SURABAYAPAGI.com - Tercatat sedikitnya ada 43.838 anak yang dilaporkan mengalami keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak diluncurkan pada 6 Januari 2025 hingga September 2026.
Rincian Data Keracunan MBG. Lebih dari 43.000 siswa dan pelajar di 36 provinsi. Catatan dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) yang menyoroti masifnya kasus ini sebagai darurat keamanan pangan nasional, diperoleh Minggu (7/9).
“Keracunan-keracunan itu bisa saja tidak berdiri sendiri sebagai kelalaian, by the way bisa juga persaingan bisnis dan bahkan bisa juga untuk menurunkan image oleh oknum-oknum yang memang tidak suka dengan program ini. Oleh karena itu saya memang menyarankan untuk menginvestigasi setiap kejadian,” kata Anggota Komisi IX DPR Fraksi NasDem Irma Chaniago kepada wartawan, Minggu (6/9/2026).
Terpisah, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyerahkan kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada aparat penegak hukum. Aspek Kontrol ke SPPG Irma menilai perlunya penindakan tegas terhadap SPPG yang diduga lalai dalam penyediaan MBG untuk siswa. Menurutnya, aspek kontrol atau pengawasan terhadap SPPG perlu ditingkatkan.
“Jika memang karena kelalaian SPPG maka berikan punishment sesuai dengan tingkat kesalahan. Memang kita tidak menoleransi keracunan tapi mengharapkan zero accident pun pasti sulit. Tapi tetap tidak boleh ada keracunan,” ujar Irma.
“Oleh karena itu butuh kontrol yang sangat ketat. SPPG harus punya freezer yang cukup agar bahan mentah tidak terkontaminasi karena tidak segar saat diolah, lingkungan SPPG harus bersih, demikian pula keharusan memiliki IPAL yang baik,” tambahnya. Kepala BGN Sudaryono sebelumnya memastikan aparat menyelidiki SPPG yang diduga menjadi penyebab keracunan MBG.
“Jadi gini, pidana atau tidaknya itu tergantung hasil penyidikan dari pihak aparat penegak hukum,” kata Sudaryono usai Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9). Dia menyebut beberapa dapur yang menyebabkan keracunan MBG diselidiki oleh pihak kepolisian. Menurutnya, ada yang sudah naik ke penyidikan.
“Sejauh ini laporan yang kami terima dari kepolisian, beberapa titik dapur yang kemudian menyebabkan gangguan kesehatan keracunan makanan itu dilakukan penyelidikan dan ada yang sudah naik penyidikan,” ujar Sudaryono. erc/ec/dna
Editor : Redaksi