•   Minggu, 15 September 2019
SGML

Kekurangan Air di Lapas Lamongan Mulai Teratasi Adanya Sumur Bor

( words)
Kalapas Lamongan Ignatius Gunaidi saat menerima secara simbolis bantuan untuk pembuatan sumur bor. FOTO: SP/IST


SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Kekurangan air yang sempat melanda di area Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lamongan saat musim kemarau beberapa bulan lalu, sedikit mulai teratasi menyusul adanya sumur bor yang dibangun oleh salah satu bank syariah melalui programnya Laznaz.

Lapas yang dihuni 600 tahanan ini seperti disampaikan oleh Ignatius Gunaidi Kalapas kelas II B Lamongan Minggu (25/12/2018) menyebutkan, upaya untuk mencari sumber mata air di area Lapas terus dilakukan, untuk memenuhi kebutuhan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Upaya itu akhirnya memenuhi hasil. Di area Lapas kini sudah ada pembuatan sumur bor dan instalasi air bersih, bantuan dari Bank Syariah Mandiri (BSM).

"Sekarang sudah ada sumur bor dan jaringan instalasi air, setidaknya dengan sumur bor ini mengurangi beban yang harus ditanggung lapas dalam mencukupi kebutuhan air bersih," terangnya.

Pihak Lapas, tambahnya, sangat berterima kasih kepada Bank Syariah Mandiri yang merespon positif kondisi di Lapas. Melalui program Laznaz, beberapa titik di seputaran Lapas yang terdeteksi adanya sumber air bersih sudah ada pembuatan sumur bor dan instalasi air bersih.

"Diharapkan, kedepan dari kedua pihak untuk terus melakukan kerjasama dengan baik dan saling support di setiap kegiatan dan tidak hanya di tahun ini, tapi juga untuk kegiatan selanjutnya," imbuhnya.

Sementara, Area Manager BSM Surabaya 2, Luthfi Bukhari yanh didampingi oleh Branch Manager BSM Lamongan, Budi Ardiansyah mengatakan pihaknya akan terus men-suport kegiatan di Lapas untuk kedepan.

“Semoga sedikit bantuan ini bisa menjadi sedikit solusi terkait kendala air bersih yang dialami teman-teman khususnya Warga Binaan yang ada di Lapas dan kami juga akan terus mensuport disetiap kegiatan yang ada di Lapas kedepan,” kata Luthfi usai acara penyerahan bantuan secara simbolis.

Sebelumnya setiap musim kemarau di wilayah Lamongan kerap terjadi kekeringan dan krisis air bersih, tak terkecuali Lapas Kelas II B Lamongan, yang hingga saat ini dihuni sekitar 600 orang itu.

Tercatat, hampir setiap tahun kondisi kekeringan terjadi di lingkungan Lapas Lamongan, hingga berdampak terhadap keberlangsungan hidup bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Namun, dengan adanya pembuatan sumur bor dan instalasi air bersih, hal itu bisa bermanfaat bagi lingkungan Lapas.

Kalapas kelas II B Lamongan, Ignatius Gunaidi mengaku sudah berupaya maksimal untuk memperjuangkan kebutuhan air bersih di Lamongan. Bahkan, pihaknya getol mengajukan pengadaan pengeboran sumur melalui APBN-P dan pemasangan jalur PDAM hingga 100 meter. Namun sayang, masih saja sumber air tidak bisa keluar saat itu. jir

Berita Populer