SURABAYAPAGI.com, Gresik – Sedikitnya 10 tiang listrik di Jalan Raya Manyarsidomukti, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, roboh pada Jumat (7/8) sekitar pukul 10.45 WIB. Insiden tersebut menyebabkan sejumlah kendaraan proyek tertimpa, seorang sopir truk molen mengalami luka, serta arus lalu lintas di lokasi sempat lumpuh total.
Tiang-tiang listrik yang ambruk menimpa beberapa kendaraan proyek, di antaranya mobil operasional, truk molen, alat berat, hingga menutup sebagian badan jalan. Akibatnya, kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas dan terjadi kemacetan panjang.
Korban luka diketahui bernama Gatot Subronto (61), warga Desa Sambungrejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Saat kejadian, ia sedang membersihkan truk molen setelah menurunkan muatan semen di area proyek.
Kapolsek Manyar Iptu Muhammad Gifari Syarifuddin menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi bernama Alex, sebelum kejadian terlihat aktivitas penggalian tanah untuk pembangunan box culvert menggunakan alat berat yang dioperasikan Hidayat. Lokasi penggalian berada sangat dekat dengan deretan tiang listrik di tepi jalan.
"Beberapa saat kemudian terdengar suara benturan keras. Ketika saksi menoleh, sekitar 10 tiang listrik sudah roboh ke badan jalan dan menimpa kendaraan-kendaraan proyek yang berada di lokasi," kata Iptu Gifari, Jumat (7/8).
Menurutnya, tiang listrik yang roboh menimpa tiga kendaraan roda empat milik proyek dan satu unit truk molen yang sedang terparkir. Pada saat bersamaan, Gatot Subronto terkena hempasan kabel listrik hingga mengalami luka.
"Korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Fatma Medika untuk mendapatkan penanganan medis," ujarnya.
Usai menerima laporan, personel Polsek Manyar langsung diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan area, mengatur arus lalu lintas, membantu proses evakuasi kendaraan, serta melakukan penyelidikan penyebab insiden tersebut.
Iptu Gifari mengatakan pihak kepolisian masih mendalami penyebab robohnya deretan tiang listrik, termasuk mengkaji kemungkinan adanya pengaruh aktivitas penggalian proyek yang dilakukan terlalu dekat dengan pondasi tiang.
"Kami masih melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar proses evakuasi serta pemulihan jaringan listrik dapat segera dilakukan," pungkasnya. did
Editor : Redaksi