Gedung Negara Grahadi, Sur…