Tentang Kanker Darah: Limfoma, Mieloma, dan Leukemia

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Ani Yudhoyono dirawat di National University Hospital sejak awal Februari 2019 karena menderita kanker darah. Kabar ini mengejutkan publik karena istri Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, itu sebelumnya aktif mendampingi banyak kegiatan sang suami. Putranya, Agus Harimurti Yudhoyono, bahkan menyebut bahwa Ani Yudhoyono tak mengalami gejala yang memprihatinkan. Kondisi Ani Yudhoyono menyadarkan masyarakat bahwa kanker bisa menyerang siapa saja. Penyakit ini masih menjadi salah satu penyakit paling menakutkan karena bisa mengancam nyawa penderitanya. Dr. dr. Cosphiadi Irawan, Sp.PD, KHOM, dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta menjelaskan, di AS dan Eropa, kanker penyebab kematian nomor 2. Di Indonesia, dari peringkat ke-13, kanker kini bertengger di urutan ke-4 berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun lalu. Ia hanya kalah pamor dari strok, jantung, dan infeksi. Kanker terbentuk karena sel tubuh mengalami perubahan wujud dan fungsi. Saat ini, ada sekitar 100 jenis kanker termasuk kanker darah. Khusus untuk kanker darah, ada tiga jenis yang paling umum. Menurut Cospihadi, ada 3 jenis sel darah, yakni darah merah, darah putih, dan trombosit. Kalau sel darah putih mengalami perubahan bentuk dan fungsi, lalu posisinya berada di getah bening, disebut limfoma non-Hodgkin. Jika sel darah putih menjelma menjadi sel plasma (sel yang bertugas memproduksi antibodi untuk melawan infeksi jamur, virus, dan lain-lain), itu disebut mieloma multipel. “Yang terkenal memang leukemia,” ujar Cosphiadi di Jakarta, pekan lalu. Kanker darah disebabkan banyak faktor, hampir semuanya berhubungan dengan gaya hidup. Cosphiadi menyebut, 1 dari 3 penderita memiliki gaya hidup yang buruk seperti merokok, mengalami obesitas, mengonsumsi makanan rendah serat, dan terkontaminasi bahan petrokimia dari lingkungan sekitar. Ada anggapan bahwa dibandingkan dengan kanker lain, kanker darah lebih mengerikan karena tidak mengenal stadium. Tapi Cospihadi mengatakan anggapan itu tak sepenuhnya tepat. “Limfoma non-Hodgkin dan mieloma multipel memiliki stadium. Limfoma non-Hodgkin yang kronis terdiri dari 5 stadium,” kata dia. Pada stadium 0, leukositnya tinggi. Stadium 1, terjadi leukositosis dan kelenjar getah beningnya meninggi. Stadium 2, terjadi pembengkakan hati dan limfa. Memasuki stadium 4, kadar hemoglobin dan trombositnya anjlok. Khusus untuk leukemia dibagi dua, akut dan kronis. Yang akut tak punya stadium, yang kronis ada stadiumnya. “Untuk melacak perkembangan leukemia akut, kita harus mengecek berapa persen jumlah sel leukemia di area sumsum tulang belakang kemudian menentukan tindakan medis yang tepat buat pasien,” ia menjelaskan. Jika pasien dinyatakan sembuh dari kanker, jangan senang dulu. Cosphiadi mengingatkan, mereka yang dinyatakan sembuh harus melewati beberapa pengecekan. Pertama, secara klinis tubuh harus dinyatakan bersih, tanpa tumor. Kedua, secara laboratorium, penanda tumornya dinyatakan normal. Ketiga, hasil pindai PET dan pindai CT menyatakan tubuh pasien bersih dari sel kanker minimal 4 minggu. Lulus tiga pengecekan ini, pasien mendapat remisi lengkap dari dokter. Setelah itu pasien harus rutin melakukan pemeriksaan berkala. Pemeriksaan berkala sangat penting. “Berdasarkan pengalaman saya, ada sel kanker yang kambuh setelah 3 tahun, 5 tahun, bahkan 20 tahun,” ujarnya. Kenapa bisa kambuh? Bisa jadi karena sel kanker yang semula tidur, aktif lagi. Fenomena ini disebut minimal residual disease, yakni sel-sel yang tidur terbangun. Hal yang menakutkan, sel kanker yang aktif lagi ini bertingkah agresif.
Tag :

Berita Terbaru

SIG Pertahankan Kinerja Positif di 2025 Lewat Transformasi dan Efisiensi

SIG Pertahankan Kinerja Positif di 2025 Lewat Transformasi dan Efisiensi

Rabu, 01 Apr 2026 18:41 WIB

Rabu, 01 Apr 2026 18:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berhasil menjaga kinerja keuangan tetap positif sepanjang tahun 2025 di tengah tekanan i…

Dukung WFH Setiap Jumat, Ketua Komisi A: Harus Dijalankan Dengan Sistem Monitoring 

Dukung WFH Setiap Jumat, Ketua Komisi A: Harus Dijalankan Dengan Sistem Monitoring 

Rabu, 01 Apr 2026 18:37 WIB

Rabu, 01 Apr 2026 18:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan langkah antisipatif menyusul kebijakan Work From Home (WFH) setiap Jumat bagi…

Konflik Global Berdampak ke Sawah, HKTI Jatim Dorong Transformasi Energi Pertanian

Konflik Global Berdampak ke Sawah, HKTI Jatim Dorong Transformasi Energi Pertanian

Rabu, 01 Apr 2026 18:33 WIB

Rabu, 01 Apr 2026 18:33 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Dampak konflik global mulai dirasakan hingga ke sektor pertanian di daerah. Ketidakpastian pasokan energi, khususnya bahan bakar m…

Satpolairud Gresik Evakuasi Mayat Lansia yang Ditemukan Mengapung di Dermaga Petro

Satpolairud Gresik Evakuasi Mayat Lansia yang Ditemukan Mengapung di Dermaga Petro

Rabu, 01 Apr 2026 18:33 WIB

Rabu, 01 Apr 2026 18:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Petugas dari Satpolairud Polres Gresik mengevakuasi sesosok jasad pria lanjut usia yang ditemukan mengapung di area bawah dermaga P…

Dinilai Tak Sinkron dengan Pusat, Saifudin Zuhri Desak Khofifah Cabut SE WFH ASN Hari Rabu

Dinilai Tak Sinkron dengan Pusat, Saifudin Zuhri Desak Khofifah Cabut SE WFH ASN Hari Rabu

Rabu, 01 Apr 2026 18:22 WIB

Rabu, 01 Apr 2026 18:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Anggota DPRD Jawa Timur Komisi A sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Batu, Saifudin Zuhri yang akrab disapa Fudin, melontarkan …

Diduga Sengaja Temperkan Diri KA di Pintasan KM 102 +00 Pria Bujanga Tewas di TKP

Diduga Sengaja Temperkan Diri KA di Pintasan KM 102 +00 Pria Bujanga Tewas di TKP

Rabu, 01 Apr 2026 17:49 WIB

Rabu, 01 Apr 2026 17:49 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar- Semalam Selasa (32 Maret 2026) sekitar pukul 19.45 warga di sekitaran Kelurahan/Kec.Wlingi Kab.Blitar di kejutkan suara klakson…