Warga Bandung Sukses Ciptakan Kawasan Tanpa Rokok

surabayapagi.com
SURABAYAPAGI.COM, Bandung – Asap rokok menganggu kesehatan dan sekitar. Pernyataan itu menggerakkan masyarakat Komplek Pandanwangi RW 09, Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung untuk menciptakan ‘Kawasan Tanpa Rokok’, Gagasan itu tercetus dari pikiran Agus Supendi (63) ketua RW setempat. Ide itu berawal pada awal tahun 2014. Saat itu, Agus beserta sang istri sedang menumpangi angkutan kota. Ia mendapati dua orang pemuda tengah merokok di dalam angkot. Istri Agus beserta penumpang lain kesal dengan ulah pemuda itu. Ia pun berinisiatif menegur penumpang tersebut. "Sesudah (ditegur) itu dia melotot, akhirnya dia matiin rokoknya dan turun. Penumpang lain berterima kasih sama saya. Dari saat itulah saya berpikir harus memberi contoh yang baik bagi orang lain," kata Agus. Tekadnya kian bulat. Ia mulai aktif melakukan sosialisasi larangan merokok di lingkungan RW 09. Di setiap forum Agus memasukkan kampanye kawasan tanpa rokok. "Akhirnya saya bekerja sama dengan kelurahan, puskesmas, dan karang taruna. Akhirnya didukung oleh semuanya. Sosialiasi ke tiap warga, door to door. Kalau ada rapat, pengajian, arisan, forum apa saja saya singgung soal itu. Spanduk-spanduk dipasang," ucap Agus. Aksi itu terendus Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang saat itu baru beberapa bulan menjabat. Ridwan pun datang dan membuat deklarasi 'Kawasan Tanpa Rokok' yang turut ditandatangani warga. Deklarasi itu melahirkan enam poin kesepakatan tentang zonasi kawasan tanpa rokok. Sejak saat itu pula, Agus beserta tokoh masyarakat lain kian agresif menyampaikan kampanye kawasan tanpa rokok. "Nah, saya razia agar tidak ada asbak di dalam rumah," akunya. Cara itu ternyata cukup efektif. Dia mengatakan, RW 09 dihuni 2.600 jiwa. Dari jumlah itu mayoritas perokok. Namun, setelah kampanye gencar dilakukan, banyak perokok yang perlahan berhenti atau setidaknya tak merokok di lingkungan rumah. "Dari yang kita data, hanya 112 orang yang merokok. Itu pun mereka gak berani merokok di lingkungan sini," ungkapnya.

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru