SURABAYAPAGI.com, Tuban - Melalui pelatihan langsung atau On The Job Training (OJT) bagi tenaga medis di enam rumah sakit se-Kabupaten Tuban, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban terus memperkuat layanan kesehatan bayi dan anak. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menindaklanjuti hasil evaluasi program Skrining Bayi Baru Lahir (SBBL).
Plt. Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Tuban, drg. Roikan, M.H., menyampaikan bahwa OJT ditujukan untuk memastikan setiap prosedur medis di lapangan berjalan sesuai standar demi mendukung keselamatan dan kesehatan bayi, utamanya dalam proses pengambilan, penyimpanan, hingga pengiriman sampel darah bayi.
“Pelatihan ini memfasilitasi lahan praktik langsung di ruang Neonatal dan Laboratorium. Kami melibatkan Kepala Ruang Perinatologi, Bayi, maupun Bersalin, serta petugas teknis pengambil dan pengirim sampel di setiap rumah sakit,” ujar drg. Roikan, Rabu (09/09/2026).
Skrining ini mencakup tiga deteksi dini penyakit pada bayi baru lahir, yaitu Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK), Skrining Hiperplasia Adrenal Kongenital (SHAK), dan Defisiensi Glucose-6-Phosphate Dehydrogenase (G6PD). Sehingga, melalui sinergi lintas fasilitas kesehatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tuban berharap layanan deteksi dini kelainan bawaan pada bayi dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan merata di seluruh wilayah Kabupaten Tuban. tb-01/dsy
Editor : Redaksi