Produsen Kopi yang Tetap Eksis di Tengah Badai Covid-19

Luk Luis Surayya sedang menyeduh kopi robusta hasil budidayanya. SP/ TLG

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Luk Luis Surayya yang merupakan salah satu produsen kopi bertekad mengangkat ekonomi petani kopi di Tulungagung meski digempur badai Covid-19. Dia juga baru buka kedai kopi sendiri di Jalan Mayor Sujadi, Jepun.

"Karena pandemi Covid-19 yang terus berkelanjutan, omzet usaha kopi, termasuk kopi saya ini, terjun bebas. Bahkan, permintaan luar Jawa turun hingga 50 persen karena mereka banyak yang tutup," jelas pemilik Sujakopi ini.

Menurutnya, usaha kopi yang ditekuninya sejak 2019 lalu itu memiliki profit yang menjanjikan. Terlebih, menjamurnya warkop atau kafe di Tulungagung menjadi peluang tersendiri bagi jenis kopinya yang merupakan jenis robusta yang diakui kualitas dan rasa oleh dunia.

Ketika itu, 1 kilogram (kg) kopi mentah dijual Luis seharga Rp 28 ribu. Menurut dia, itu sudah untung. Tapi ternyata, harga tersebut jauh dari harga pasaran. Itu diketahui setelah bertemu teman sesama produsen kopi maupun komunitas. Bahkan, kala itu 100 kg ludes saat pameran. "Harusnya dijual Rp 35 ribu per kg. Tapi ya gimana. Saat itu saya tidak tahu kalau itu kopi enak," tuturnya.

Bahkan, awal 2020 lalu usai mengurus izin, usahanya melaju pesat bak roket. Tak tanggung-tanggung, dia malah mampu memborong semua hasil kebun keluarga suami, kerabat, dan tetangga. Karena permintaan pasar dalam satu bulan bisa mencapai 4 ton untuk kopi mentah. Sedangkan kopi yang sudah diolah mencapai 500 kg per bulan.

Sejauh ini, Luis mengaku tak hanya menyuplai pasar di Jawa Timur, tapi juga ke beberapa daerah di luar Jawa seperti Samarinda, Balikpapan, Riau, dan banyak lainnya. Bahkan, sebelumnya juga pernah ngirim sampel ke pabrik kopi di Kanada.  "Sampel itu dibeli. Seberat 5 kg. Semoga saja ada tindak lanjutnya," harapnya.

Ke depan, Luis mengaku akan membuka cabang. Serta berharap dapat go international. Mengingat kopi Dampit tersebut merupakan jenis kopi robusta yang hampir 90 persen  diekspor ke luar negeri. "Semuanya kembali lagi tujuan awal. Yakni memberdayakan petani kopi agar ekonominya semakin terangkat dan sejahtera," tandasnya. Dsy4