Bisa Terpuruk, Bisa Bangkit

Simbol Shio Kerbau

 

Hasil Analisis Empat Suhu Surabaya, yang Menyebut Pada Tahun Kerbau Logam ini Ada Peluang Untuk Bangkit Tetapi Harus Kerja Keras Seperti Filosofi Kerbau

 

 

 

Menjelang Tahun Baru Imlek 2021 atau Tahun Baru China 2572 kali ini berada di tengah-tengah pandemi Covid-19 yang belum selesai. Hal ini yang membuat perekonomian di Indonesia sejam Maret 2020 hingga kini, berimbas. Baik sektor usaha kecil hingga usaha besar. Banyak perusahaan-perusahaan dan bisnis gulung tikar. Tak hanya itu, mulai kesehatan, pendidikan juga berdampak.

 

Pada 12 Februari 2021 mendatang, Imlek tahun ini memasuki Tahunnya Kerbau Logam. Sesuai tradisi orang Tionghoa, beberapa orang berbondong-bondong mendatangi beberapa Suhu untuk menerawang dan memprediksi bagaimana bisnis dan kehidupannya menjalani selama satu tahun di Tahun Kerbau Logam.

 

Untuk itu, meski Tahun Baru Imlek masih akan tiga minggu lagi, namun Surabaya Pagi akan menurunkan analisis dari Tiga Suhu di Surabaya, diantaranya Suhu Haryanto Djajanegara, Suhu Guntur Yeremia Chandra, Suhu Yu dan Suhu Kiong. Mereka berempat dihubungi secara terpisah pada Jumat (22/1/2021). Empat Suhu tersebut akan menganalisis bagaimana aspek perekonomian, aspek kehidupan dalam menjalani pandemi Covid-19 hingga kesehatan dan politik di Indonesia.

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Tahun 2021, dalam astrologi China yang disebut sebagai 'Tahun Kerbau Logam' ternyata bukan tahun yang biasa saja. Tidak mudah, Tahun Kerbau Logam merupakan pemulihan dari Tahun Tikus Logam, yakni pada 2020 lalu.

Menurut Suhu Haryanto, yang ditemui di tempat praktiknya di T.I.T.D Klenteng Sam Poo Sing Bio (Klenteng Mbah Ratu) Jalan Demak Surabaya, Jumat (22/1/2021), makna 'Logam' sendiri diartikan sebagai penyakit, bisa juga sebagai penyakit yang berakitan dengan system pernapasan lebih detailnya organ paru paru. Sedangkan binatang Kerbau/Sapi pada segala kehidupan punya nilai yang sangat penting dan vital sekali. “Dahulu sebelum ada perkembangan alat mesin yang modern, kerbau digunakan untuk membantu petani bekerja di sawah dan juga menarik pedati,” jelas Suhu Haryanto.

Kerbau Logam, tambah Suhu Haryanto, menggambarkan suatu mesin kerja penghasil sesuatu yang bekerja tanpa kenal batas. “Hal itu mengandung pesan bahwa, Kita semua harus mempunyai semangat juang yang cukup tinggi berusaha untuk meperbaiki, membangun kembali segala sistem dan tatanan di segala bidang kehidupan dengan memasuki suatu tatanan atau system yang baru," terangnya.

Itulah yang akan terjadi pada tahun ini, Suhu Haryanto memaparkan, nantinya akan dibutuhkan suatu kesabaran dan bekerja keras untuk kembali merevitalisasi segala apa yang selama ini telah terjadi proses perubahan yang cukup drastis besar.

“Dengan adanya suatu tatanan baru ini cukup membuat orang orang hampir di seluruh penjuru bumi merasa asing / kaget karena belum terbiasa, bahkan belum bisa menerima keadaan baru tersebut, sehingga sudah saatnya keadaan alam semesta dengan energinya yang dahsyat memaksa seluruh penghuni untuk berupaya keras beradaptasi menyesuaikannya seperti yang digambarkan pada wujud Shio kerbau yang lugu, pendiam dan punya semangat kerja yang tinggi serta termetodik, konservatif," papar Suhu Haryanto.

 

Ekonomi Masih Terpuruk

Sedangkan, mayoritas belahan dunia merasakan keterpurukan ekonomi di era pandemi ini. Tak sedikit pula tatanan di berbagai negara di porak-porandakan oleh virus yang masih menjajah dunia ini.

"Hampir keadaan politik diseluruh dunia ikut terguncang berat secara ekonominya, serta memporak porandakan tatanan politiknya. Di saat semuanya terlihat sudah mulai mereda, baru bermunculan orang-orang yang merasa dirinya berhak dan berjasa yang mana berujung kembali pada situasi untuk merebutkan dominasi kekuasaan. Bukannya sadar jika selama ini dengan cara merasa berkuasa tapi dengan menghalalkan segala caranya untuk kepentingan nya. Saat ini justru semakin merebut posisi dominasinya. Sudah saatnya keadilan untuk ditegakkan melalui era ini untuk memperjuangkan keadilan sejati," terangnya.

Berbicara tentang kesehatan, Suhu Haryanto menjelaskan jika pada tahun ini muncul penyakit yang berkaitan dengan sistem syaraf pernapasan serta organ-organ yang berkaitan dengan kepala. Selain itu, Sistem pernapasan yang rusak tanpa terdeteksi sehingga pengiriman oksigen keseluruh organ terhambat. Ada juga penyakit yang tidak tampak, tetapi akan muncul akibatnya di permukaan yang dulunya sudah dianggap tidak ada lagi sehingga disepelekan bisa muncul secara mendadak," jelasnya.

