Tiga PAC PDIP Kota Rombak Pengurus

Pergantian pengurus PAC tersebut menjadi agenda utama gelaran Musancab (Musyawarah Anak Cabang) di salah satu resto di Kota Pasuruan, Kamis (17/06) malam. SP/DIR

SURABAYAPAGI,  Pasuruan - DPC PDIP Kota Pasuruan melakukan pergantian pengurus PAC (Pimpinan Anak Cabang)se-Kota Pasuruan. Pergantian pengurus PAC tersebut menjadi agenda utama gelaran Musancab (Musyawarah Anak Cabang) di salah satu resto di Kota Pasuruan, Kamis (17/06) malam.

Musancab tersebut menghasilkan nama- nama ketua PAC baru. Dari empat PAC, hanya PAC Purworejo Yang masih dipegang juara bertahan  Suharsono. Sedangkan tiga PAC lainnya, ketuanya diisi nama-nama baru. PAC Panggungrejo diketuai oleh Bambang Wahyudi, PAC Gadingrejo diketuai oleh Selamet Basuki dan PAC Bugul Kidul diketuai oleh Mukhamad  Sidik.

Terpilihnya jajaran pengurus baru itu setelah melewati mekanis penjaringan  oleh pengurus ranting dan KSB (Ketua, Sekretaris, Bendahara) PAC lama dalam konsolidasi internal yang digelar hari Minggu (13/06). 

Wakil Ketua DPD PDIP Provinsi Jawa Timur Edy Paripurna, menuturkan, di Kota Pasuruan Musancab pergantian pengurus PAC periode 2021-2926 sudah terbentuk hari ini. Dan seperti yang diharapkan pengurus pusat, pengurus DPC  Kota Pasuruan segera melaksanakan kerja-kerja partai, terutama bagaimana konsolidasi organisasi antara PAC dengan ranting yang ada di masing-masing wilayah kecamatan.

"Setelah pembentukan kepengurusan anak cabang, seluruh jajaran pengurus akan melakukan evaluasi, membangun konsolidasi , dan menyusun strategi untuk pemilu 2024 mendatang. Target kami, satu kursi di tiap Dapil, sukur-sukur bisa lebih," tutup Edy

Dalam acara Musancab yang dilanjutkan dengan Rakercab tersebut tidak dihadiri ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo (Teno). Acara diarahkan oleh Edy Paripurna dan dihadiri Ketua DPD Jawa Timur Kusnadi.

Tidak hadirnya Ketua DPC PDIP Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo (Teno) dalam acara Musancab dan Rakercab di salah satu resto di Kota Pasuruan, Kamis (17/06),  direaksi oleh jajaran pengurus ranting dan PAC. Mereka memosi tidak percaya mantan Wali Kota Pasuruan periode 2016-2021 tersebut dan menuntun diganti.

Sekretaris DPC PDIP Kota Pasuruan H.Tedy Armanto menuturkan, sikap pengurus ranting dan PAC tersebut dinilai wajar. Setelah kalah di Pilkada 2020 lalu,  Teno tidak pernah menampakkan batang hidungnya. Bahkan, agenda partai secara nasional yakni Musancab dan Rakercab yang mestinya digelar di bulan Februari akhirnya tertunda hingga hari Kamis (17/06). 

"Hal tersebut bukan berarti pengurus tidak bergerak, tapi, kami kesulitan berkomunikasi dengan Teno. Sejak tanggal 17 Februari lalu saya berupaya kontak dengannya, namun sulit berkomunikasi lebih serius. Kalaupun bisa berkomunikasi, Teno selalu ngeles untuk hadir di kota yang pernah dipimpinnya ini. Dia selalu bilang nanti-nanti sampai DPD mengambil langkah dan memerintahkan kami untuk menggelar Musancab dan Rakercab hari ini," ucapnya.

Tedy menambahkan, absennya Teno di acara Musancab dan Rakercab tersebut, sudah dilaporkan ke DPP Partai PDIP. Selanjutnya terserah pusat. "Masalah ini kami serahkan ke pusat, biar pusat yang memutuskan. Apapun keputusan pusat kami siap laksanakan. Saya dan teman-teman pengurus ikut garis kebijakan partai karena kami orang partai dan bukan orangnya partai," ujarnya diplomatis.

Edy Paripurna Wakil Ketua DPD PDIP Jatim mengatakan, dengan tidak hadirnya ketua DPC Kota Pasuruan dalam Musancab dan Rakercap, pengurus daerah akan mengusulkan ke DPP agar bisa menentukan ketua. Selanjutnya  pimpinan pusat akan mengevaluasi baik ketua maupun pengurus DPC PDI Kota Pasuruan.  

"Mungkinkan akan digelar Rakercabsus untuk menentukan ketua DPC Kota Pasuruan yang baru. Hal ini penting. Sebab, saat ini butuh pimpinan yang mampu mengkonsolidasi kekuatan partai, menyusun strategi dan kerja keras untuk meraih target empat sampai lima kursi di Pileg 2024 nanti.  Bagaimanapun Kota Pasuruan ini pernah berjaya dalam  pemilu legislatif," tutup Edy. ( dir)