SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melihat maraknya kasus kebakaran di musim kemarau, utamanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini juga turut melanda lereng Gunung Lemongan yang merupakan kawasan Perhutani RPH Ranupakis, Desa Papringan, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Meski saat ini sudah berhasil dipadamkan, namun kebakaran tersebut menghanguskan luas area terdampak lereng Gunung Lemongan hingga 3 hektare. Api yang berada di Blok Gunung Fuji , Petak 19D yang berada di lereng Gunung Lemongan berhasil dikendalikan dan dipadamkan total pada Rabu (2/9) malam sekitar pukul 22.00 WIB.
“Pemadaman dilakukan secara manual dengan menggunakan gepyok, jet shooter dan membuat sekat bakar agar titik api tidak semakin meluas,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, Minggu (06/09/2026).
Sementara itu, terkait penanganan dilakukan secara manual dengan mempertimbangkan kondisi medan dan kebutuhan untuk menghentikan pergerakan api. Bahkan, sejumlah petugas juga menggunakan sejumlah metode dalam penanganan, mulai dari gepyok, jet shooter hingga pembuatan sekat bakar.
Proses penanganan melibatkan Perhutani, BPBD, TNI, Polri, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Dinas Sosial, serta unsur masyarakat dan potensi lainnya. Dari sisi kesiapsiagaan, kejadian itu juga memperlihatkan pentingnya sistem deteksi dan penyampaian informasi secara cepat. "Kolaborasi tersebut memungkinkan penanganan dilakukan secara bersama sesuai peran masing-masing-masing.
Informasi mengenai asap atau titik api yang ditemukan lebih awal dapat menjadi bagian penting dalam mempercepat respons petugas. Sehingga, masyarakat juga diimbau menjaga kawasan dari sumber api, serta segera menyampaikan informasi kepada aparat atau petugas apabila menemukan indikasi kebakaran.
Penanganan karhutla juga tidak berhenti ketika kobaran api telah padam. Kondisi kawasan tetap perlu diperhatikan untuk memastikan tidak terdapat bara atau titik panas yang dapat kembali memicu kebakaran. lj-01/dsy
Editor : Redaksi