Akademisi Unair Beri Tips Investasi Saham

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)  Universitas Airlangga (Unair), Puji Sucia Sukmaningrum, S.E., CIFP., SP/ Mbi
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair), Puji Sucia Sukmaningrum, S.E., CIFP., SP/ Mbi

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saat ini, investasi saham sedang banyak diminati oleh masyarakat, termasuk millenial. Salah seorang dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)  Universitas Airlangga (Unair), Puji Sucia Sukmaningrum, S.E., CIFP., melihat hal itu sebagai sesuatu yang positif, Selasa (16/02/2021).

Trend saham, menurut Akademisi Unair itu secara tidak langsung menunjukkan mulai tertariknya masyarakat terhadap pasar modal. Dengan begitu, masyarakat bisa menjadi bagian dari perusahaan-perusahaan besar yang go public dan mendapat keuntungan berupa deviden maupun capital gain dari investasi saham yang dilakukan.

“Trend saham juga bisa sekaligus menjadi edukasi bagi masyarakat bahwa menabung tidak hanya bisa dilakukan dengan menyetor uang di bank,” jelas Dosen yang akrab disapa Puji itu.

Tingginya peminat saham dibandingkan dengan bentuk investasi lain, menurut dosen kelahiran Gresik itu dikarenakan saham menjadi investasi dengan perencanaan keuangan yang bersifat jangka panjang. Dengan kemampuan manajemen saham yang baik, Puji menuturkan seseorang bisa mendapatkan keuntungan yang tinggi.

“Namun, masyarakat yang ingin investasi di saham harus mengetahui risk and return yang akan didapatkan karena investasi ini tegolong high risk,” terangnya.

Melihat hal itu, Puji memberikan beberapa tips bagi pemula yang ingin menabung saham. Pertama, calon investor harus melakukan cek fundamental terhadap perusahaan yang akan dibeli. Hal itu dapat dilakukan dengan melihat reputasi dan laporan keuangan perusahaan.

Selanjutnya, calon investor harus memilih saham yang aktif diperdagangkan dengan melihat daftar saham yang masuk dalam JII atau LQ45. Tips ketiga yang harus dilakukan menurut dosen mata kuliah Pasar Modal Syariah itu adalah melakukan analisis teknikal, yaitu melihat trend harga saham secara historis.

“Terakhir, untuk memudahkan mau pilih saham apa, kita bisa membeli saham yang produknya kita sendiri pakai,” tambahnya.

Selanjutnya, Puji menjelaskan bahwa harga pasar saham sering mengalami fluktuasi karena berbagai faktor, baik faktor internal perusahaan maupun kondisi makroekonomi. Oleh karena itu, dia menuturkan para investor perlu memiliki manajemen yang baik sebelum memilih jenis saham.

Pertama, apabila risiko berasal dari internal perusahaan, maka investor dapat minimalisir dengan investasi berbagai macam saham yang memiliki karakteristik atau sektor berbeda. Kedua, investor dapat memilih saham yang bertahan atau stabil apabila sewaktu-waktu terjadi guncangan kondisi makro.

“Contohnya dalam kondisi pandemi saat ini, nabung saham pada perusahaan sektor barang konsumsi, farmasi, dan pertambangan banyak diminati,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, Puji juga menekankan bahwa manajemen uang penting dilakukan agar tetap bisa konsisten menabung saham setiap bualannya. Dirinya menilai, manjemen tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan prosentase dalam menyisihkan uang untuk menabung.

Dosen yang lahir pada 21 Desember 1984 itu mencontohkan, setiap bulannya seseorang dapat membagi pendapatannya sebesar 30 persen untuk membayar kewajiban atau cicilam, 2,5 persen untuk zakat, 50 persen untuk kebutuhan sehari-hari, 7,5 persen untuk entertainment, dan 10 persen menabung.

“Prosentase semacam itu dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu. Yang utama adalah konsisten disiplin  menabung setiap bulan  dan memahami benefit dari menabung,” pungkasnya. mbi

Berita Terbaru

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…

Harga Kedelai Melonjak Ugal-ugalan, Produsen Tempe di Lumajang Terancam Tak Sanggup Produksi Lagi

Harga Kedelai Melonjak Ugal-ugalan, Produsen Tempe di Lumajang Terancam Tak Sanggup Produksi Lagi

Minggu, 05 Apr 2026 13:56 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 13:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Para produsen tempe di Lumajang, Jawa Timur mengeluh dan menjerit usai harga kedelai melonjak ugal-ugalan yang juga dipicu imbas…