SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Sebagai upaya mengantisipasi pohon tumbang maupun ranting lapuk yang berpotensi roboh dan membahayakan pengguna jalan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ponorogo melakukan pemangkasan sejumlah pohon di beberapa titik yang terindikasi telah mati. Adapun titiknya seperti di Jalan Mayjen Sutoyo, Jalan Raya Ponorogo-Pacitan dan lainnya.
Sementara itu, terkait pohon yang dipangkas sebagian diketahui mati bukan karena faktor usia, melainkan diduga akibat ulah oknum tidak bertanggungjawab. Salah satunya ditemukan bekas pembakaran pada bagian bawah pohon. Di Taman Wonopringgo, terdapat tiga pohon yang terindikasi mati, sementara satu pohon berada di timur terminal Seloaji.
"Untuk pemangkasan kali ini, karena pohonnya sudah mati. Matinya ini karena kesengajaan ulah masyarakat akibat pembakaran, adanya paku, dibor seperti itu. Bukan mati karena tua," ujar Pengawas Lapangan DLH Ponorogo, Heru Santoso, Rabu (09/09/2026).
Selain itu, DLH juga menemukan tiga pohon di kawasan Jenes yang mengalami kerusakan dengan indikasi dibor, kemudian dimasukkan cairan. Heru menjelaskan, pemangkasan juga dilakukan untuk mengantisipasi potensi pohon roboh dan ranting patah yang dapat membahayakan pengendara maupun pengguna jalan.
"Ranting pohonnya kan sudah lapuk, jadi bisa membahayakan pengguna jalan dan sewaktu-waktu bisa roboh," terangnya.
Oleh karenanya, DLH Ponorogo mengimbau masyarakat turut memperhatikan kondisi pohon di lingkungan sekitar. Jika menemukan pohon yang dinilai sudah tua, mati, atau berpotensi membahayakan, masyarakat diminta segera melaporkan ke DLH Ponorogo agar dapat ditindaklanjuti. Sedangkan untuk kegiatan pemangkasan tersebut diperkirakan akan selesai dalam waktu satu minggu, dengan prioritas utama pada pohon-pohon yang telah mati. pn-02/dsy
Editor : Redaksi