Kartu Merah Matthijs de Ligt Penyebab Belanda Gugur

Matthijs de Ligt. SP/ UEFA

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Timnas Belanda tersingkir di babak 16 besar Euro 2020 akibat dikalahkan timnas Republik Ceska. Matthijs de Ligt menyalahkan dirinya sendiri dan mengakui ‘kebodohannya’ setelah menjadi biang kerok kekalahan Belanda atas Ceko akibat kartu merah.

Malapetaka tersebut terjadi pada menit 55 di babak kedua. De Ligt yang mencoba menghalangi lari salah seorang pemain Ceko dan harus terjatuh hingga secara refleks menghentikan laju bola dengan tangannya.

Pasalnya, setelah De Ligt keluar, permainan Belanda kacau balau. Ceko yang tahu jika Belanda telah ‘hancur’ berhasil memanfaatkan situasi dan unggul 2 gol tak berbalas. “Ini menyakitkan,” tutur De Ligt pada NOS TV.

“Kekalahan ini adalah hasil dari apa yang saya perbuat (kartu merah).” Kartu merah De Ligt ini sendiri berawal dari kesalahannya membaca arah bola. Ia lantas mencoba untuk membuang bola dari jangkauan Patrik Schick dengan tangannya, Senin (28/6/2021).

Sebelumnya wasit memberikannya kartu kuning atas hand ball tersebut. tetapi protes dari para pemain Ceko membuat wasit melihat Video Assistant Referee (VAR). Hasil VAR membuat wasit kemudian memutuskan untuk memberikan De Ligt kartu merah.

Setelahnya, Belanda dengan 10 pemainnya tak mampu menahan serangan Ceko yang semakin gencar. Alhasil, terciptalah dua gol dari kaki Tomas Holes (68’) dan Patrik Schick (80’).

De Ligt pun menyampaikan rasa penyesalannya secara ceroboh melakukan tindakan tersebut. Padahal menurutnya, Timnas Belanda memiliki kendali atas jalannya pertandingan.

“Saya pikir kami memiliki permainan di bawah kendali. Kami memiliki beberapa peluang, terutama di babak pertama. Saya juga tidak merasa mereka menciptakan banyak peluang. Tapi kartu merah jelas membuat perbedaan,” ucap De Ligt dikutip laman resmi UEFA, Senin (28/6/2021).

“Tentu saja, rasanya tidak enak. Kami pada dasarnya kalah dalam pertandingan karena apa yang saya lakukan. Kalau dipikir-pikir, saya seharusnya tidak membiarkan bola memantul," sesal pemain Juventus tersebut.

Dengan ini, berhentilah sudah perjalanan tim asuhan Frank de Boer di Piala Eropa 2021 ini. Hasil ini menambah catatan tim Oranje yang belum pernah juara di ajang ini setelah terakhir kali pada 1988.

Sementara bagi Ceko tampil di perempat final merupakan ulangan sejarah yang terakhir kali mereka dapatkan pada 2012 silam. Dalam laga nanti, tim asuhan Jaroslav Silhavy akan menghadapi Denmark pada Sabtu 3 Juli 2021 mendatang di Baku Olympic Stadium.