SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sinergi semua pihak terus dibangun oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lamongan, agar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tercapai, salah satunya menerima audensi tim Mandala Garuda Nusantara (MGN) Law Firm, Jum'at (18/9/2026).
Dalam audensi tersebut, baik Bapenda dan MGN mulai mendiskusikan pemetaan potensi daerah yang bisa digenjot, agar PAD yang ditargetkan Rp 1 Triliun ini bisa tercapai lebih cepat dari yang diperkirakan, asalkan tidak membebani masyarakat dan terbuka.
"Target PAD Rp 1 triliun perlu dibarengi dengan strategi yang tidak membebani masyarakat, sehingga perlu dibedah secara terbuka, terutama terkait dasar penetapan target, potensi riil daerah, pola pemungutan, mekanisme pelaporan, hingga sistem pengawasan dan pengamanannya," kata
Rudi Hariono, Direktur Garuda Mandala Nusantara (GMN) Law Firm saat audensi berlangsung.
Asalkan lanjut Rudi, untuk memenuhi target Rp 1 triliun bisa tanpa membebani masyarakat. Karena itu, perlu dibuka ruang evaluasi dan dibedah dari mana sebenarnya potensi pendapatan tersebut.
Rudi menyoroti capaian sejumlah sektor pajak yang menurutnya telah menunjukkan tingkat realisasi cukup tinggi. Namun, ia mempertanyakan dasar penentuan target apabila pada akhir tahun target tersebut tidak tercapai.
"Pertanyaan mendasarnya, dalam menentukan target itu dasarnya apa? Tentu ada dasar dan ukuran. Kalau target tidak terpenuhi, ruang masalahnya ada di mana?" katanya.
Ia mendorong agar Bapenda tidak hanya melihat angka capaian, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola pemungutan, pelaporan wajib pajak, serta mekanisme pengawasan di lapangan.
Menurut Rudi, digitalisasi dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat transparansi dan pengawasan karena transaksi serta pembayaran dapat tercatat secara lebih sistematis.
Ia juga meminta potensi pendapatan dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan pengelolaan aset daerah ikut dimaksimalkan. Menurutnya, optimalisasi PAD tidak semata-mata bertumpu pada pajak dan retribusi.
"Bagaimana BUMD-BUMD ini bisa bekerja maksimal terhadap potensi aset yang selama ini dikembangkan. PAD jangan hanya dilihat dari sektor pajak dan retribusi," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bapenda Lamongan Edi Yunan Achmadi menyampaikan apresiasi, atas perhatian dan kritik yang disampaikan Mandala Garuda Nusantara.
Ia mengatakan upaya meningkatkan PAD merupakan pekerjaan bersama yang membutuhkan dukungan, pengawasan, dan masukan dari berbagai pihak.
"Kami tentu menyambut baik dan berterima kasih atas kehadiran serta masukan yang disampaikan. Ini menjadi awal dari upaya bersama untuk meningkatkan PAD," kata Yunan.
Terkait target PAD Rp1 triliun, Yunan mengakui target tersebut merupakan tantangan besar. Namun, menurutnya, target itu harus diupayakan secara bersama-sama melalui peningkatan pendapatan, penguatan pengawasan, serta optimalisasi berbagai sumber PAD.
"Target PAD Rp1 triliun memang berat. Tetapi kalau dilakukan bersama-sama, dengan kontrol dan upaya bersama, harapan tersebut bisa kita perjuangkan," ujarnya.
Yunan menjelaskan bahwa secara umum PAD berasal dari empat sumber utama, yakni pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain PAD yang sah.
Untuk pajak daerah, Bapenda menjadi perangkat daerah yang memiliki kewenangan utama. Sementara retribusi daerah dikelola oleh sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) sesuai jenis layanan atau objek retribusinya.jir
Editor : Redaksi