 

Perlu ada Perjuangan

Senada dengan Suhu Haryanto, pakar Feng Shui, Suhu Yu juga mengatakan, perekonomian Indonesia pada tahun 2021 masih berat untuk pulih. "Kerbau logam 2021 keadaan lebih buruk dari 2020," kata Suhu Yu, saat dihubungi secara daring oleh Surabaya Pagi, Jumat (22/1/2021).

Lanjutnya, ekonomi Indonesia memburuk karena ada varian virus baru Covid-19. Serta akan banyak bencana alam yang terjadi di Indonesia seperti gunung api meletus dan juga tsunami bakal terjadi di beberapa wilayah Indonesia.

"Di 2021 itu elemennya logam dan tanah. Karena kerbau tanah, dan tanah menghidupkan logam, jadi banyak bencana alam terjadi kayak Covid-19 belum selesai, gunung merapi meletus, banyak ada tsunami. Sama banjir juga banyak," jelasnya.

Dia memprediksi, perekonomian Indonesia punya potensi pulih pada semester II-2021. Pasalnya, kerbau itu adalah sosok gudang bagi logam. Sehingga, logam hadir bersama gudangnya. "Bisa pulih tapi itu tergantung pemerintah ambil kebijakan. Jadi di 2021 ini masih tahun yang perlu perjuangan," tandasnya.

 

Bisnis Kesehatan Menjanjikan

Sementara itu, Suhu Kiong, Tetuah dari Kelenteng Hong Tiek Hian Surabaya, Jumat (22/1/2021) menganalisis Kerbau Logam pada tahun 2021 ini merupakan logam negatif. Jadi, tambah Suhu Kiong, apa yang dikerjakan hari ini belum tentu bisa dinikmati di tahun ini pula.

“Maka dari itu pentingnya mengumpulkan dan membajaknya dengan baik dan hati-hati sehingga bisa mendapatkan keuntungan di tahun yang akan datang,” jelas Suhu Kiong, Jumat (22/1/2021) kemarin.

Suhu Kiong memaparkan soal prospek bisnis di tahun Kerbau Logam ini, masih menjanjikan adalah mengenai sektor kesehatan. Menurutnya, kondisi tahun ini masih tetap membutuhan effort berlebih, sehingga siapa yang tidak bisa berinovasi mengikuti kondisi akan kesulitan.

 

Awas Bangkrut

Selain itu, prospek bisnis Properti sebenarnya juga cukup menarik. Namun, Suhu Kiong mengingatkan bahwa di sektor ini banyak jebakan. "Awal tahun ini sampai Juli 2021 banyak yang bankrut sehingga harus betul hati-hati," jelasnya.

Sektor lainnya yang juga menurut Suhu Kiong punya prospek yang cemerlang, adalah sektor makanan. Adapun untuk jangka panjang, Suhu Benny menilai sektor batu bara juga punya prospek bisnis yang menarik.

Salah satu pesan dari Suhu Kiong untuk menghadapi tahun sulit seperti ini haruslah berhati-hati karena masa sulit seperti ini juga dirasakan oleh semua orang di seluruh dunia. Negara-negara maju pun turut mengalami krisis saat masa sulit ini.. Maka butuh daya kemampuan sendiri yang nyata.

"Orang sukses tidak perlu gaya, terkenal, dan dihargai. Yang ia butuhkan adalah hidup tersenyum, gembira, dan tenteram," kata Suhu Kiong.

 

Ekonomi Politik Indonesia Rawan

Sementara, Suhu Guntur Yeremia Chandra, pakar Hong shui yang tinggal di Dukuh Kupang Timur Surabaya ini melihat, tahun Imlek 2572 yang merupakan Tahun Kerbau Logam, merupakan tahun yang penuh cobaan dan rintangan berat.

Namun, Suhu Guntur sendiri enggan untuk membeberkan lebih dalam bagaimana situasi ekonomi dan pandemi Covid-19 di Indonesia.

“Maaf, saya enggak mau bicara itu. Sebab kalau menerawang soal itu, sudah masuk ranah politik. Sekarang rawan. Nanti apa yang saya terawangkan, juga sangat riskan. Bisa-bisa nanti terjerat pidana,” kata Suhu Guntur, Jumat (22/1/2021).

Meski begitu, Suhu Guntur membeberkan beberapa usaha yang akan merasakan keberuntungan pada sektor tanah, logam, air, kayu dan jasa. Yakni, besi, mesin mesin, perhiasan dan arloji, kaca mata, otomotif, garment, kain, sepon, mebel, interior, kertas, hasil laut, jamu, kimia, obat-obatan, plastik, kosmetika, pelumas oli, bahan bangunan, hasil bumi, ternak, profesi, travel dan ekspedisi.

Meski begitu, dirinya menuturkan, pada tahun 2021, harus dihadapi. "Hadapilah ringangan dengan sabar dan bicara seperlunya saja untuk menghindari kesalahpahaman dan musibah,” kata Suhu Guntur.

Ia pun berpesan, pada tahun "Tinggalkan segala keburukan dan keresahan hati. Biarkan berlaku dan jangan menoleh kebelakang lagi. Jagalah kesehatan jasmani maupun rohani. Sukses, makmur dan bahagia bersama segenap keluarga," kata Suhu Guntur. fm/mbi/dsy/cr2/rmc