Seorang Remaja 16 Tahun di Lamongan Terpapar Omicron

Vaksin seperti ini diminta untuk terus digencarkan, sebagai upaya meminimalisir adanya serangan covid.SP/MUHAJIRIN KASRUN

SURABAYA PAGI, Lamongan - Seorang remaja perempuan yang berumur 16 tahun di Lamongan terpapar Omicron virus B1.1.529. Kini pasien sedang menjalani isolasi yang rencananya berlangsung sampai 14 hari kedepan. 

Kepastian adanya warga yang terpapar omicron tersebut disampaikan oleh Ketua Tim Preventif dan Promotif Satgas Covid-19 Lamongan, dr Taufik Hidayat Minggu (23/1/2022). "Iya ada satu warga Lamongan berjenis kelamin perempuan yang kini tengah menjalani isolasi di salah satu rumah sakit, dan sudah menjalani selama 7 hari dan harus sampai 14 hari kedepan, " kata dr Taufiq panggilan akrab pria yang juga Kepala Dinas Kesehatan ini menjelaskan.

 Disebutkan olehnya, pihaknya masih terus melakukan penelusuran untuk memastikan  kepastian transmisi lokal atau luar.  Mengenai terdeteksinya remaja yang masih duduk di bangku SMA ini lanjut Taufik sebelumnya tidak memiliki riwayat kontak ataupun perjalanan ke luar kota.

 Namun, lanjut Taufik, kala itu pasien sempat datang ke salah satu rumah sakit di Lamongan untuk menjalani operasi dengan diagnosa hemoroid yang dideritanya sejak 4 tahun yang lalu.

 Lebih lanjut, lantaran SOP rumah sakit mengharuskan kepada seluruh pasien untuk melakukan tes swab antigen sebelum masuk ke ruang operasi, akhirnya setelah dites diketahui hasilnya positif. 

 Tak cukup itu, Taufik menambahkan, bahwa pasien juga diharuskan menjalani tes PCR usai dikonsulkan dengan dokter spesial paru, dan hasilnya memang dinyatakan positif. "Ternyata hasilnya memang positif Covid-19 dan dideteksi terpapar varian Omicron dengan gejala ringan, karena pasien sudah pernah divaksin," imbuh Taufik.  

Menyikapi hal itu, dr Taufik menyatakan, jika pihaknya telah melakukan testing dan tracing kepada siapa saja yang memiliki kontak erat dengan pasien. Hal itu sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Omicron. 

"Alhamdulillah, ternyata hasilnya negatif semua. Untuk saat ini, kami menghimbau agar semua warga tak cemas. Tetap patuhi protokol kesehatan (prokes) dan memakai masker," ujarnya.

 Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Lamongan Abdul Shomad, meminta agar Pemkab Lamongan gerak cepat melakukan langkah lanjutan dan tindakan preventif demi memutus penyebaran Omicron.

 "Masuknya Omicron di Lamongan harus menjadi perhatian serius. Segera lakukan langkah pencegahan, sehingga tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19 lagi," kata Shomad, politisi PDI Perjuangan, Minggu (23/1/2022). 

 Menurut Shomad, Omicron memiliki daya tular yang lebih cepat. Jika tak ada langkah antisipasi lebih awal, maka resiko penularannya akan lebih luas seperti halnya kasus Covid-19 varian delta. 

 "Bagi warga yang terdeteksi, segera lakukan lanjutan blocking maupun tracing dengan swab massal bagi masyarakat sekitar maupun yang sempat berhubungan fisik dengan warga yang terdeteksi," paparnya. 

 Selain itu, Shomad menyampaikan, bahwa sosialisasi prokes dan vaksinasi harus terus digencarkan, karena hal itu adalah kunci penting untuk menghambat laju penularan virus ini, sembari memonitoring pergerakan Covid-19 di wilayah kecamatan dan desa.

 "Tak dipungkiri, warga mulai banyak yang abai dengan prokes. Bisa jadi karena Lamongan kasusnya landai. Kami harap Pemkab dan Satgas Covid-19 tetap mensosialisasikan disiplin prokes, utamanya lembaga sekolah yang sudah menggelar pembelajaran tatap muka (PTM)," pungkasnya.jir