Ketua KPK Ditantang Ikuti Tes TWK

Ketua KPK Firli Bahuri

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Proses alih status pegawai menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui tes wawasan kebangsaan (TWK) mendapat pertentangan sejumlah pihak yang tergabung dalam Koalisi Save komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Massa yang menggelar aksi di depan kantor gedung merah putih (KPK) itu menantang Ketua KPK Firli Bahuri unuk mengikuti TWK yang dibuat koalisi save KPK.

Banyaknya pegawai KPK yang termasuk di dalamnya penyidik tidak lulus TWK menjadi sorotan publik lantaran soal atau pertanyaan di dalamnya dinilai sarat keganjilan.   

"Aksi dari koalisi masyarakat sipil untuk memperlihatkan bahwa ada kejanggalan dan permasalahan yang terjadi terkait dengan pelaksanaan TWK yang dilakukan oleh KPK," ujar salah seorang perwakilan koalisi, Wana Alamsyah, kepada awak media, Jumat (7/5).

Dalam aksi ini, koalisi turut menantang pimpinan KPK termasuk Firli Bahuri untuk mengisi sejumlah pertanyaan wawasan kebangsaan yang telah dibuat oleh kelompok masyarakat sipil antikorupsi.

"Jika kita berbicara tentang pelaksanaan TWK, kita pun perlu menguji tes wawasan antikorupsi Ketua KPK Firli Bahuri. Ada sekitar 13 pertanyaan yang kami tawarkan," kata Wana.

Asesmen TWK bagi pegawai lembaga antirasuah belakangan menjadi perbincangan publik. Sejumlah pihak, termasuk pegawai KPK, menilai pertanyaan-pertanyaan di dalam tes tersebut janggal dan tidak mencerminkan kebangsaan.

Adapun sebanyak 1.274 pegawai KPK dinyatakan memenuhi syarat atau lulus TWK. Sementara 75 pegawai tidak memenuhi syarat, dan dua lainnya tidak mengikuti pelaksanaan tes dalam hal ini wawancara.