Di Jakarta, Pelaku Mafia Tanah Bergeser ke Anak Muda

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pelaku mafia tanah di Jakarta, kini bergeser dari orang dewasa ke anak-anak muda. Hal ini terungkap dalam kasus dugaan mafia tanah yang merugikan ibu mantan Wakil Menlu era SBY, Dino Patti Djalal.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran atas temuan kasus yang menimpa Dino, kini membentuk tim khusus (timsus) untuk mengusut dugaan mafia tanah yang 'jarah' rumah Ibunda Dino Patti Djalal. Polisi juga melibatkan Satgas Mafia Tanah hingga Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mengusut kasus ini.

"Kapolda Metro Jaya sudah membentuk tim yang pertama dari penyidik Ditkrimum Polda Metro Jaya. Kemudian juga melibatkan tim satgas mafia tanah pusat dan BPN pusat," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (16/2/2021).

Eks Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, ikut mengungkap ciri-ciri pelaku yang ia duga sebagai dalang dari mafia tanah yang 'menjarah' rumah Ibunya. Dino Patti Djalal menduga mayoritas pelaku adalah anak muda.

"Dalam kasus saya ya, ini (dugaan pelaku) anak-anak muda dan pengusaha. Ada yang pernah kerja di bank dan sebagainya. Usianya 20 sampai 30 tahun," ujar Dino Patti Djalal kepada wartawan di Mayapada Tower, Jakarta Pusat, Selasa (16/2/2021).

"Tapi yang saya surprise-nya apa? Umumnya anak muda," kata Dino Patti Djalal.

 

Keterkaitan dengan Kasus Lain

Kombes Yusri mengatakan Kapolda Metro Jaya menaruh perhatian perihal adanya mafia tanah yang telah meresahkan masyarakat tersebut. Tim yang dibentuk Kapolda tersebut kini telah bergerak melakukan penyelidikan secara menyeluruh.

Polisi sebelumnya mengungkap adanya keterkaitan dari 3 laporan dugaan mafia tanah yang dibuat pihak Dino Patti Djalal ini. Polisi juga menemukan adanya kasus-kasus lain berkaitan dengan sindikat mafia tanah tersebut.

"Tim yang dibentuk oleh Pak Kapolda bersama-sama kita berkolaborasi membongkar karena keterkaitan (laporan polisi) 1, 2, 3 ini akan keterkaitan bahkan ada beberapa kasus-kasus lainnya. Nanti akan kami jelaskan kalau sudah terang-benderang perkara ini," terang Yusri.

Sejauh ini Polda Metro Jaya telah menerima tiga laporan polisi dari keluarga Dino Patti Djalal. Laporan itu masing-masing dilayangkan pada April 2020, November 2020, dan Januari 2021.

Di LP pertama pelaku melancarkan aksinya dengan cara menawar akan membeli tanah korban. Pada saat itulah pelaku meminjam sertifikat yang kemudian beralih kepemilikan dengan menggunakan KTP palsu.

 

Ada Pelaku Wanita

"Saya tahu yang dikejar itu ada wanita 1 berinisial R, kemudian ada satu foto yang ada di Twitter saya pernah tuh ya. Foto wanita yang menjadi figur yang lolos, jadi yang lain ketangkep, termasuk Si Sherly ini yang memberikan kesaksian di Instagram kami, tapi yang wanita ini lolos. Dia yang kan ada KTP palsu. Sorry namanya bener, tapi dipalsukan sehingga fotonya lain. Jadi dengan foto yang beda ini dan dengan figur yang palsu ini mereka mencoba mencuri sertifikatnya, tapi gagal. Si ini (Sherly) sedang dicari mudah-mudahan ketangkep juga. Karena dia jadi salah satu tokoh kunci di sini," ungkap Dino.

Dino Patti Djalal berharap dalang mafia tanah ini segera terungkap. Dia menyebut banyak pihak mengalami hal yang sama.

"Jadi mudah-mudahan aparat dapat membongkar dan meringkus para anggota dan dalang dari mafia tanah ini, karena yang saya surprise dari kasus saya ribuan orang sudah mengalami kasus yang sama dan mereka senang kasus ini bisa diangkat ke panggung nasional," kata dia. n erc/jel/rmc