Febrie Diduga Sembunyikan Aset Secara Canggih

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Di balik dinding kayu sebuah rumah di Sentul, Bogor, penyidik menemukan brankas tersembunyi berisi 74 kilogram emas dan uang tunai sekitar Rp476 miliar. Rumah itu milik Febrie Adriansyah, pejabat yang hingga dua hari sebelumnya masih menjabat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, posisi tertinggi dalam penanganan perkara korupsi kelas kakap di Kejaksaan Agung.

Sabtu lalu, ia resmi berstatus tersangka dalam tiga perkara sekaligus, meliputi dugaan korupsi pengadaan batu bara yang memicu pemadaman listrik massal, penyimpangan penanganan hukum PT Asabri, hingga sengketa utang yang melibatkan anak usaha Krakatau Steel. Rekan tersangkanya, seorang advokat berinisial DR, langsung ditahan hari itu juga. Febrie sendiri, hingga Minggu, belum ditahan.

Saya menulis ini bukan untuk menghakimi bersalah tidaknya Febrie Adriansyah, karena itu sepenuhnya kewenangan pengadilan berdasarkan pembuktian yang sah. Yang ingin saya bedah adalah sesuatu yang lebih struktural, Pertanyaannya, mengapa jarak antara status tersangka dan penahanan bisa menjadi begitu elastis ketika yang berhadapan dengan hukum adalah bagian dari elite penegak hukum itu sendiri.

Ada fenomena apa katakan tentang desain kelembagaan sistem peradilan pidana kita.

Di sinilah fakta lapangan menjadi relevan. Penyidik telah memeriksa lebih dari lima belas saksi, dua ahli, serta melakukan penggeledahan di tiga belas titik lokasi di Jakarta dan Bogor selama dua hari berturut-turut. Temuan berupa puluhan kilogram emas yang disembunyikan di balik dinding rumah bukan indikasi yang lemah dalam kalkulasi risiko penghilangan barang bukti, melainkan justru sebaliknya, ia menunjukkan pola penyembunyian aset yang canggih.

Jika standar semacam ini pada kasus-kasus korupsi dengan tersangka warga biasa hampir selalu berujung penahanan segera guna mencegah risiko serupa, maka kejanggalan bukan terletak pada aturannya, melainkan pada konsistensi penerapannya. Hermawan Satrio

Berita Terbaru

Presiden BEM Unair Dijemput Paksa Polda Jatim

Presiden BEM Unair Dijemput Paksa Polda Jatim

Rabu, 28 Okt 2026 02:05 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 02:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Presiden BEM Unair, M Rizqi Senja Wirawan disebut sempat dijemput oleh Polda Jatim di kediamannya pada 19 Oktober 2026…

Mabuk! Tabrak Lari di Depan Grahadi, Erica Natasha Diadili

Mabuk! Tabrak Lari di Depan Grahadi, Erica Natasha Diadili

Rabu, 28 Okt 2026 02:03 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 02:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Erica Natasha Risakotta diadili di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya atas perkara kecelakaan beruntun yang menewaskan Rachmad P…

MENGACU TERORISME, UU TIPIKOR AKAN DIKAJI ULANG

MENGACU TERORISME, UU TIPIKOR AKAN DIKAJI ULANG

Rabu, 28 Okt 2026 02:00 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 02:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra…

TEP Unair kembangkan format keuangan digital untuk BUMDes

TEP Unair kembangkan format keuangan digital untuk BUMDes

Rabu, 28 Okt 2026 01:58 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 01:58 WIB

SURABAYAPAGI.com – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga (Unair) mengembangkan format laporan keuangan digital guna memudahkan pengurus BUMDes di D…

Wamendag Tekankan Inovasi untuk Perkuat Daya Saing Fesyen Lokal

Wamendag Tekankan Inovasi untuk Perkuat Daya Saing Fesyen Lokal

Rabu, 28 Okt 2026 01:56 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 01:56 WIB

SURABAYAPAGI.com – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong penguatan daya saing produk fesyen Indonesia melalui integrasi i…

Danantara Jadikan Koperasi Merah Putih Pusat Distribusi Barang Subsidi

Danantara Jadikan Koperasi Merah Putih Pusat Distribusi Barang Subsidi

Rabu, 28 Okt 2026 01:54 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 01:54 WIB

SURABAYAPAGI.com – Badan Pengelola (BP) BUMN bersama Daya Anagata Nusantara (Danantara) terus mempererat sinergi antar-BUMN untuk menyokong program Koperasi D…